Yoga melakukan lari jogging di lapangan aktivitas fisik yang dilakukan Yoga untuk mengukur

Thea Arnaiz Kamis, 20 Januari 2022 | 07:00 WIB

Kunci jawaban materi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) kelas 6 SD. (Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels)

Bobo.id - Pada pelajaran (PJOK)  kelas 6 SD, tepatnya halaman 106. Teman-teman akan mengerjakan soal-soal evaluasi setelah mempelajari materi dan mempraktikkan gerakannya.

Materi evaluasi kali ini adalah aktivitas kebugaran jasmani. Selain itu, apakah teman-teman bisa mempraktikkan semua gerakan aktivitas kebugaran jasmani dengan baik?

Untuk meningkatkan pemahaman, kita bisa langsung saja mengerjakan soal evaluasinya dan menemukan kunci jawabannya seperti berikut ini. 

1. Kemampuan mengubah posisi tubuh pada bagian tertentu disebut

A. kekuatan

B. kelenturan

C. kecepatan

D. kelincahan

Jawaban: A 

Baca Juga: Menyusun Informasi dari Teks 'Pengaruh Perubahan Cuaca', Materi Kelas 3 SD Tema 5


Page 2


Page 3

Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Kunci jawaban materi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) kelas 6 SD.

Bobo.id - Pada pelajaran (PJOK)  kelas 6 SD, tepatnya halaman 106. Teman-teman akan mengerjakan soal-soal evaluasi setelah mempelajari materi dan mempraktikkan gerakannya.

Materi evaluasi kali ini adalah aktivitas kebugaran jasmani. Selain itu, apakah teman-teman bisa mempraktikkan semua gerakan aktivitas kebugaran jasmani dengan baik?

Untuk meningkatkan pemahaman, kita bisa langsung saja mengerjakan soal evaluasinya dan menemukan kunci jawabannya seperti berikut ini. 

1. Kemampuan mengubah posisi tubuh pada bagian tertentu disebut

A. kekuatan

B. kelenturan

C. kecepatan

D. kelincahan

Jawaban: A 

Baca Juga: Menyusun Informasi dari Teks 'Pengaruh Perubahan Cuaca', Materi Kelas 3 SD Tema 5

Salah satu olahraga kesehatan dan rekreasi yang paling umum dan banyak diminati masyarakat adalah jogging. | pexels

Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa olahraga adalah semua aktivitas fisik yang melibatkan penggunaan otot besar maupun kecil. Berangkat dari pengertian tersebut maka undang- undang nomor 3 tahun 2005 juga menyatakan bahwa olahraga dikelompokkan dalam tiga bagian pokok berdasarkan tujuan dan pelakunya yaitu: olahraga prestasi, olahraga pendidikan, dan olahraga kesehatan dan rekreasi.

Salah satu olahraga kesehatan dan rekreasi yang paling umum dan banyak diminati masyarakat adalah jogging. Jogging adalah suatu aktivitas fisik yang melibatkan otot besar yang dilakukan dengan berjalan santai atau berlari lari kecil dengan durasi dan waktu tertentu.

Karena olahraga ini tidak membutuhkan persiapan atau teknik yang sulit, bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, dan bisa dilakukan oleh semua kalangan maka olahraga ini menjadi primadona ditengah-tengah masyarakat.

Di Yogyakarta misalnya, hampir setiap hari kita bisa menyaksikan ratusan orang tua maupun muda memadati taman-taman olahraga masyarakat seperti yang terjadi di taman olahraga masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta dan di Graha sapta pramana Universitas Gadjah Madha, waktu yang digunakan untuk berolahraga jogging biasanya pada pagi hari dan atau sore hari.

Masyarakat yang berolahraga jogging pasti memiliki tujuan yang ingin mereka capai, misalnya program penurunan berat badan, melatih kekuatan dan daya tahan, atau hanya sekedar hiburan dan rekreasi. Sesuatu yang masih banyak terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah kurangnya pemahaman terhadap pelaksanaan jogging yang baik ditinjau dari sisi kesehatan dan tujuan yang hendak di capai.

Misalnya seseorang ingin melakukan program penurunan berat badan dengan jogging tetapi melakukan aktivitas pada pagi hari dengan durasi hanya sekian menit, maka ia tidak akan mendapatkan tujuan yang ingin dicapai, bahkan berat badannya malah semakin bertambah. lantas bagaimana melakukan olahraga jogging yang tepat dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan?

Jogging adalah suatu olahraga aerobik yaitu olahraga yang bertujuan meningkatkan daya tahan paru dan jantung, sehingga sangat baik digunakan untuk melatih atau mempertahankan kebugaran, bagi seseorang yang terlatih, jogging dilakukan hanya sebagai upaya mempertahankan kebugaran, tetapi bagi masyarakat umum jogging akan memiliki tujuan yang sangat beragam, seperti meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, program penurunan berat badan, dan daya tahan otot.

Kapan dan bagaimana seharusnya supaya kita bisa mencapai masing-masing tujuan tersebut? Mari kita ulas satu persatu berdasarkan tujuannya:

Baca Juga: Pengalaman Jogging di Tengah Wabah Corona, Amankah?

1. Jogging dengan tujuan penurunan berat badan

Seseorang yang direkomendasikan melakukan penurunan berat badan apabila sudah masuk dalam kategori obesitas atau overweight. Menurut Professor. Dr. Yustinus Sukarmin., M.S. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta, seseorang dikatakan mengalami obesitas atau overweight apabila berat badannya sudah melebihi 20 persen dari berat badan normal.

Jogging bisa menjadi selah satu program penurunan berat badan apabila dilakukan dengan terencana dan terprogram. Penurunan berat badan dengan aktivitas jogging dilakukan pada waktu sore hari dengan durasi minimal 20 menit, dari sisi kesehatan membuktikan bahwa aktivitas fisik dipengaruhi oleh suhu lingkungan.


Page 2

Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa olahraga adalah semua aktivitas fisik yang melibatkan penggunaan otot besar maupun kecil. Berangkat dari pengertian tersebut maka undang- undang nomor 3 tahun 2005 juga menyatakan bahwa olahraga dikelompokkan dalam tiga bagian pokok berdasarkan tujuan dan pelakunya yaitu: olahraga prestasi, olahraga pendidikan, dan olahraga kesehatan dan rekreasi.

Salah satu olahraga kesehatan dan rekreasi yang paling umum dan banyak diminati masyarakat adalah jogging. Jogging adalah suatu aktivitas fisik yang melibatkan otot besar yang dilakukan dengan berjalan santai atau berlari lari kecil dengan durasi dan waktu tertentu.

Karena olahraga ini tidak membutuhkan persiapan atau teknik yang sulit, bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, dan bisa dilakukan oleh semua kalangan maka olahraga ini menjadi primadona ditengah-tengah masyarakat.

Di Yogyakarta misalnya, hampir setiap hari kita bisa menyaksikan ratusan orang tua maupun muda memadati taman-taman olahraga masyarakat seperti yang terjadi di taman olahraga masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta dan di Graha sapta pramana Universitas Gadjah Madha, waktu yang digunakan untuk berolahraga jogging biasanya pada pagi hari dan atau sore hari.

Masyarakat yang berolahraga jogging pasti memiliki tujuan yang ingin mereka capai, misalnya program penurunan berat badan, melatih kekuatan dan daya tahan, atau hanya sekedar hiburan dan rekreasi. Sesuatu yang masih banyak terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah kurangnya pemahaman terhadap pelaksanaan jogging yang baik ditinjau dari sisi kesehatan dan tujuan yang hendak di capai.

Misalnya seseorang ingin melakukan program penurunan berat badan dengan jogging tetapi melakukan aktivitas pada pagi hari dengan durasi hanya sekian menit, maka ia tidak akan mendapatkan tujuan yang ingin dicapai, bahkan berat badannya malah semakin bertambah. lantas bagaimana melakukan olahraga jogging yang tepat dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan?

Jogging adalah suatu olahraga aerobik yaitu olahraga yang bertujuan meningkatkan daya tahan paru dan jantung, sehingga sangat baik digunakan untuk melatih atau mempertahankan kebugaran, bagi seseorang yang terlatih, jogging dilakukan hanya sebagai upaya mempertahankan kebugaran, tetapi bagi masyarakat umum jogging akan memiliki tujuan yang sangat beragam, seperti meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, program penurunan berat badan, dan daya tahan otot.

Kapan dan bagaimana seharusnya supaya kita bisa mencapai masing-masing tujuan tersebut? Mari kita ulas satu persatu berdasarkan tujuannya:

Baca Juga: Pengalaman Jogging di Tengah Wabah Corona, Amankah?

1. Jogging dengan tujuan penurunan berat badan

Seseorang yang direkomendasikan melakukan penurunan berat badan apabila sudah masuk dalam kategori obesitas atau overweight. Menurut Professor. Dr. Yustinus Sukarmin., M.S. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta, seseorang dikatakan mengalami obesitas atau overweight apabila berat badannya sudah melebihi 20 persen dari berat badan normal.

Jogging bisa menjadi selah satu program penurunan berat badan apabila dilakukan dengan terencana dan terprogram. Penurunan berat badan dengan aktivitas jogging dilakukan pada waktu sore hari dengan durasi minimal 20 menit, dari sisi kesehatan membuktikan bahwa aktivitas fisik dipengaruhi oleh suhu lingkungan.


Lihat Kesehatan Selengkapnya


Page 3

Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa olahraga adalah semua aktivitas fisik yang melibatkan penggunaan otot besar maupun kecil. Berangkat dari pengertian tersebut maka undang- undang nomor 3 tahun 2005 juga menyatakan bahwa olahraga dikelompokkan dalam tiga bagian pokok berdasarkan tujuan dan pelakunya yaitu: olahraga prestasi, olahraga pendidikan, dan olahraga kesehatan dan rekreasi.

Salah satu olahraga kesehatan dan rekreasi yang paling umum dan banyak diminati masyarakat adalah jogging. Jogging adalah suatu aktivitas fisik yang melibatkan otot besar yang dilakukan dengan berjalan santai atau berlari lari kecil dengan durasi dan waktu tertentu.

Karena olahraga ini tidak membutuhkan persiapan atau teknik yang sulit, bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, dan bisa dilakukan oleh semua kalangan maka olahraga ini menjadi primadona ditengah-tengah masyarakat.

Di Yogyakarta misalnya, hampir setiap hari kita bisa menyaksikan ratusan orang tua maupun muda memadati taman-taman olahraga masyarakat seperti yang terjadi di taman olahraga masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta dan di Graha sapta pramana Universitas Gadjah Madha, waktu yang digunakan untuk berolahraga jogging biasanya pada pagi hari dan atau sore hari.

Masyarakat yang berolahraga jogging pasti memiliki tujuan yang ingin mereka capai, misalnya program penurunan berat badan, melatih kekuatan dan daya tahan, atau hanya sekedar hiburan dan rekreasi. Sesuatu yang masih banyak terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah kurangnya pemahaman terhadap pelaksanaan jogging yang baik ditinjau dari sisi kesehatan dan tujuan yang hendak di capai.

Misalnya seseorang ingin melakukan program penurunan berat badan dengan jogging tetapi melakukan aktivitas pada pagi hari dengan durasi hanya sekian menit, maka ia tidak akan mendapatkan tujuan yang ingin dicapai, bahkan berat badannya malah semakin bertambah. lantas bagaimana melakukan olahraga jogging yang tepat dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan?

Jogging adalah suatu olahraga aerobik yaitu olahraga yang bertujuan meningkatkan daya tahan paru dan jantung, sehingga sangat baik digunakan untuk melatih atau mempertahankan kebugaran, bagi seseorang yang terlatih, jogging dilakukan hanya sebagai upaya mempertahankan kebugaran, tetapi bagi masyarakat umum jogging akan memiliki tujuan yang sangat beragam, seperti meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, program penurunan berat badan, dan daya tahan otot.

Kapan dan bagaimana seharusnya supaya kita bisa mencapai masing-masing tujuan tersebut? Mari kita ulas satu persatu berdasarkan tujuannya:

Baca Juga: Pengalaman Jogging di Tengah Wabah Corona, Amankah?

1. Jogging dengan tujuan penurunan berat badan

Seseorang yang direkomendasikan melakukan penurunan berat badan apabila sudah masuk dalam kategori obesitas atau overweight. Menurut Professor. Dr. Yustinus Sukarmin., M.S. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta, seseorang dikatakan mengalami obesitas atau overweight apabila berat badannya sudah melebihi 20 persen dari berat badan normal.

Jogging bisa menjadi selah satu program penurunan berat badan apabila dilakukan dengan terencana dan terprogram. Penurunan berat badan dengan aktivitas jogging dilakukan pada waktu sore hari dengan durasi minimal 20 menit, dari sisi kesehatan membuktikan bahwa aktivitas fisik dipengaruhi oleh suhu lingkungan.


Lihat Kesehatan Selengkapnya


Page 4

Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa olahraga adalah semua aktivitas fisik yang melibatkan penggunaan otot besar maupun kecil. Berangkat dari pengertian tersebut maka undang- undang nomor 3 tahun 2005 juga menyatakan bahwa olahraga dikelompokkan dalam tiga bagian pokok berdasarkan tujuan dan pelakunya yaitu: olahraga prestasi, olahraga pendidikan, dan olahraga kesehatan dan rekreasi.

Salah satu olahraga kesehatan dan rekreasi yang paling umum dan banyak diminati masyarakat adalah jogging. Jogging adalah suatu aktivitas fisik yang melibatkan otot besar yang dilakukan dengan berjalan santai atau berlari lari kecil dengan durasi dan waktu tertentu.

Karena olahraga ini tidak membutuhkan persiapan atau teknik yang sulit, bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, dan bisa dilakukan oleh semua kalangan maka olahraga ini menjadi primadona ditengah-tengah masyarakat.

Di Yogyakarta misalnya, hampir setiap hari kita bisa menyaksikan ratusan orang tua maupun muda memadati taman-taman olahraga masyarakat seperti yang terjadi di taman olahraga masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta dan di Graha sapta pramana Universitas Gadjah Madha, waktu yang digunakan untuk berolahraga jogging biasanya pada pagi hari dan atau sore hari.

Masyarakat yang berolahraga jogging pasti memiliki tujuan yang ingin mereka capai, misalnya program penurunan berat badan, melatih kekuatan dan daya tahan, atau hanya sekedar hiburan dan rekreasi. Sesuatu yang masih banyak terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah kurangnya pemahaman terhadap pelaksanaan jogging yang baik ditinjau dari sisi kesehatan dan tujuan yang hendak di capai.

Misalnya seseorang ingin melakukan program penurunan berat badan dengan jogging tetapi melakukan aktivitas pada pagi hari dengan durasi hanya sekian menit, maka ia tidak akan mendapatkan tujuan yang ingin dicapai, bahkan berat badannya malah semakin bertambah. lantas bagaimana melakukan olahraga jogging yang tepat dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan?

Jogging adalah suatu olahraga aerobik yaitu olahraga yang bertujuan meningkatkan daya tahan paru dan jantung, sehingga sangat baik digunakan untuk melatih atau mempertahankan kebugaran, bagi seseorang yang terlatih, jogging dilakukan hanya sebagai upaya mempertahankan kebugaran, tetapi bagi masyarakat umum jogging akan memiliki tujuan yang sangat beragam, seperti meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, program penurunan berat badan, dan daya tahan otot.

Kapan dan bagaimana seharusnya supaya kita bisa mencapai masing-masing tujuan tersebut? Mari kita ulas satu persatu berdasarkan tujuannya:

Baca Juga: Pengalaman Jogging di Tengah Wabah Corona, Amankah?

1. Jogging dengan tujuan penurunan berat badan

Seseorang yang direkomendasikan melakukan penurunan berat badan apabila sudah masuk dalam kategori obesitas atau overweight. Menurut Professor. Dr. Yustinus Sukarmin., M.S. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta, seseorang dikatakan mengalami obesitas atau overweight apabila berat badannya sudah melebihi 20 persen dari berat badan normal.

Jogging bisa menjadi selah satu program penurunan berat badan apabila dilakukan dengan terencana dan terprogram. Penurunan berat badan dengan aktivitas jogging dilakukan pada waktu sore hari dengan durasi minimal 20 menit, dari sisi kesehatan membuktikan bahwa aktivitas fisik dipengaruhi oleh suhu lingkungan.


Lihat Kesehatan Selengkapnya