Umumnya bayi bisa miring dan tengkurap umur berapa?

Perkembangan bayi di usia awal kelahirannya memang sangat cepat. Mama bahkan bisa jadi melewatkan salah satu step, jika tak selalu berada di sisinya.

Kalau sudah begitu, Mama hanya bisa membatin, tak terasa si Kecil tiba-tiba sudah besar. Karenanya, sangat penting untuk mempelajari seperti apa sih tahapan perkembangan bayi.

Salah satu yang wajib Mama tahu adalah proses bagaimana si Kecil mulai bisa membalikkan badan, hingga benar-benar tengkurap sempurna. Dan umumnya kapan bayi bisa tengkurap? Berikut Popmama.com merangkumnya untuk Mama.

Usia 1 bulan: mulai memiringkan badan

Pexels.com/Pixabay

Di hari pertama kelahirannya, anak mama hanaya bisa tidur di satu sisi saja. Ia bahkan tidak banyak bergerak.

Namun, di usia satu bulan, seharusnya si Kecil sudah bisa memiringkan badan nih, Ma. Tanpa dibantu, anak mama sudah bisa miring ke kanan atau ke kiri, lalu kembali ke posisi semula.

Tak jarang juga bayi tertidur dalam keadaan miring. Tahap ini merupakan awal dari proses bayi belajar tengkurap.

1,5 - 2 bulan: si Bayi sudah bisa berguling

Pexels.com/Bingo Theme

Pada usia ini, bayi Mama sudah mulai belajar berguling. Dari memiringkan badan, si Kecil mulai bisa berguling dan melanjutkannya ke posisi tengkurap. 

Ia akan berupaya merayap, mengangkat perut, badan, dan pantatnya untuk membuat tubuhnya berguling sempurna. Pada umumnya, bayi di usia ini masih belum bertahan lama di posisi tengkurap, dan masih butuh bantuan untuk bisa kembali ke posisi terlentang. 

3 - 4 bulan: Hore! Sudah bisa tengkurap dan kembali berbaring

Pexels.com/Victoria Borodinova

Si Kecil mulai belajar berguling tengkurap lalu berbaring lagi di usia ini. Dilansir dari babycenter.com. diketahui bahwa otot leher bayi kini sudah cukup kuat menyangga kepala dan memandang lurus ke depan.

Lengan dan kakinya pun sudah mulai bisa digerakkan seiring kepala mereka juga mulai bisa bergerak selama posisi tengkurap.

5 - 6 bulan: Saatnya tengkurap!

Pexels.com/Victoria Borodinova

Baru di usia 5 bulan si Kecil benar-benar bisa tengkurap sendiri. Mereka bisa dengan mudah membalik badan ke posisi tengkurap, dan balik terlentang lagi sewaktu-waktu mereka ingin.

Mereka juga mulai kuat bertumpu pada perut saat tangan dan kakinya bergerak bebas pada posisi tengkurap.

Di atas 6 bulan: Langkah awal menuju merangkak

Pexels.com/ Pixabay

Kalau bayi sudah bisa tengkurap, selanjutnya mereka bakal mulai bisa bergeser dari tempatnya dalam keadaan tengkurap.

Si Kecil bisa menyeret badan dengan posisi tersebut. Setelah proses itu, anak Mama bakal makin pintar, bisa mengangkat badan dari posisi tengkurap, lalu lanjut deh ke proses belajar merangkak.

Sesibuk-sibuknya Mama, selalu sempatkanlah untuk mengikuti perkembangan mereka. Pelajari kapan seharusnya si Kecil sudah bisa ini dan itu. Jika ada yang aneh, Mama bisa konsultasikan langsung ke dokter anak yang Mama percaya.

Itulah tadi informasi mengenai kapan bayi bisa tengkurap, Ma. Semoga bermanfaat ya.

Baca Juga:

  • Cara Membuat Bayi Nyaman Saat Tummy Time
  • Ini 5 "Olahraga" untuk Bayi. Yuk, Cek Manfaatnya!

Bagi Bunda yang baru pertama kali memiliki anak, pasti muncul pertanyaan-pertanyaan, “Kapan bayiku bisa duduk? Kapan seharusnya ia merangkak?” Yuk kita simak apa saja tahapan perkembangan (milestone) yang akan dicapai si kecil dalam satu tahun pertamanya!

Tengkurap dan membalikkan badan

Sebelum mulai dapat tengkurap dan membalikkan badan, pertama-tama bayi akan berlatih untuk memperkuat otot lehernya. Latih si kecil untuk menggerakkan dan memperkuat otot lehernya dengan menaruh si kecil dalam posisi menelungkup di atas perut, ia akan mulai menegakkan kepala dan bahu, mengangkat tubuh dengan kedua lengannya seperti sedang berusaha untuk push-up. Gerakan-gerakan tersebut bisa mulai Bunda saksikan saat usianya menginjak 3 bulan.

Di usia 4-6 bulan, bayi mungkin sudah lebih mahir mengangkat kepala, menekuk punggungnya ke atas sehingga dadanya terangkat dari lantai dan akhirnya berhasil membalikkan badannya dari posisi telungkup ke posisi telentang. Jika di usia tersebut si kecil masih belum dapat membalikkan badannya dari posisi telungkup ke telentang atau sebaliknya, jangan khawatir ya Bunda. Latih si kecil dengan memberikan stimulasi. Contohnya, letakkan mainan favoritnya di dekat sisi tubuh yang sering ia gunakan untuk berbalik, atau berbaringlah agak jauh dari si kecil, kemudian ajak ia mendekat dengan cara membalikkan badan. Jika si kecil berhasil, berikan ia pujian atau tepukan agar ia semakin semangat mengulang gerakan tersebut.

Duduk

Setelah mahir membalikkan badan, tak lama lagi ia akan siap untuk melakukan milestone selanjutnya: duduk. Milestone ini biasanya dapat Bunda saksikan setelah ia berusia 4-7 bulan, di mana saat itu otot punggung dan lehernya sudah semakin kuat untuk menopang badan dan kepalanya dengan baik.

Memasuki usia 5 bulan, Bunda dapat mendudukkan si kecil dengan ditopang. Otot leher dan punggungnya kini semakin kuat untuk menahan tubuhnya agar dapat duduk tegak. Nah, sesekali, ia akan dapat duduk tegak tanpa perlu ditopang. Namun tetaplah mengawasi dan jaga si kecil dalam jarak dekat ya. Taruh bantal di sekitar tempatnya berlatih duduk untuk mengurangi risiko jatuh.

Saat usianya menginjak 6-7 bulan, si kecil akan dapat duduk tegak tanpa sokongan. Ia belajar menyeimbangkan diri dengan mencondongkan tubuh dan bertopang pada satu tangannya sehingga Bunda dan Ayah tak perlu lagi menopang tubuhnya. Lama kelamaan, si kecil semakin paham bagaimana cara menjaga keseimbangan tubuhnya dan mulai belajar merangkak.

Merangkak

Kebanyakan bayi akan mulai dapat merangkak di usia 7-10 bulan. Setelah mampu duduk tegak tanpa perlu topangan, si kecil akan mulai belajar menjelajah ruangan dengan cara meletakkan kedua telapak tangan dan lututnya di lantai, lalu mulai mendorong lengan dan lututnya dalam gerakan maju-mundur. Saat usianya 9 atau 10 bulan, ia akan menyadari bahwa kemampuannya menggerakkan lutut seperti itu dapat membuatnya bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Berjalan

Setelah semua milestone yang telah dicapai si kecil di atas, kini tiba saatnya milestone yang paling ditunggu-tunggu setiap Bunda: berjalan.

Setelah usia 10 bulan, otot leher, punggung, tangan dan kaki si kecil kini semakin mantap untuk dapat menopang tubuhnya dengan baik, membuatnya semakin lihai untuk duduk, merangkak, dan berdiri. Kemudian, di usia 9 hingga 12 bulan, Bunda dan Ayah sudah dapat menyaksikan langkah pertama si kecil karena koordinasi ototnya sudah semakin berkembang. Kebanyakan bayi akan dapat berjalan dengan baik di usia 16 atau 17 bulan. Namun, jangan khawatir jika sang buah hati belum dapat berjalan atau mencapai milestone tertentu ya. Setiap anak memiliki perkembangan yang unik dan berbeda-beda satu sama lain. Teruslah berikan stimulasi untuk melatih si kecil mencapai milestone sesuai usianya.

Kapan bayi bisa miring dan tengkurap sendiri?

Pada umumnya bayi bisa tengkurap dan membalikkan badan di usia 3-5 bulan dan rata-rata pada usia 4 bulan. Anda tidak perlu khawatir jika di usia 3 bulan anak Anda belum bisa miring karena hal tersebut masih dalam batas normal.

Kapan bayi mulai miring miring?

Usia 1 bulan: Mulai memiringkan badan. Namun saat memasuki usia 1 bulan, bayi biasanya sudah mulai bisa memiringkan badannya. Ia akan bisa miring ke kanan ataupun ke kiri tanpa dibantu dan kembali telentang kembali.

Apakah bayi 3 bulan sudah bisa miring?

Kebanyakan anak bisa tidur miring ketika usianya sudah genap 1-3 bulan.

Kenapa bayi 3 bulan belum bisa miring dan tengkurap?

Ini tergantung pada seberapa kuat otot leher dan lengan Si Kecil. Oleh karena itu, meski bayi 3 bulan belum bisa tengkurap, ini adalah hal yang normal terjadi, Moms! Jadi, bukan tidak normal, Moms hanya perlu melatih Si Kecil agar lebih siap untuk tengkurap dan berguling.