Transfer antar bank via teller berapa lama

Solopos.com, SOLO -- Gerakan nontunai yang didukung dengan perkembangan teknologi menjadikan layanan keuangan dan perbankan kian memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satu layanan perbankan yang kerap dilakukan adalah transfer uang dari bank yang berbeda atau antar bank.

Ada kalanya terdengar keluhan mengenai transfer antar bank yang membutuhkan waktu cukup lama uang tersebut diterima di rekening tujuan. Ada yang mengeluh menunggu sampai dua hari agar uang transfer itu sampai di rekening tujuan.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Sebagaimana dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  beberapa waktu lalu, transfer adalah kiriman uang yang diterima bank termasuk hasil inkaso yang ditagih melalui bank yang akan diteruskan kepada bank lain untuk dibayarkan kepada nasabah.

Masker Membran Ultrafiltrasi Alumni UGM, Bisa Tangkal Virus dan Droplet

Secara sederhana transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer.

Kemajuan teknologi menjadikan proses transfer uang kian beragam. Dulu transfer dengan bank yang sama maupun antar bank sering dilakukan di kantor bank dengan mengantre di teller. Kini banyak fasilitas yang disediakan untuk transfer uang bisa melalui ATM sampai mobile banking.

Hal yang perlu diketahui saat transfer antar bank adalah mekanismenya. Di Indonesia ada beberapa mekanisme transfer uang antar bank yaiti Real Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Kliring Nasional Indonesia (SKNI) atau Lalu Lintas Giro (LLG), dan Real Time Online (RTO).

RTGS

Sistem transfer antar bank ini bekerja dengan cara bank-bank terhubung dengan sistem RTGS milik Bank Indonesia (BI). Proses transaksinya dapat langsung terlaksana saat itu juga (real time).

Secara prinsip kecepatan penerimaan dana transfer melalui RTGS lebih cepat, namun real time yang dimaksud bukan berarti sampai ke rekening tujuan pada jam dan menit yang sama. Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar beberapa jam atau biasanya sekitar 4 jam.

Sunyinya Bumi dan Pulihnya Lapisan Ozon di Balik Pandemi Covid-19

Apabila transfer dilakukan di atas pukul 15.00, transfer tersebut baru akan sampai ke rekening tujuan pada keesokan harinya. Selain itu, bila transfer antar bank dilakukan pada akhir bulan seperti tanggal 30 atau 31, akan terjadi keterlambatan selama 1 hari kerja karena adanya proses tutup buku.

Transfer menggunakan sistem RTGS cocok untuk transfer uang dengan nominal besar karena biaya transfernya lebih mahal berkisar Rp25.000-Rp50.000. Mekanisme ini hanya bisa dilakukan dengan nominal transfer minimal Rp100 juta per transaksi.

SKNI

Transfer antar bank dengan mekanisme ini bekerja dengan cara bank-bank terhubung dengan SKNI yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI). Sistem ini memiliki periode settlement atau proses pemindahan buku dari rekening pengirim ke rekening penerima yang spesifik.

Bank akan meneruskan perintah transfer nasabah ke SKNI milik BI, lalu uang akan dikumpulkan di sistem BI terlebih dahulu. Setelah proses dan waktu tertentu, sistem dari BI akan mendistribusikan uang tersebut ke bank tujuan atau penerimanya secara berkala sesuai jadwal dalam satu hari.

Beragam Ritual Adat Menangkal Pagebluk: Cukur Gundul hingga Panggil Roh Leluhur

Setelah bank tujuan menerima, barulah uang didistribusikan ke rekening tujuan. Proses kliring ini yang cukup memakan waktu. Bisa mencapai 2-3 hari kerja agar uang yang dikirim sampai rekening tujuan.

Berdasarkan keputusan Bank Indonesia, mulai 1 September 2019 waktu proses kliring ditambah menjadi 9 kali sehari atau setiap jam di hari kerja dari yang sebelumnya hanya 4 kali dalam sehari.

Fenomena Cacing Keluar dari Tanah dan Spekulasi Pertanda Gempa

Selain itu, biaya transfer juga diturunkan menjadi Rp3.500 per transaksi. Transfer SKNI digunakan untuk transfer dengan nilai yang lebih besar dari transfer online, namun tidak boleh melebihi Rp500 juta per transaksi tergantung kebijakan tiap bank.

RTO

Transfer antar bank degan mekanisme ini yang paling umum dilakukan. Biasanya melalui ATM, mobile banking, sampai SMS banking. Sistem ini berupa transfer uang dalam waktu cepat atau real time dengan menggunakan switching yang menghubungkan antar bank.

Dana bisa langsung masuk ke rekening tujuan saat itu juga karena perusahaan switching memfasilitasi transaksi selama 24 jam dalam 7 hari. Biaya transfer mekanisme RTO senilai Rp5.000-Rp7.500 sesuai kebijakan bank.

Cara Mudah Bikin Disinfektan dari Cuka

Meski mudah dan cepat, namunm maksimal transaksi pengiriman dananya terbatas yaitu Rp50 juta dalam sekali transaksi sesuai kebijakan tiap bank.

Itulah beberapa proses transfer antar bank yang berlaku di Indonesia. Tiap mekanisme memiliki keunggulan sendiri-sendiri, jadi sesuaikan dengan kebutuhan.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Ingin transfer uang tapi nggak punya rekening tabungan? Jangan khawatir, karena kamu tetap bisa transfer uang antar bank melalui teller bank. Layanan ini bisa sangat membantu banyak orang yang memutuskan untuk nggek membuka rekening tabungan di bank. Selain transfer uang, kamu juga bisa tarik tunai tanpa batas maskimal di teller bank. 

Walau banyak pilihan cara lain yang lebih mudah untuk transfer uang antar bank, namun mengirim uang lewat teller bank bisa menjadi solusi bagi kamu yang ingin mengirim uang dalam jumlah banyak pada hari yang sama. Sebab, transfer uang antar bank lewat ATM memiliki batasan transfer yang lebih kecil dibandingkan dengan transfer uang antar bank lewat teller.

Nah, kalau kamu mau transfer uang antar bank tapi nggak punya rekening atau uang yang kamu ingin transfer melebihi limit transfer harian, kamu bisa transfer uang lewat teller bank. Simak langkah-langkahnya berikut ini ya.

Cara Transfer Uang Antar Bank Lewat Teller

Datangi cabang bank terdekat dan bawa uang yang ingin kamu transfer. Siapkan juga biaya administrasi transfer antar bank sebesar Rp6.500.

  1. Ambil antrian dan isi formulir untuk transfer uang dengan benar. Lengkapilah formulir dengan data diri kamu, nomor rekening tujuan, dan jumlah uang yang akan dirikim.
  2. Lalu berikan kepada teller agar transaksimu bisa diproses. Petugas bank akan menghitung uang yang ingin kamu kirim sesuai dengan formulir yang telah diisi. 
  3. Jika transaksi sudah berhasil, kamu akan mendapatkan bukti transfer yang perlu kamu tanda tangani.
  4. Transaksi sudah selesai. Simpan bukti transfer sebagai tanda bukti keberhasilan transaksi. 

Cara Transfer Uang Saat Bank Tutup

Walau cara kirim antar bank lewat teller terbilang mudah, nggak menutup kemungkinan bank sedang tutup saat kamu ingin mengirim uang. Agar kamu bisa tetap transfer uang walau nggak punya rekening tabungan, ada beberapa cara lain yang bisa kamu lakukan.

Alternatif lain untuk transfer uang tanpa rekening adalah menggunakan wesel pos, melalui minimarket yang buka selama 24 jam penuh. Pilihan ini bisa membantumu untuk kirim uang tanpa harus memiliki rekening dengan cepat dan praktis. Namun, transfer di tempat-tempat tersebut juga dikenakan biaya administrasi. Agar transaksimu bisa langsung diproses, jangan lupa untuk mengetahui syarat & ketentuannya dan membawa uang lebih untuk digunakan sebagai biaya transaksi. 

Dengan adanya layanan transfer uang antar bank tanpa rekening, kamu nggak perlu bingung lagi saat mau transfer uang. Kamu cukup mengikuti langkah-langkah yang sudah disebutkan di atas dan transaksimu sudah bisa dilakukan. Semoga informasinya bermanfaat dan bisa membantu kamu yang sedang ingin transfer uang antar bank ya! 

Liputan6.com, Jakarta - Ketika kamu melakukan transfer uang antar bank, rasanya terlihat mudah dan sederhana. Meski begitu,kadang prosesnya bisa memakan waktu yang cukup lama kalau salah pilih jenis transfer.

Sebagai contoh, saat kamu melakukan transaksi transfer antar bank via teller. Dugaanmu, pasti uang akan langsung terkirim ke rekening tujuan kan? Eits tunggu dulu ya. Apa dulu nih jenis transfer yang kamu pilih saat mengisi slip transfer di bank?

Ternyata, ada tiga jenis transaksi pengiriman uang yang perlu kamu ketahui. Dikutip dari Swara Tunaiku, ketiganya adalah transfer, kliring, serta RTGS. Jika kamu mencentang transfer pada slip, bisa saja nih uangmu akan lama sampainya!

  • 10 Strategi Atasi Stres soal Uang
  • Anda Sulit Kaya? Ini Penyebabnya

Sebenarnya, selain transfer kamu juga bisa memanfaatkan beberapa jenis transaksi, seperi kliring dan RTGS. Jadi saat akan melakukan transaksi via mobile atau internet banking dan teller bank, ketiga cara ini bisa dipilih.

Namun, karena banyak yang kurang tahu akan kliring dan RTGS, jadi pilihannya jatuh pada transfer saja. Agar tak bingung lagi, yuk cari tahu perbedaan berbagai jenis transfer berikut ini:

Kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG)

LLG  sangat berguna ketika kamu akan melakukan transfer antar bank. Baik dilakukan melalui mobile,internet banking serta teller bank. LGG sendiri adalah suatu mekanisme dalam pembayaran yang mewajibkan sebuah bank untuk melakukan proses kliring (clearing) terlebih dahulu. 

Atau lebih tepatnya, bank melakukan suatu tindakan pemeriksaan apakah saldo rekeningmu yang akan ditransfer benar-benar cukup atau tidak. Prosedur transfer LGG hingga dana sampai ke rekening penerima bisa memakan waktu yang cukup lama yaitu 2 hingga 3 hari kerja lho.

Mengapa prosesnya bisa memakan waktu yang lama? Penyebabnya adalah bank pengirim harus mengirim ke Bank Indonesia (BI). Barulah sesudahnya BI yang akan melakukan pengiriman ke bank penerima. Jadi uangmu tak bisa langsung dikirim tetapi harus melewati mekanisme bank to bank.

Penyebab lainnya adalah proses kliring ini akan dilakukan sesuai dengan jadwal masing masing bank sehingga kurang fleksibel untuk memprosesnya.Oleh karenanya, kamu mesti sabar ya jika mau memakai jenis transfer yang satu ini.

Namun, kelebihannya adalah biaya transfer lebih murah yaitu Rp 5.000 saja dan bisa untuk transfer hingga Rp 99.999.999 per hari.

Real Time Gross Settlement (RTGS)

Saat memilih RTGS, uang yang kamu transfer bisa langsung dikirimkan pada rekening tujuan lho. Namun, meski namanya adalah RTGS, uang tak akan sampai saat itu juga. Namun memerlukan waktu untuk proses pengecekan yang bisa memakan waktu 3 sampai 4 jam.

Jika beruntung uangmu bisa sampai ke rekening tujuan dengan waktu yang lebih cepat. Contohnya adalah kamu mentransfer uang pada pukul 15.00 atau jam tutup bank. Maka, uang transfer RTGS akan sampai pada keesokan harinya.

Ada lagi nih kondisi lain, seperti saat kamu transfer pada penghujung bulan seperti tanggal 30 atau 31. Maka uang yang kamu kirim bisa sampai ke rekening tujuan selang 1 hari kerja. Hal ini dipengaruhi oleh adalah tutup buku bank yang dilakukan setiap bulannya.

Ketika kamu akan melakukan transaksi bisnis dengan nilai yang besar, RTGS bisa jadi pilihan. Misalnya, saat kamu harus mengirim uang sebesar Rp100 juta, disarankan memakai RTGS saja. Dengan memakai jenis transaksi ini, kamu tak perlu repot-repot melakukan tarik tunai untuk transfer uang ke rekening lain.

Namun, dibandingkan dengan LLG, biaya transfer RTGS sedikit lebih mahal yaitu sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu untuk tiap kali bertransaksi.

Simak video pilihan di bawah ini: