Tarian-tarian yang dimiliki setiap daerah di indonesia

Tari-tarian yang dimiliki setiap daerah di Indonesia menggambarkan?

  1. impian daerah tersebut
  2. tradisi dan tata kehidupan daerah tersebut
  3. mitos yang beredar di masyarakat
  4. tradisi daerah lain yang dilihat
  5. Semua jawaban benar

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: B. tradisi dan tata kehidupan daerah tersebut.

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban B benar, dan 0 orang setuju jawaban B salah.

Tari-tarian yang dimiliki setiap daerah di Indonesia menggambarkan tradisi dan tata kehidupan daerah tersebut.

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban A. impian daerah tersebut menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. tradisi dan tata kehidupan daerah tersebut menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban C. mitos yang beredar di masyarakat menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Jawaban D. tradisi daerah lain yang dilihat menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.

Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah B. tradisi dan tata kehidupan daerah tersebut

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Indonesia terkenal dengan Bhineka Tunggal Ika yang punya makna keberagaman yang bercampur menjadi satu. Keberagaman inilah yang membuat masing-masing daerah memiliki berbagai ciri khasnya masing-masing, termasuk tarian daerah yang dijaga selama turun-temurun. Bukan hanya satu, setiap daerah pun punya beberapa daftar tarian tradisionalnya yang digunakan untuk upacara yang berbeda-beda juga.

Setiap tarian pun punya cirinya sendiri, mulai dari pakaian yang digunakan sampai gerakan yang ada di dalamnya. Unsur-unsur tersebut pastinya memiliki arti yang mendalam dan dipercaya oleh masyarakat dari daerah asalnya.

Tarian Daerah Asli Indonesia

Tarian Daerah Asli Indonesia

No.

Nama Tarian

Asal

1

Tari Saman Meuseukat

D. I. Aceh

2

Tari Kecak

Bali

3

Tari Sekapur Sirih

Jambi & Kepulauan Riau

4

Tari Jaipong

Jawa Barat

5

Tari Reog Ponorogo

Jawa Timur

6

Tari Poco-poco

Maluku Utara

7

Tari Topeng

Betawi/DKI Jakarta

8

Tari Kipas Pakarena

Sulawesi Selatan

9

Tari Andun

Bengkulu

10

Tari Bendrong Lesung

Banten

11

Tari Piring

Sumatera Barat

12

Tari Pendet

Bali

13

Tari Serimpi

Jawa Tengah

14

Tari Saronde

Sulawesi Utara

15

Tari Selampit Delapan

Jambi

16

Tari Lilin

Sumatera Barat

17

Tari Pinggan

Kalimantan

18

Tari Giring-Giring

Kalimantan Tengah

19

Tari Masyoh

Papua

20

Tari Piso Surit

Sumatera Utara

21

Tari Merak

Jawa Barat

22

Tari Kuda Lumping

Jawa Timur

23

Tari Papatai

Kalimantan Timur

24

Tari Jepen

Kalimantan Timur

25

Tari Melinting

Lampung

26

Tari Cakalele

Maluku

27

Tari Suanggi

Papua

28

Tari Serampang Dua Belas

Sumatera Utara

29

Tari Janger

Bali

30

Tari Selamat Datang

Papua

31

Tari Tenun Songket

Palembang

32

Tari Campak

Bangka Belitung

33

Tari Maengket

Sulawesi Utara

34

Tari Bedana

Lampung

Tarian Daerah Asal Provinsi Jawa

Nama Tarian Asal Tarian
Tari Jathilan Jawa Tengah
Tari Lengger Lanang Banyumas
Tari Kendalen Jawa Tengah
Tari Gambyong Jawa Tengah
Tari Gambang Semarang Jawa Tengah
Tari Beksan Wireng Solo
Tari Gambir Anom Solo
Tari Prawiroguno Jawa Tengah
Tari Serimpi Jawa Tengah

Tarian Daerah Asal Provinsi Maluku

Daftar Tarian Daerah Asal Provinsi Maluku

Tari Katreji

Tari Pete Cengkeh
Tari Enggo Lari
Tari Pukul Sagu
Tari Serafim
Dansa Tali kreasi baru
Tari Berburu
Tari Orlapei gaba – gaba kreasi baru
Tari Huhate
Tari Hula – hula
Tari Tifa Lenso

Tari-tarian Daerah yang Paling Populer di Indonesia

Tari-tarian Daerah yang Paling Populer di Indonesia

Dari keberagaman kesenian daerah, ada beberapa tarian daerah yang cukup populer. Ketenarannya pun sudah tersebar sampai ke beberapa negara tetangga dan sering jadi daya tarik wisatawan asing untuk mengunjungi daerah tersebut. Berikut beberapa tarian tradisional asal Indonesia yang sangat terkenal.

1. Tari Saman (Aceh)

Tari Saman, tarian daerah dari Aceh

Kesenian asli Indonesia yang satu ini sudah sangat dikenal di berbegai belahan dunia. Tari Saman sudah sering ditampilkan oleh para wakil Indonesia di ajang internasional. Tarian ini biasanya dibawakan untuk memperingati upacara adat penting masyarakat Aceh.

Tarian Saman sendiri berasal dari suku Gayo dan menggunakan bahasa Gayo dalam setiap penampilannya. Kesenian yang satu ini salah satu yang dijaga dengan baik oleh seluruh masyarakat Indonesia terbukti dengan hadirnya sebagai ekstrakulikuler di berbagai tingkat sekolah.

Tari Saman juga sudah ditetapkan UNESCO sebagai “Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity” pada 2011 silam. Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang Komiter Antar-Pemerintah ke-6 untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO yang diselenggarakan di Bali.

2. Tari Kecak (Bali)

Tari daerah dari Aceh, yaitu Tari Kecak

Daya tarik Bali bukan hanya keindahan alam dan keramahan masyarakatnya. Bali juga punya kesenian tari kecak yang masih terjaga sampai sekarang. Tari kecak ini pun masih dibawakan secara rutin di lokasi wisata terkenal di Bali untuk menghibur wisatawan yang datang.

Tarian tradisional ini diisi oleh tujuh puluh orang penari yang berdiri melingkar sambil meneriakan kata “cak cak cak” berkali-kali. Cerita yang diangkat dalam tarian ini adalah tokoh pewayangan Ramayana yang hendak menyelamatkan putri yang diculik. Tarian ini juga sangat menarik karena dihiasi dengan atraksi api di dalamnya.

3. Tari Jaipong (Jawa Barat)

Tari daerah asal Jawa Barat, Tari jaipong

Jawa Barat merupakan provinsi yang sangat luas dan membuatnya punya banyak kebudayaan di dalamnya. Salah satunya tari Jaipong yang menggabungkan berbagai kesenian di dalamnya, mulai dari wayang golek, pencak silat, dan ketuk tilu. Tari Jaipong lahir dari seniman bernama H. Suanda sekitar tahun 70-an silam.

Tarian yang satu ini ditampilkan untuk menyambut tamu yang datang, baik untuk urusan kedaerahan atau tamu internasional yang datang ke Indonesia. Tarian ini punya gerakan yang sangat semangat dengan iringan musik yang cepat juga. Kamu bisa melihat keindahan gerakannya saat menontonnya langsung.

4. Tari Pendet (Bali)

Tarian daerah Pendet, berasal dari Bali

Selain tari kecak, Bali juga punya tari pendet yang cukup populer sampai ke mancanegara. Tari pendet punya gerakan unik yang jadi ciri khasnya. Sang penari akan menggerakan badan, tangan, jari, leher, dan matanya mengikuti alunan musik.

Tarian pendet ini ditampilkan untuk mengungkapkan rasa syukur atas segala karunia yang diberikan oleh para dewa. Tak heran tarian ini sering diadakan di tempat ibadah dalam hari besar masyarakat di Bali. Namun, tarian ini juga sering dijumpai dalam acara kenegaraan untuk menyambut para tamu.

5. Tari Reog Ponorogo (Jawa Timur)

Tarian daerah Reog Ponorogo, berasal dari Jawa Timur

Saking bagusnya kesenian yang satu ini, negara tetangga pernah mau mengklaimnya menjadi kebudayaan mereka. Tarian yang berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur, ini bercerita tentang raja yang ingin melamar putri Kediri bernama Dewi Ragil Kuning. Namun, rencana ini pun dihadang oleh Raja Kediri.

Dalam kesenian ini, beberapa penari akan memakai pakaian besar berbentuk macan. Kabarnya, para penarinya harus “kerasukan” dulu supaya kuat mengangkat reognya. Biarpun menyeramkan, kesenian tradisional ini tetap sangat menghibur untuk ditonton.

6. Tari Topeng Betawi (Jakarta)

Tarian daerah asal Betawi, Tari Topeng

Banyak orang mengira ondel-ondel jadi kesenian terbesar yang ada di Jakarta. Sebenarnya, tari topeng Betawi punya kepopuleran yang sama. Malahan, tari-tarian ini selalu hadir dalam perayaan kedaerahan yang diadakan di ibu kota.

Seperti namanya, para penari akan mengenakan topeng dan pakaian dengan warna cerah saat membawakannya. Selain itu, musik dari tari topeng betawi juga sangat khas dengan campuran adat Melayu dan Tionghoa yang sudah hidup lama di tanah Betawi sejak dulu.

7. Tari Piring (Sumatera Barat)

Tarian daerah Sumatera Barat, Tari Piring

Keunikannya terletak dari properti tarian yang digunakannya, yaitu piring. Dulunya tari piring ditampilkan sebagai rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah sehingga masyarakat bisa mendapatkan makanan yang banyak.

Tari piring ini dilakukan oleh kelompok yang berisi pria dan perempuan. Para penarinya akan menari mengikuti iringan lagu yang semakin cepat. Hebatnya, piring-piring yang dibawa seperti menempel di tangan mereka dan tidak akan terjatuh.

8. Tari Sekapur Sirih (Jambi)

Tarian ini berasal dari daerah Jambi dan biasa digunakan sebagai tarian penyambutan dan dimainkan oleh penari wanita. Sebagai tarian penyambutan, Tari Sekapur Sirih ini kerap dipertunjukkan saat ada tamu kehormatan yang berkunjung ke Provinsi Jambi. Para penari pun membawakan cerano sebagai tanda persembahannya.

Tari Sekapur Sirih dimaknai sebagai sebuah sikap keterbukaan masyarakat Jambi dalam menyambut para tamu yang datang ke sana. Selain itu, tarian ini juga sebagai ungkapan rasa syuruk dan kebahagiaan masyarakat saat menyambut tamu tersebut.

9. Tari Kipas Pakarena (Sulawesi Selatan)

Tari yang berasal dari kerajaan Gowa, Makasar, Sulawesi Selatan ini memiliki makna yang mendalam di setiap gerakannya. Tarian ini menggambarkan perpisahan antara Boting Langi (khayangan) dengan Lino (Bumi). Setiap gerakannya menggambarkan ajaran kepada masyarakat bumi saat berternak, berburu, dan berocok tanam sebagai ungkapan rasa syukur kepada khayangan.

10. Tari Serimpi (Jawa Tengah)

Tari Serimpi atau Srimpii merupakan salah bentuk penyajian tari Jawa klasik dari Kesultanan Mataram yang kemudian dilestarikan oleh empat istana pewarisnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Serimpi merupakan jenis tarian yang sakral dan tidak bisa disamakan dengan tari pentas yang lainnya.

Pada zaman dulu, penari yang memainkan tarian ini hanya orang-orang terpilih yang ditentukan oleh keraton. Tingkat kesakralannya sama dengan pusaka atau benda-benda yang melambangkan kekuasaan raja yang berasal dari zaman Jawa Hindu.

11. Tari Lilin (Sumatra Barat)

Menurut cerita rakyat gerakan tarian ini terinspirasi dari gerakan seorang gadis yang sedang mencari cincin pertunangannya di sekitar rumah dengan menggunakan lilin sebagai bantuan penerangannya. Awalnya Tari Lilin hanya dipertunjukkan saat acara-acara adat saja, tapi sering perkembangan zaman, tari ini juga kemudian masuk ke dalam pertunjukkan kesenian dan hiburan.

12. Tari Saronde (Gorontalo)

Tarian ini terinspirasi dari salah satu tradisi masyarakat Gorontalo saat malam pertunangan dalam rangkaian upacara perkawinan adat mereka. Selain dimainkan saat acara pernikahan adat, Tari Saronde ini juga dipertontonkan pada momen-momen acara seperti festival budaya, penyambutan, dan pertunjukan seni.

Saat digelar pada pernikahan adat, tarian ini biasanya dilakukan oleh mempelai pria bersama orang tua atau wali dihadapan mempelai wanita. Sembari menari, mempelai pria ini melirik-lirik ke arah mempelai wanita untuk melihat secantik apa calon istrinya tersebut.

13. Tari Papatai (Kalimantan Timur)

Tarian yang satu ini termasuk ke dalam jenis tarian peperangan lainnya dari suku Dayak. Namun, meskipun termasuk ke dalam tarian perang, Tarian Papatai juga memiliki banyak unsur seni teatrikal dan seni tari di dalamnya. Dari segi gerakan, tarian ini menampilkan gerakan yang gesit, lincah dan akrobatik dari para penarinya.

Hal yang membuat tarian ini menegangkan adalah kedua penarinya dilengkapi dengan Mandau asli dan sebuah perisai untuk bertahan. Kedua properti ini digunakan untuk mendukung aksi pertempuran di dalam tariannya.

14. Tari Bedana (Lampung)

Tari yang termasuk ke dalam tarian tradisional Zapin Melayu ini dipercayai berkembang dari ajaran agama Islam dan merupakan tarian yang menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat Lampung saat itu. Pada waktu itu, tari ini kerap kali dimainkan saat ada salah satu anggota keluarga yang khatam (menamatkan) Al-Quran.

Tari ini biasa dilakukan secara berpasangan atau berkelompok antara laki-laki dengan perempuan. Untuk mengiringinya, tarian ini umumnya menggunakan alat musik tradisional khas Lampung seperti karenceng, marwis, dan gitar gambus.

15. Tari Janger (Bali)

Janger menjadi gerak tari klasik Bali yang merupakan pemindahan dari gerakan Tari Arja, Topeng, Tari Baris atau Jauk. Seni tari ini tergolong dalam jenis tari kreasi baru yang diadaptasi dari rutinitas para petani kopi di Bali sebagai hiburan untuk melepas lelah setelah seharian bekerja.

Unsur tari rakyat di sini sangat kental dengan digunakannya nyanyian yang dinyanyikan secara bersahut-sahutan antara satu sama lain. Dari nyanyian ini terdengar suasana yang begitu gembira dari kehidupan masyarakat yang membawakannya.

16. Tari Cakalele (Maluku)

Tari cakalele adalah tarian daerah Maluku yang merupakan tari perang. Tari cakalele merupakan bentuk seni tari yang melambangkan keberanian, ketangkasan, keperkasaan, dan rasa persekutuan. 

Tari perang ini ditampilkan oleh lima sampai 30 penari. Tarian daerah ini ditampilkan untuk memberikan semangat para pasukan untuk melawan penjajah. Namun, jauh sebelum itu tarian ini merupakan penghormatan bagi pelaut yang ingin berlayar agar mendapatkan restu dari arwah leluhur. 

17. Tari Serampang Dua Belas (Sumatera Utara)

Tari Serampang Dua Belas merupakan karya seorang guru di Sumatera Utara, yaitu Guru Sauti. Tarian Serampang Dua Belas merupakan tarian dengan gerakan cepat dengan lagu bernama serampang. Sementara angka Dua Belas merujuk kepada ragam gerak tari tersebut yang berjumlah 12.

Tarian daerah Sumatera Utara ini berkisah tentang dua manusia yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya mendapatkan restu dari kedua orang tua pihak perempuan dan kemudian berujung pada pernikahan.

Untuk menampilkan tarian daerah tersebut penari wanita memakai baju kurung lengan panjang dengan kain yang menutupi pinggang hingga mata kaki. Sementara itu, penari pria memakai kemeja dan celana panjang, dengan peci dan kain di pinggang sepanjang lutut.

Itu dia beberapa tari-tari daerah yang sangat populer. Ada baiknya kamu tahu semua atau sebagian di antaranya dan ikut melestarikannya. Mungkin bisa ambil bagian menjadi salah satu penarinya atau membuka kelas tari untuk anak-anak dan remaja. Dengan begitu, kekayaan kebudayaan Indonesia akan terjaga sampai kapan pun.

(Ade Kurnia Irawan)