Sebutkan apa saja peran yang dapat dilakukan dari generasi Z dalam upaya penegakan hak asasi manusia?

Artikel ini mencoba menjelaskan peran dan fungsi mahasiswa dalam pemajuaan Hak Asasi Manusia,sebagai kekuatan penekan, mahasiswa dapat memainkan peran dalam penegakan HAM dengan pilihan strategi dan taktik seperti menggunakan parlemen jalanan sebagai sebuah taktik gerakan ketika pelanggaran HAM terjadi. Membangun jejaring gerakan HAM dengan lembaga-lembaga yang relevan dan penting, misalnya Komnas HAM, Komisi Hukum DPR RI, Mahkamah Konstitusi, LSM, dan kelompok-kelompok mahasiswa di berbagai universitas, Melakukan advokasi kebijakan untuk memastikan bahwa pola, struktur dan kelembagaan negara betul-betul ramah terhadap penghormatan HAM.

KOMPAS.com - Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Hak ini mutlak dan selalu melekat dalam pribadi tiap manusia. Tidak ada pihak yang berhak mengambil, merebut, bahkan menghapuskan hak asasi manusia yang dimiliki seseorang.

Permasalahan tentang penegakan HAM, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pihak terkait saja. Sudah seharusnya masyarakat ikut ambil bagian dalam hal penegakan HAM di lingkungannya.

Dikutip dari jurnal Penegakan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia di Indonesia dalam Konteks Implementasi Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (2019) karya Lilis Eka Lestari dan Ridwan Arifin, penegakan HAM merupakan cerminan dari sila kedua Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab.

Bisa dikatakan jika penegakan HAM dilakukan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang adil dan beradab, sesuai nilai yang dikandung Pancasila. Dalam hal ini, peran pemerintah, Komnas HAM, masyarakat, dan pihak lainnya sangat dibutuhkan untuk mendukung penegakan HAM di Indonesia.

Baca juga: Komnas HAM: Fungsi dan Tujuannya

Menurut Heri Herdiawanto dan kawan-kawan dalam buku Kewarganegaraan & Masyarakat Madani (2019), ada beberapa bentuk dukungan yang dapat dilakukan warga masyarakat dalam upaya penegakan HAM. Dukungan masyarakat tersebut adalah:

  • Menolak dengan tegas segala bentuk pelanggaran HAM

Pada dasarnya, pelanggaran HAM sama saja dengan melanggar harkat dan martabat manusia. Masyarakat harus tegas menolak segala bentuk pelanggaran HAM, dengan cara menghormati hak orang lain, menghargai keputusan atau pendapat orang lain, tidak melakukan perbuatan yang dapat melanggar harkat serta martabat manusia, dan lain sebagainya.

  • Bersikap kritis terhadap upaya penegakan HAM

Selain menolak segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia, masyarakat juga harus bersikap kritis terhadap upaya penegakan HAM. Misalnya memberi bantuan kemanusiaan, mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dan aparat dalam proses peradilan HAM, bersikap tegas kepada pelaku pelanggaran HAM, dan lain sebagainya.

Contoh bentuk dukungan masyarakat

Jika dirangkum, setidaknya ada empat contoh bentuk dukungan masyarakat yang bisa dilakukan dalam penegakan HAM, yaitu:

Sikap saling menghormati dan menghargai merupakan bentuk dukungan yang paling dasar. Karena dengan kedua sikap ini, manusia bisa hidup rukun, aman, tentram, dan damai. Khususnya ketika masyarakat saling memahami hak apa saja yang dimiliki sebagai hak asasi manusia.

Baca juga: Landasan Hukum HAM di Indonesia

  • Memberi kepercayaan kepada pemerintah dan lembaga penegakan HAM

Masyarakat juga bisa memberi dukungan berupa kepercayaan kepada pemerintah dan lembaga terkait, dalam upaya penegakan HAM. Masyarakat harus percaya jika pemerintah akan melakukan berbagai upaya dalam melindungi dan menegakkan HAM.

  • Melaporkan tiap pelanggaran HAM

Bentuk dukungan lainnya ialah masyarakat bisa melaporkan tiap pelanggaran HAM yang diketahui, pernah dilihat, atau bahkan dialaminya, ke pihak yang berwenang. Setelah melaporkan, masyarakat bisa tetap mengawasi jalannya proses peradilan HAM, agar pelaku dihukum seadil mungkin.

  • Menyebarluaskan informasi mengenai penegakan HAM

Masyarakat juga bisa turut membantu menyebarluaskan informasi ke publik, khususnya yang berkaitan dengan penegakan HAM dan apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah pelanggaran HAM terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kabar Latuharhary – Komnas HAM sebagai pengampu pemajuan dan penegakan HAM di Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan kelompok-kelompok dalam ruang sosial, termasuk mahasiswa merupakan elemen yang sangat penting. Pemuda dan mahasiswa sebagai agent of change berperan dalam melakukan advokasi kebijakan untuk memastikan bahwa pola, struktur dan kelembagaan negara bekerja berdasarkan perspektif hak asasi manusia.“Aksi demo sebagai media berekspresi mahasiswa baik dilakukan, selama dilakukan secara damai dan tidak merusak apalagi melakukan kekerasan,” kata  Beka Ulung Hapsara, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI saat menjadi narasumber dalam Webinar Nasional. Acara ini diselenggarakan oleh UKM Debat Merah Putih  Fakultas Hukum Universitas Pakuan pada Jumat (22/01/2021).

Webinar ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Yenti Garnasih dan  Influencer Millenial, Sherly Anafita. Webinar ini mengangkat tema “Resolusi 2021: Tantangan dan Peluang Para Pemuda di Tengah Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19”.

 


 
Mengawali Webinar, Yenti mengatakan bahwa pemuda sebagai agent of change memiliki peran untuk merubah dengan tetap mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan di era pandemi covid 19. Pemuda yang akrab dengan digital dan internet things sangat berperan dalam mempengaruhi publik  Selain itu, Mahasiswa yang tanggap terhadap tekologi dan digital diharapkan bersikap kritis objektif dan konstruktif, bisa memahami permasalahan, ikut mengikuti perkembangan yang ada, termasuk perkembangan sosial terutama di era pandemi COVID 19.“Kebebasan berpendapat dan berekspresi perlu di perhatikan batasannya,” sambung Beka. Memukul aparat, ujaran kebencian, hoax, menyerang fasilitas umum. Merupakan tindakan pidana. Sebagai generasi penerus bangsa, para pemuda diharapkan mampu berekspresi dengan baik dan substantif. Pesan yang ingin disampaikan kepada pemerintah dapat dilakukan dengan cara damai tanpa merusak dan  melakukan kekerasan.

Sherly menambahkan,  para peneliti sosial sepakat bahwa dampak COVID-19  tidak  hanya masalah  kesehatan melainkan juga ekonomi. Kelompok yang dapat bertahan dalam kondisi ini adalah para pemuda. Selain itu, pemuda dapat menawarkan masa depan terutama dalam hal teknologi dan internet things.

Menutup webinar, Beka berharap bahwa pemuda dan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus responsif terhadap kondisi sosial terkini. Pemuda harus mampu menjadi agent of change terutama terkait pemajuan HAM di Indonesia. Komnas HAM sebagai pengampu HAM di Indonesia tidak dapat bekerja sendiiri, kerjasama dari pemuda dan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk membumikan HAM di Indonesia, tukas Beka. (Feri/LY)

Dosen Pengampu: Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H

Penulis : Um Fitrotil Untsa, Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Fakultas Teknologi Industri, Prodi Teknik Industri

Sudah tidak asing lagi saat kita mendengar istilah Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia adalah hak kodrati pada diri setiap manusia sejak dalam kandungan hingga dilahirkan yang berlaku seumur hidup, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, status, jabatan sehingga individu tersebut dapat mengembangkan dirinya (self determination) seutuhnya sebagai manusia. Berdasarkan Undang-undang no. 39 tahun 1999, pengertian HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia dan menurut Mukadimah Universal Declaration of Human Right (Deklarasi Universal HAM) tahun 1948,HAM dapat diartikan setiap orang punya hak yang sama untuk memperoleh kebebasan, keadilan, dan perdamaian dunia.

Dalam Al-Qur'an juga membahas tentang HAM seperti yang ada di QS Al-Maidah ayat 32 yang berbunyi 

Yang artinya ''Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya,'' (QS Al-Maidah: 32).

Dan juga Secara konstitusional , HAM diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 sampai Pasal 34. Pemerintah secara khusus mengeluarkan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Namun, berbagai pelanggaran HAM faktanya masih terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Namun, apakah arti HAM yang sesungguhnya sudah benar benar diterapkan di kehidupan? pada kenyataannya penegakan HAM masih banyak sekali yang tidak sesuai dengan yang seharusnya dilansir dari Komnas HAM contoh pelanggaran yang terjadi di indonesia pada tahun 2022 adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah hal itu dapat terjadi karena dalam proses pengukuran lahan warga untuk pembukaan pertambangan batu andesit di desa tersebut yang akhirnya memicu terjadinya kericuhan berujung kekerasan.

Tanpa kita sadari dan telaah secara mendalam sering kali terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia di masyarakat, yang kadang sudah dianggap biasa dan di sepelekan. Di lingkungan sekitar kita sering terjadi kasus pembullyan, perundungan, penyiksaan, kurang bebas dalam berpendapat dan lain-lain, hal-hal itu sudah sering kita temui dan seharusnya kita bisa mencegah agar hal tersebut tidak terjadi namun, kita sering acuh dan mengandalkan orang lain agar orang lain yang menanganinya padahal keikutsertaan kita dalam membantu menangani kasus- kasus di sekitar kita sangat membantu untuk keberhasilan penegakan HAM selanjutnya, kita sebagai generasi muda seharusnya bisa melakukan pencegahan secara preventif.

Dapat kita ambil salah satu contoh kasus pelanggaran HAM yang bisa saja dianggap remeh oleh beberapa orang yaitu kasus pembullyan. kasus pembullyan sering kali terjadi dan malah pelaku dari pembullyan ini sering kali masih dibawah umur dan anak remaja yang masih labil, faktor dari terjadinya pembullyan ini beragam bisa dari faktor pergaulan, lingkungan, pertemanan dan masih banyak lagi, kasus pembullyan ini tidak bisa kita anggap remeh karena trauma yang dihasilkan dari pembullyan selain dapat menyerang secara fisik maupun mental yang akan menghasilkan beban traumatis tersendiri. cara mencegah terjadinya pembullyan bukan hanya dapat dicegah dari pembelajaran di sekolah, hal tersebut masih sangat kurang untung menumbuhkan rasa agar dapat ikut menegakkan HAM, pembelajaran tentang HAM harus lebih di gembor- gemborkan lagi guna mencapai tujuan penegakan HAM.


Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya


Page 2

Dosen Pengampu: Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H

Penulis : Um Fitrotil Untsa, Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Fakultas Teknologi Industri, Prodi Teknik Industri

Sudah tidak asing lagi saat kita mendengar istilah Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia adalah hak kodrati pada diri setiap manusia sejak dalam kandungan hingga dilahirkan yang berlaku seumur hidup, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, status, jabatan sehingga individu tersebut dapat mengembangkan dirinya (self determination) seutuhnya sebagai manusia. Berdasarkan Undang-undang no. 39 tahun 1999, pengertian HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia dan menurut Mukadimah Universal Declaration of Human Right (Deklarasi Universal HAM) tahun 1948,HAM dapat diartikan setiap orang punya hak yang sama untuk memperoleh kebebasan, keadilan, dan perdamaian dunia.

Dalam Al-Qur'an juga membahas tentang HAM seperti yang ada di QS Al-Maidah ayat 32 yang berbunyi 

Yang artinya ''Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya,'' (QS Al-Maidah: 32).

Dan juga Secara konstitusional , HAM diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 sampai Pasal 34. Pemerintah secara khusus mengeluarkan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Namun, berbagai pelanggaran HAM faktanya masih terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Namun, apakah arti HAM yang sesungguhnya sudah benar benar diterapkan di kehidupan? pada kenyataannya penegakan HAM masih banyak sekali yang tidak sesuai dengan yang seharusnya dilansir dari Komnas HAM contoh pelanggaran yang terjadi di indonesia pada tahun 2022 adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah hal itu dapat terjadi karena dalam proses pengukuran lahan warga untuk pembukaan pertambangan batu andesit di desa tersebut yang akhirnya memicu terjadinya kericuhan berujung kekerasan.

Tanpa kita sadari dan telaah secara mendalam sering kali terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia di masyarakat, yang kadang sudah dianggap biasa dan di sepelekan. Di lingkungan sekitar kita sering terjadi kasus pembullyan, perundungan, penyiksaan, kurang bebas dalam berpendapat dan lain-lain, hal-hal itu sudah sering kita temui dan seharusnya kita bisa mencegah agar hal tersebut tidak terjadi namun, kita sering acuh dan mengandalkan orang lain agar orang lain yang menanganinya padahal keikutsertaan kita dalam membantu menangani kasus- kasus di sekitar kita sangat membantu untuk keberhasilan penegakan HAM selanjutnya, kita sebagai generasi muda seharusnya bisa melakukan pencegahan secara preventif.

Dapat kita ambil salah satu contoh kasus pelanggaran HAM yang bisa saja dianggap remeh oleh beberapa orang yaitu kasus pembullyan. kasus pembullyan sering kali terjadi dan malah pelaku dari pembullyan ini sering kali masih dibawah umur dan anak remaja yang masih labil, faktor dari terjadinya pembullyan ini beragam bisa dari faktor pergaulan, lingkungan, pertemanan dan masih banyak lagi, kasus pembullyan ini tidak bisa kita anggap remeh karena trauma yang dihasilkan dari pembullyan selain dapat menyerang secara fisik maupun mental yang akan menghasilkan beban traumatis tersendiri. cara mencegah terjadinya pembullyan bukan hanya dapat dicegah dari pembelajaran di sekolah, hal tersebut masih sangat kurang untung menumbuhkan rasa agar dapat ikut menegakkan HAM, pembelajaran tentang HAM harus lebih di gembor- gemborkan lagi guna mencapai tujuan penegakan HAM.


Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya


Page 3

Dosen Pengampu: Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H

Penulis : Um Fitrotil Untsa, Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Fakultas Teknologi Industri, Prodi Teknik Industri

Sudah tidak asing lagi saat kita mendengar istilah Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia adalah hak kodrati pada diri setiap manusia sejak dalam kandungan hingga dilahirkan yang berlaku seumur hidup, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, status, jabatan sehingga individu tersebut dapat mengembangkan dirinya (self determination) seutuhnya sebagai manusia. Berdasarkan Undang-undang no. 39 tahun 1999, pengertian HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia dan menurut Mukadimah Universal Declaration of Human Right (Deklarasi Universal HAM) tahun 1948,HAM dapat diartikan setiap orang punya hak yang sama untuk memperoleh kebebasan, keadilan, dan perdamaian dunia.

Dalam Al-Qur'an juga membahas tentang HAM seperti yang ada di QS Al-Maidah ayat 32 yang berbunyi 

Yang artinya ''Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya,'' (QS Al-Maidah: 32).

Dan juga Secara konstitusional , HAM diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 sampai Pasal 34. Pemerintah secara khusus mengeluarkan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Namun, berbagai pelanggaran HAM faktanya masih terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Namun, apakah arti HAM yang sesungguhnya sudah benar benar diterapkan di kehidupan? pada kenyataannya penegakan HAM masih banyak sekali yang tidak sesuai dengan yang seharusnya dilansir dari Komnas HAM contoh pelanggaran yang terjadi di indonesia pada tahun 2022 adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah hal itu dapat terjadi karena dalam proses pengukuran lahan warga untuk pembukaan pertambangan batu andesit di desa tersebut yang akhirnya memicu terjadinya kericuhan berujung kekerasan.

Tanpa kita sadari dan telaah secara mendalam sering kali terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia di masyarakat, yang kadang sudah dianggap biasa dan di sepelekan. Di lingkungan sekitar kita sering terjadi kasus pembullyan, perundungan, penyiksaan, kurang bebas dalam berpendapat dan lain-lain, hal-hal itu sudah sering kita temui dan seharusnya kita bisa mencegah agar hal tersebut tidak terjadi namun, kita sering acuh dan mengandalkan orang lain agar orang lain yang menanganinya padahal keikutsertaan kita dalam membantu menangani kasus- kasus di sekitar kita sangat membantu untuk keberhasilan penegakan HAM selanjutnya, kita sebagai generasi muda seharusnya bisa melakukan pencegahan secara preventif.

Dapat kita ambil salah satu contoh kasus pelanggaran HAM yang bisa saja dianggap remeh oleh beberapa orang yaitu kasus pembullyan. kasus pembullyan sering kali terjadi dan malah pelaku dari pembullyan ini sering kali masih dibawah umur dan anak remaja yang masih labil, faktor dari terjadinya pembullyan ini beragam bisa dari faktor pergaulan, lingkungan, pertemanan dan masih banyak lagi, kasus pembullyan ini tidak bisa kita anggap remeh karena trauma yang dihasilkan dari pembullyan selain dapat menyerang secara fisik maupun mental yang akan menghasilkan beban traumatis tersendiri. cara mencegah terjadinya pembullyan bukan hanya dapat dicegah dari pembelajaran di sekolah, hal tersebut masih sangat kurang untung menumbuhkan rasa agar dapat ikut menegakkan HAM, pembelajaran tentang HAM harus lebih di gembor- gemborkan lagi guna mencapai tujuan penegakan HAM.


Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya