Sebutkan 3 alat musik dari sulawesi selatan

(Sumber foto: Creative Commons/Annisa Almunawarah)

Anak perempuan Suku Bugis, Sulawesi Selatan yang menari dengan pakaian adat Toraja.

Bobo.id - Indonesia memiliki beragam alat musik tradisional. Salah satunya seperti yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Sulawesi Selatan adalah bagian dari salah satu pulau besar di Indonesia, yakni Sulawesi. 

Di Sulawesi Selatan masih terbagi menjadi beberapa suku berbeda, yaitu Suku Mangkasarak (Makassar), Suku Mandar, Suku Toraja, dan Suku Bugis.

Baca Juga: Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur: Sasando, Alat Musik yang Dipetik

Adanya banyak suku di Sulawesi Selatan membuat wilayah ini memiliki beragam alat musik tradisional.

Alat musik tradisional merupakan jenis alat musik yang merupakan objek tradisi dan sudah ada sejak beberapa tahun silam.

Biasanya alat musik ini diajarkan dan diturunkan sehingga akan terus dimainkan hingga alat musik tradisional menjadi salah satu warisan budaya.

Alat musik tradisional ini juga akan menjadi identitas dari suatu wilayah tertentu.

Di Sulawesi Selatan ada alat musik seperti pui-pui, gandrang bulo, dan lain sebagainya.

Kali ini akan dijelaskan lima jenis alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan.

1. Pui-Pui

Pui-pui sering disebut juga dengan puik-puik merupakan alat musik tiup khas Sulawesi Selatan.

Alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi berbagai upacara adat dan acara kesenian daerah di Sulawesi Selatan

Pui-pui ini memiliki bentuk kerucut yang menyerupai klarinet.

Bentuk kerucut dari pui-pui ini dibuat dari lempengan logam dan potongan daun lontar.

Logam pada alat musik ini berada di bagian pangkal, lalu pada bagian kerucut terbuat dari kayu.

Di sepanjang kayu tersebut terdapat beberapa lubang untuk menghasilkan nada yang berbeda-beda.

Baca Juga: 5 Alat Musik Tradisional Aceh, Ada Canang hingga Arbab

Pada alat musik ini terdapat bagian yang disebut dengan kallode, dengan fungsi untuk membuat nada lebih nyaring.

Pemain yang memainkan alat ini harus berhati-hati agar tidak mengeluarkan suara yang aneh.

2. Kecaping

Alat musik tradisional lainnya dari Sulawesi Selatan adalah kecaping yang dimainkan dengan cara dipetik.

Kecaping biasa digunakan untuk mengiringi dongeng-dongeng di masa nenek moyang, atau untuk iringan tari tradisional.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, kecaping adalah alat musik yang ditemukan oleh seorang pelaut keturunan Makassar dan Bugis saat berlayar.

Konon pelaut tersebut pernah mendengar alat musik dari getaran tali dan merasa terhibur.

Dari itu, sang pelaut mencoba membuat alat musik serupa dan dibawalah alat musik buatannya ke Sulawesi Selatan.

Alat musik ini memiliki bentuk melengkung seperti perahu yang diberi senar dari kawat.

Dimainkan dengan cara dipetik, alat musik ini akan menghasilkan suara yang merdu.

3. Talindo

Alat musik satu ini terkenal di Suku Bugis dan memiliki bentuk yang unik.

Talindo terbuat dari bahan kayu dengan satu dawai.

Pada bagian bawah sebagai penyangga terbuat dari tempurung kelapa.

Di Makassar alat ini memiliki nama lain yaitu popondi.

Awalnya alat ini dubuat hanya untuk menghibur para petani di sawah saat sedang panen.

Namun seiring perkembangannya, anak muda dari Suku Bugis sering memainkannya untuk mengisi waktu luang.

Baca Juga: 5 Contoh Alat Musik Tradisional Maluku, Ada Tifa Hingga Idiokordo

4. Gandrang Bulo

Bukan hanya alat musik bersenar saja, ada juga alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul.

Alat musik itu adalah gandrang bulo yang berasal dari Makassar.

Nama gendrang bulo merupakan bahasa Makassar, yaitu gendrang yang berarti pukul dan bulo berarti bambu.

Alat musik ini memiliki bentuk tabung besar yang terbuat dari bahan kayu.

Uniknya, alat ini memiliki ukuran yang akan disesuaikan dengan pemainnya.

Gendrang bulo ini memiliki bentuk yang mirip dengan gendang di Jawa.

Namun, pada grrdang bulo ada ukiran khas Sulawesi Selatan pada bagian tabung.

Alat musik yang ditabuh ini sering dimainkan pada saat upcara adat penyucian dan pemberkatan benda-benda pusaka.

Selain itu, alat ini juga dimainkan dalam berbagai upacara adat serta kesenian masyarakat adat.

Baca Juga: 7 Alat Musik Tradisional Kalimantan, dari Babun sampai Sluding

5. Gesok-Gesok

Gesok-gesok ini merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara digesek atau kordofon.

Alat musik ini mirip dengan rebab, tapi memiliki dua dawai.

Memiliki bentk seperti jantung atau daun keladi, alat musik ini dibuat dari bahan kayu.

Alat gesek untuk gesok-gesok juga terbuat dari kayu dan senar, dengan bentuk seperti busur panah.

Penggunaan alat musik ini biasanya untuk mengiringi pembacaan syair-syair tentang sejarah masa lalu atau petuah.

Dulu alat musik ini hanya dimainkan untuk kalangan terbatas yaitu keluarga. Tapi kini alat musik ini menjadi alat musik umum yang bisa dimainkan untuk musik rakyat.

Nah, itu tadi lima alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang unik.

(Sumber foto: Creative Commons/Annisa Almunawarah) 

Tonton video ini, yuk!

----

Ayo, kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sulawesi Selatan atau biasa disingkat Sulsel merupakan salah satu provinsi di Indonesi ayang terletak di bagian selatan Sulawesi dengan ibu kotanya adalah Makassar. Provinsi ini dikenal dengan kekayaan suku bangsanya yang cukup banyak, berbagai suku di Sulawesi Selatan beberapanya adalah Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Duri, Pattinjo, Bone, Maiwa, Endekan, Patte, dan Kajang atau Konjo.

Selain memiliki beragam macam suku, prvonsi Sulawesi Selatan ini juga mempunyai kebudayaan yang lumayan dikenal yakni Mappalili atau biasa disebut Appalili. Nama Appalili berasal dari kata palili yang berarti menjaga tanaman dari suatu gangguan.

Budaya yang dikenal dari provinsi ini salah satunya adalah alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Mengenai alat musik tradisional Sulsel membuat kita mengenal lebih jauh ragam budaya dan seni yang ada di Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan alat musik Sulawesi Selatan yang perlu kalian ketahui:

1. Alosu atau Lalosu

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Pembuatan alat musik tradisional ini berasald dari kayu dan tekstil dan bunyi yang dihasilkannya berasal dari batu-batu kecil yang diisi ke tabung bambu. Tabung tersebut dibungkus dengan kain berwarna merah dan putih dengan salah satu ujung dibentuk menyerupai kepala ayam. Alosu atau bisa disebut Sessungriu termasuk perangkat yang dimanfaatkan dalam tarian Alusu, kata Lalusu sendiri berasal dari kata lao-lisu yang berarti bolak-balik.

Dinamakan seperti itu karena ketika menari, alat musik tersebut digoyangkan ke kiri dan ke kanan atau diayun ke depan dan ke samping hingga menghasilkan bunyi.

2. Puik-Puik atau Pui-Pui

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional khas Sulawesi Selatan ini merupakan salah satu alat musik yang menyerupai terompet. Alat musik ini juga termasuk alat musik yang keberadaannya hampir punah. Bentuk serta teknik memainkan alat musik Puik-Puik ini juga mirip dengan beberapa alat musik di daerah lain di Indonesia, seperti serunai di Sumatera, Sronen di Jawa Timur, dan Tarompet di Jawa Barat. Dan berbeda hanya pada pangkal dan ukiran yang ada pada bagian badan alat musik ini.

Bagian pangkal alat musik Puik-Puik ini dibuat dari lempengan logam, dan pipanya yang menghasilkan suara berasal dari potongan daun lontar yang ditiup. Biasanya, alat musik ini memiliki dua bilah daun lontar, yang mana salah satunya menjadi cadangan jika daun lontar yang lain rusak. Maka dari itu, teknik meniup alat musik tradisional ini perlu keahlian khusus. Jika tidak, alat musik Puik-Puik ini akan menghasilkan suara yang aneh atau bahkan tidak bersuara.

3. Gendang Bulo

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini mempunyai ukuran cenderung lebih kecil bila dibandingkan dengan gendang pada umumnya yang ada di Jawa, akan tetapi alat musik gendang bulo berukuran lebih panjang. Pada dua sisi dari alat musik ini berbeda, yang mana pada sisi satunya lebih besar dari sisi satunya lagi. Untuk memainkan alat musik gendang bolu ini adalah dengan dipukul pada sisi yang besar dengan menggunakan kayu, sementara pada sisi yang lebih kecil dipukul menggunakan tangan kosong atau secara langsung.

Maka dari itu, posisi meletakkan Gendang Bulo ini juga perlu kalian perhatikan. Jika kalian menggunakan tangan secara normal, posisikan sisi Gendang yang lebih besar di sebelah kanan, dan begitu pun sebaliknya jika kalian menggunakan tangan kidal.

4. Gesok-Gesok

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Pembuatan alat musik tradisional ini berasal dari kayu dan kulit hewan. Alat musik gesok-gesok masih satu jenis dengan Rebab dengan dua dawai dan bentuknya mirip dengan jantung atau daun keladi yang disertai dengan tongkat gesek.

Baca juga: 11 Alat Musik Kalimantan Selatan

Permainan alat musik gesok-gesok ini dipertunjukkan sebagai pengiring syair-syair “Sinirik”, yang menceritakan tentang sejarah masa lalu yang berisi mengenai petuah atau nasihat. Dulunya, alat musik gesok-gesok ini hanya dimainkan oleh kalangan keluarga saja, akan tetapi sekarang ini sudah menjadi permainan musik rakyat.

5. Jalappa atau Kancing-Kancing

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Pembuatan alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini berasal dari kuningan dan memiliki bentuk menyerupai simbal. Untuk memainkan alat musik jalappa ini adalah dengan cara dibenturkan antara dua Jalappa.

Alat musik Jalappa ini juga menyerupai bentuk kancing, maka dari itu Jalappa disebut sebagai Kancing-Kancing dengan ukuran besar. Biasanya, alat musik jalappa dimainkan sebagai bentuk musik yang dimainkan saat upacara adat seperti pernikahan, khitanan dan tolak balak serta menjadi persembahan sesaji untuk para dewata ‘sewwae’.

6. Kacaping

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Nama Kacaping sebutan yang berasal dari Bugis, sementara Kecapi sebutan dari daerah Makassar. Alat musik tradisional ini dimainkan secara tunggal atau individual atau bisa juga secara berkelompok dalam bentuk sejenis ansambel dan dimainkan secara bersamaan dengan alat musik tradisional lainnya seperti Gendang, Suling, Gong, Biola, Mandaliong, Katto-Katto dan lain-lain. Terkadang alat musik kacaping juga disertai penyanyi laki-laki atau perempuan dan juga dimainkan sebagai pengiring tarian.

7. Pa’pompang

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Pembuatan alat musik tradisional ini berasal dari bambu Toraja. Alat musik pa’pompang ini masih termasuk jenis alat musik yang ditiup dan akan menghasilkan bunyi setinggi nada dua setengah oktaf tangga nada. Pa’pompang bisa dimainkan oleh berbagai orang dan kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa sekali pun.

Selain menjadi musik pengiring dalam acara kebaktian di Geraja, Pa’pompang juga sering dimainkan dalam acara-acara khusus komunitas Toraja, seperti acara-acara pernikahan dan peringatan hari-hari besar di berbagai daerah.

8. Talindo atau Popondi

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Pembuatan alat musik tradisional ini berasal dari kayu, tempurung kelapa, dan senar. Yang mana tempurung kelapa berguna sebagai resonator. Alat musik talindo sendiri adalah alat musik jenis sitar berdawai satu. Alat musik talindo dimainkan secara individu dan dimainkan pada waktu sesudah para petani merayakan pesta panen serta pengiri waktu senggang bagi para remaja.

9. Ana Bacing

Sumber foto: percepat.com

Pembuatan alat musik tradisional ini berasal dari besi dengan bentuk menyerupai anak panah. Untuk memainkan alat musik ana bancing adalah dengan cara dibenturkan antara kedua ana bacing.

Baca juga: 15 Alat Musik Jawa Tengah

Alat musik tradisional ini sering dimainkan sebagai pengiring tari Bissu. Tarian tersebut dipentaskan pada upacara pernikahan, kematian serta pelantikan raja baru, ktika terjadi wabah penyakit dan sebagai penanda jika dimulainya masa menanam padi.

10. Terbang Rebana

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Sering kita mendengar alat musik ini mengklaim bahwa Rebana berasal dari daerahnya, salah satunya provinsi Sulawesi Selatan ini. Namun, disetiap daerah mempunyai penyebutan masing-masing. Untuk Terbang Rebana sebutan bagi masyarakat Bugis, sementara Terbang sebutan oleh masyarakat Makassar. Atau secara singkatnya, Terbang Rebana merupakan alat musik Gendang yang menggunakan membran. Pembuatan alat musik ini berasal dari kayu cendana, pohon nangka, pohon kelapa dan kayu jati.

11. Suling Lembang

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Alat musik tradisional ini dimainkan pada kegiatan Rambu Tuka’ (upacara adat panen padi, perkawinan, syukuran dan lain-lain) dan Aluk Rampe Matampu serta Rambu Solo’ (upacara adat kematian). Untuk memainkan alat musik tradisional ini adalah dengan cara ditiup atau tidak jauh berbeda dengan suling pada umumnya. Namun, bedanya Suling Lembang berukuran sangat besar atau panjang 50 hingga 100 cm dan diameter 2 cm dengan 8 lubang nada.

12. Basi-Basi atau Klarinet

Sumber foto: budaya-indonesia.org

Masyarakat di daerah Bugis menyebut alat musik tradisional ini dengan Basi-Basi, smenetara Klarinet menjadi sebutan di daerah Makassar. Alat musik basi-basi ini dipasang rangkap dan termasuk jenis alat musik tiup.

Baca juga: 11 Alat Musik Bali

Demikian alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang perlu kita jaga dan lestarikan keberadaanya. Semoga bermanfaat!