Sakit perut bagian bawah disertai mual apakah tanda hamil?

Mengenali Nyeri Perut pada Ibu Hamil Nyeri perut pada Ibu hamil sangat beragam. Mulai dari nyeri perut biasa, sampai yang serius dan ha...


6 ibu tandai artikel ini bermanfaat


Mengenali Nyeri Perut pada Ibu Hamil

Nyeri perut pada Ibu hamil sangat beragam. Mulai dari nyeri perut biasa, sampai yang serius dan harus segera diatasi dengan pergi ke dokter.

Penyebab umum nyeri perut pada Ibu hamil adalah naiknya asam lambung, yang kadang disertai kembung dan mual. Namun, kadang-kadang sakit perut pindah-pindah dapat terjadi pada Ibu hamil.

Kondisi emosional Ibu hamil yang tak stabil juga sering menimbulkan perasaan tegang menyerupai kram perut ringan. Gejala kram ringan yang sama akan terjadi juga saat ligamen di sekitar perut meregang. Selama nyeri hanya sejenak dan segera hilang, Ibu tak perlu khawatir.

Akan tetapi, waspadai bila muncul gejala lain seperti bercak darah, pusing, atau kram hebat yang terus menerus. Bisa jadi ini tanda serius gangguan pada kehamilan, seperti:

  • Pre-eklampsia – nyeri perut disertai dengan gejala-gejala lain seperti tekanan darah tinggi, mual, pusing Kehamilan ektopik – nyeri perut yang terasa berpindah-pindah di perut Ibu.
  • Saat plasenta tertanam dalam lapisan rahim. Keguguran – kram perut disertai perdarahan dari vagina.
  • Persalinan prematur – nyeri perut atau kram dengan diare, nyeri punggung dan kontraksi pada usia kehamilan ke 20 minggu sampai 36 minggu.

Baca Juga: Penyebab Momnesia Saat Hamil

Penyebab Nyeri Perut saat Hamil

Nyeri perut hebat saat hamil dapat terjadi karena beberapa penyabab. Berikut di antaranya.

1. Infeksi Saluran Kencing

Jika Ibu hamil nyeri perut di bagian bawah dan merasa sakit saat buang air kecil, hal ini bisa menandakan adanya infeksi saluran kencing pada Ibu hamil. Jika Ibu mengalami hal ini, segeralah konsultasi ke dokter.

2. Abrupsi pada Plasenta

Plasenta bisa menyebabkan kram, sakit perut, hingga pendarahan. Plasenta dapat membuat perut nyeri saat abrupsi atau peluruhan.

3. Perut Dipenuhi Gas

Gas yang menumpuk di perut akan membuat perut Ibu hamil sakit. Keadaan ini tentu dapat membuat Ibu tidak nyaman. Salah satu penyebab perut dipenuhi gas adalah karena hormon progesteron meningkat sehingga menyebabkan nyeri perut pada Ibu hamil.

4. Gangguan Pencernaan

Peningkatan kadar progesteron dan esterogen dapat melambatkan kinerja usus sehingga transit makanan akan lebih lama di usus. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa perut nyeri saat hamil.

5. Keguguran

Nyeri perut pada Ibu hamil yang satu ini perlu diwaspadai. Diawali dengan kram, kemudian pendarahan. Tanda lainnya adalah nyeri punggung dan perut selama 5-20 menit. Ini menandakan bahwa Ibu keguguran dan perlu segera pergi ke dokter kandungan.

6. Kehamilan Ektopik

Proses perkembangan janin di luar rahim dapat menyebabkan kehamilan ektopik. Ada banyak faktor penyebab kehamilan ektopik, yaitu penggunaan pil KB atau inflamasi pada tuba fallopi. Alhasil, kehamilan ini akan menyebabkan nyeri perut pada Ibu hamil.

7. Solusio Plasenta

Solusio plasenta dapat menjadi penyebab perut nyeri saat hamil. Dalam kasus tertentu, plasenta dapat terpisah dari dinding rahim dan merupakan komplikasi berbahaya yang perlu diwaspadai.

8. Preeklampsia

Preeklampsia dan gangguan darah tinggi pada Ibu hamil juga bisa menjadi penyebab nyeri perut yang berpindah-pindah pada Ibu hamil.

9. Nyeri Ligamen

Saat rahim berkembang, ligamen yang membentang di rahim dan selangka akan ikut berkembang. Namun, perkembangan ini tak jarang menyebabkan nyeri perut.

10. Nyeri Ligamen Bundar

Ada dua ligamen yang terbentang di rahim melalui selangkangan. Ligamen bundar berperan untuk menopang rahim. Tak jarang ligamen ini menjadi penyebab nyeri perut pada Ibu hamil.

11. Kontraksi Palsu

Nyeri perut pada Ibu hamil salah satunya terjadi karena kontraksi palsu. Karena itu, sebaiknya Ibu hamil melakukan olahraga ringan untuk minimalisir kontraksi palsu.

Di akhir kehamilan, biasanya rasa nyeri sering terjadi tanpa ada masalah apa-apa. Hanya saja, karena Ibu yang paling mengenal tubuh Ibu sendiri, Ibu akan tahu kapan Ibu harus ke dokter. baik.

Baca Juga: Keputihan saat Hamil: Penyebab dan Tips Mengatasi | Bebeclub

Jakarta -

Tanda hamil pada setiap wanita bisa berbeda, Bunda. Salah satu yang cukup sering dialami adalah timbulnya rasa sakit di daerah perut.

Lalu benarkan sakit di bawah perut di atas kemaluan juga merupakan tanda hamil? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya.

Benarkah tanda hamil?

Sakit di bawah perut di atas kemaluan bisa saja menjadi tanda hamil. Menurut Kepala departemen obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Suskhan Djusad, Sp.OG (K), sakit perut bagian bawah dikenal juga dengan sebutan kontraksi. Tanda kehamilan ini umumnya dialami Bumil di trimester pertama dan ketiga.

"Ibu hamil usia 8 minggu juga tak menutup kemungkinan sudah bisa merasakan kontraksi ini. Perut biasanya akan terasa kencang, sehingga menyebabkan sakit perut bagian bawah," kata Suskhan kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Kebanyakan sakit perut bagian bawah ini tidak berbahaya. Namun, bila sakit tak kunjung sembuh disertai kram, bisa saja menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Untuk memastikan kehamilan, Bunda sebaiknya segera cek test pack atau periksa ke dokter ya. Jangan menebak-nebak kehamilan hanya karena timbul rasa sakit di bawah perut di atas kemaluan.

Ilustrasi Sakit Perut/ Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai

Penyebab sakit di bawah perut di atas kemaluan

Ada banyak penyebab sakit di bawah perut di atas kemaluan yang terjadi pada wanita. Melansir dari berbagai sumber, berikut 5 penyebabnya:

1. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim, biasanya berada di saluran tuba. Bunda yang mengalami kehamilan ektopik akan merasa sakit hebat di perut bawah dan mengalami pendarahan.

Rasa sakit pada kehamilan ektopik akan datang dengan cepat dan bisa terasa tajam atau menusuk. Penyebab terjadinya kehamilan ektopik belum diketahui secara pasti, namun kondisi ini sering kali dikaitkan dengan terjadinya kerusakan pada saluran tuba.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah gangguan umum yang mempengaruhi usus besar. Tanda dan gejalanya termasuk sakit di bagian bawah perut, kram, perut kembung, diare atau sembelit.

Hanya sejumlah kecil orang dengan IBS yang memiliki tanda dan gejala yang parah. Beberapa orang dapat mengontrol gejalanya dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan stres. Gejala yang lebih parah dapat diobati dengan pengobatan dan konseling.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit kronis yang diidap oleh 70 juta perempuan di seluruh dunia. Prevalensi endometriosis sekitar 10 sampai 15 persen terjadi pada perempuan usia reproduksi, Bunda.

Endometriosis adalah jaringan mirip pelapis dinding rahim (endometrium) yang tumbuh di luar rongga rahim dan dapat memicu reaksi menahun. Ini merupakan sebuah penyakit yang bersifat kronik sistemik.

Endometriosis dapat menyebabkan nyeri di perut bagian bawah atau area panggul. Deteksi dini sangat diperlukan untuk menangani kondisi ini, sehingga tidak mengganggu program hamil.

Ilustrasi USG/ Foto: Getty Images/FatCamera

4. Radang panggul

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) berisiko dialami Bunda di usia subur. Penyakit ini sering ditandai dengan nyeri pada daerah panggul hingga sakit di perut bagian bawah.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang terjadi ketika bakteri masuk dari vagina ke dalam rahim, ovarium, atau tuba falopi. Bakteri ini dapat menyebabkan abses di tuba falopi atau ovarium.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 1 dari 8 wanita dengan riwayat penyakit ini bisa kesulitan untuk hamil. Penyebab paling umum infertilitas adalah saluran tuba yang tersumbat.

"Ketika penyumbatan berada di dekat ovarium, lebih sulit untuk diobati dengan pembedahan," kata Perawat Rachel Gurevich, RN, dilansir Very Well Family.

5. Kista ovarium

Berbeda dengan tanda hamil, sakit perut karena kista sering terasa saat haid dan berhubungan seksual. Kista merupakan benjolan yang terbentuk dari kantung berisi cairan, udara, atau gas.

Kista ovarium dapat menyebabkan sakit perut yang parah bila kantung tersebut pecah atau menyebabkan torsi ovarium. Ovarium yang pecah harus segera ditangani dengan perawatan medis.

"Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang Anda alami dari kista ovarium biasanya akan terjadi di dekat panggul dan perut bagian bawah," kata dokter obgyn Carolyn Kay, M.D., dikutip dari Healthline.

6. Infeksi menular seksual (IMS)

Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi pada vagina yang dapat menyebabkan rasa sakit dan terbakar saat berhubungan seksual atau sesudahnya. Tanda IMS bisa berupa sakit di bawah perut di atas kemaluan, termasuk sakit saat buang air kecil.

Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter segera jika Bunda mengalami gatal atau bengkak, luka pada vagina, pendarahan, keputihan yang tidak biasa (berwarna kuning atau kehijauan) atau sakit di perut bagian bawah.

7. Radang usus buntu

Radang usus buntu atau apendisitis juga bisa menimbulkan gejala sakit di bawah perut di atas kemaluan. Apendisitis disebabkan infeksi, Bunda.

Sakit perut karena radang usus buntu bisa muncul tiba-tiba dan menjadi parah. Rasa sakit biasanya berpusat di perut bawah bagian kanan.

Selain rasa sakit di bawah perut, radang usus buntu bisa disertai gejala muntah, demam, kehilangan nafsu makan, sembelit, diare, hingga perut membengkak. Bila sudah mengalami gejala tersebut, Bunda sebaiknya segera ke dokter.

Kapan harus ke dokter?

Bila Bunda merasakan sakit di bawah perut di atas kemaluan dan curiga itu tanda hamil, segera cek dengan test pack ya. Namun, untuk memastikan kondisi, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Konsultasi ke dokter menjadi wajib bila Bunda mengalami kondisi berikut:

  • Bunda menduga penyebab sakit adalah infeksi di panggul
  • Mengalami pendarahan vagina yang tak terduga disertai rasa sakit yang parah
  • Memiliki kondisi medis dan mengalami perubahan sakit yang tiba-tiba
  • Sakit disertai mual, muntah, hingga demam.

Simak juga 10 tanda awal kehamilan menurut dokter, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)

Perut bagian bawah sakit dan mual apakah tanda hamil?

Perut bagian bawah sakit memang menjadi salah satu tanda hamil, namun tanda ini tidak selalu muncul pada setiap ibu hamil. Beberapa tanda hamil muda pada perut yang lebih umum biasanya disertai dengan gejala seperti rasa kram, nyeri ulu hati, kembung, dan mual.

Kenapa perut bagian bawah terasa sakit dan terasa mual?

Penyebab sakit perut bagian bawah yang paling umum adalah radang usus buntu. Usus buntu yang meradang akan menyebabkan mual, muntah, diare, demam, sembelit, kembung dan nafsu makan menurun. Jangan dianggap sepele, sebab jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah lagi.

Dimana letak sakit perut tanda hamil?

Kram perut petanda hamil biasanya terjadi 6-12 hari masa pembuahan. Pada masa ini perut sedang proses pembuahan dan kemungkinan bercak darah akan timbul. Kram biasanya sering dirasakan di perut bagian bawah atas kemaluan dan juga punggung belakang.

Kapan sakit perut tanda hamil muncul?

Tanda-tanda kehamilan yang pertama adalah kram perut. Hal ini terjadi karena pada fase awal hamil muda, sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada dinding rahim. Rasa sakit pada perut ini mungkin akan Anda rasakan pada satu minggu awal setelah aktivitas seksual bersama suami.