Perpindahan pusat kekuasaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur disebabkan oleh kecuali

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Kerajaan Mataram Kuno berpindah ke Jawa Timur, antara lain:

  1. Pertama di sebabkan oleh letusan gunung Merapi yang maha dahsyat, sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu di sebut sebagai pralaya [kehancuran dunia pada masa akhir Kaliyuga], maka sesuai dengan landasan kosmologis kerajaan Mataram Kuno haruslah dibangaun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Karena itu maka Pu Sindok yang membangun kerajaan di Jawa Timur dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa Isana.[Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto.Sejarah Nasional Indonesia II. [Jakarta: Balai Pustaka,1993],hlm.157]
  2. Kedua runtuhnya kerajaan Mataram di sebabkan oleh krisis politik yang terjadi tahun 927-929 M.

Perebutan kekuasaan antara pangeran di Kerajaan Mataram Kuno ketika Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Baliltung Dharmodaya Mahasambu[Wawa] berkuasa. Perebutan kekuasaan tersebut menyebabkan perang antar pangeran, sehingga kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah menjadi kacau dan hancur.

Selain itu perpindahan Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dilakukan untuk menghindari musuh-musuh politik seperti Kerajaan Sriwijaya, dimana Kerajaan Sriwijaya pada masa itu merupakan kerajaan besar yang menjadi pusat imperium maritime di asia tenggara.

  1. Ketiga runtuhnya kerajaan dan perpindahan letak kerajaan di karenakan pertimbangan ekonomi.

Faktor yang menyebabkan perpindahan kekuasaan Kerjaan Mataram Hindu Jawa Tengah ke Jawa Timur salah satunya adalah faktor ekonomi. Keadaan wilayah Jawa Timur berbeda dengan Jawa Tengah, di Jawa Timur ada dua sungai besar yang mengalir ke laut, yaitu Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Bengawan Solo dan Sungai Brantas merupakan sungai yang lebar serta dalam dan pada waktu abad ke X sungai-sungai itu dengan mudah dilayari oleh perahu-perahu atau kapal-kapal besar hingga sampai wilayah pedalaman sampai Mojokerto, sedangkan perahu-perahu kecil dapat berlayar lebih jauh lagi ke wilayah pedalaman sampai di Kediri. Keberadaan sungai-sungai besar yang dapat dilayari oleh perahu-perahu besar sampai jauh di dareah pedalaman, maka wilayah Jawa Timur lebih menguntungkan untuk aktivitas perdagangan.[ Soeroto, Mataram 1 [Bandung: Sanggabuwana, 1975], hlm. 28-29. ]

Wilayah Jawa Timur terdapat pelabuhan-pelabuhan Pantai Utara dan terdapat pula pelabuhan-pelabuhan di sungai. Prasasti Kamalagyan tahun 1037 M menyebutkan adanya pelabuhan Hujung Galuh yang banyak didatangi oleh para pedagang dari pulau-pulau wilayah Nusantara.

Berikut adalah pendapat-pendapat dari para tokoh mengenai perpindahan puasat Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur:

a. De Casparis menduga pelabuhan tersebut terletak di daerah hilir di dekat Mojokerto.[ Supratikno Rahardjo, Peradaban Jawa Dari Mataram Kuno sampai Majapahit Akhir [Jakarta: Komunitas Bambu, 2011], hlm. 290. ]

b. Van Bemmelen memetakan kota Semarang dari 1940-1941 sebagai lembar peta Semarang-Ungaran sheet 73-74 skala 1:100.000. Van Bemmelen mengeluarkan peta kota itu dari tahu 1695-1940. Peta-peta ini dengan jelas menggambarkan abrasi pantai dari tahun ke tahun. Pantai bertambah maju 8 meter per tahun, bahkan sejak 1847 menjadi 12 meter per tahun. Sedimentasi pantai terjadi dengan intensif. Ini akibat penggundulan hutan di selatan Semarang dan napal serta lempung lunak Pliosen di sebelah Utara Gunung Ungaran makin tererosi di wilayah ini. Sedimentasi ini juga terjadi pada abad ke X.12 Para penguasa Mataram Hindu Jawa Tengah melihat bahwa pelabuhannya di Bergota dari tahun ke tahun semakin dangkal dan sempit akibat abrasi pantai. Kapal-kapal tidak dapat berlabuh di bandar Pelabuhan Bergota yang mengakibatkan perniagaan Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah menjadi mati. Inilah salah satu penyebab Mpu Sindok, raja di Mataram Hindu memutuskan memindahkan kerajaannya ke Jawa Timur di mana ada pelabuhan Ujung Galuh.[ //kabepiilampungcom.wordpress.com/2010/11/06/letusan-merapi-1006-menyebabkan-kerajaan-mataram-hindu-pindah/.]

c. Paul Michel Munoz berpendapat bahwa perpindahan Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah ke Jawa Timur karena sebuah hasrat untuk mendapat keuntungan dari kesempatan perdagangan yang ada di wilayah pesisir timur laut dan wilayah Delta Brantas sangat efektif untuk kegiatan perdagangan.

d. Suparman berpendapat bahwa Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah pindah ke Jawa Timur karena kerajaan tidak memiliki pelabuhan laut sehingga sulit berhubungan dengan dunia luar, akibatnya kemajuannya sangat lambat. Suparman juga mengatakan bahwa lembah Sungai Brantas yang sangat subur dan dapat dilayari oleh kapal-kapal besar, lebih menjanjikan bagi perkembangan sosial ekonomi, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat.

Wilayah pertanian di Jawa Timur memiliki sungai yang besar dan dalam sehingga menguntungkan untuk kegiatan perdagangan, wilayah Jawa Timur juga memiliki dataran rendah yang luas sehingga memungkinkan untuk kegiatan penanaman padi secara besar-besaran. Wilayah sekitar lembah Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas merupakan wilayah pertanian yang sangat subur. Sejak pada tahun 928 M pemusatan penduduk berpindah ke wilayah Jawa Timur, khususnya di sebelah timur Sungai Brantas. Jawa Timur dengan wilayah dataran yang luas dan subur sehingga menghasilkan banyak beras. Beras dari Jawa Timur dibawa ke Sulawesi hingga Maluku. Rakyat di daerah pesisir Jawa Timur juga merupakan kaum pelaut yang ulung, sehingga menjelajahi laut-laut Indonesia dan mengadakan perdagangan sampai Semenanjung Malaysia sampai Tiongkok.

  1. Sejarawan Schrieke berpendapat yang menjadi penyebab kenapa pemerintahan. Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah pindah ke Jawa Timur adalah karena rakyat Jawa Tengah merasa menanggung beban yang amat berat karena diharuskan membangun monumen-monumen keagamaan yang besar seperti Candi Borobudur yang menghabiskan seluruh kejayaan kerajaan waktu itu yang sedang jaya-jayanya. Pembangunan monumen-monumen keagamaan yang megah dan mewah sangat membebani dan menyita banyak tenaga dari rakyat Mataram Hindu Jawa Tengah sehingga rakyat meninggalkan pekerjaan seperti bertani, berdagang dan aktivitas yang lainnya sehingga terjadilah migrasi massal ke Jawa Timur.Schrieke, selain itu juga mengatakan bahwa di wilayah Jawa Timur terdapat daya tarik delta Sungai Bengawan Solo dan lembah Sungai Brantas yang diduga memiliki daya tarik dari segi ekonomi, khususnya sebagai pintu gerbang perdagangan internasional
  2. Soekmono mengemukakan bawa pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi, rakyat Mataram Hindu mengalami berbagai kesulitan. Kekuasaan Sanjaya dan Syailendra di Jawa Tengah yang banyak menghasilkan bangunan-bangunan suci keagamaan yang serba megah dan mewah, tetapi sebaliknya sangat melemahkan tenaga rakyat dan penghasilan pertanian. Usaha mengutamakan kebesaran raja dengan membangun bangunan keagamaan berakibat menekan kehidupan rakyat.[ R. Soekmono, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2 [Yogyakarta: Kanisius, 1973], hlm. 47 ]
  3. Paul Michel Munoz mengatakan bahwa kekuasaan Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah pindah ke Jawa Timur karena keperluan untuk menemukan suatu wilayah yang baru karena kondisi kehidupan di Jawa Tengah semakin memburuk karena kehidupan ekonomi merosot yang disebabkan juga meningkatnya aktivitas vulkanik.17 Perdagangan dan pertanian di Jawa Timur memberi banyak keuntungan dan kemakmuran masyarakat Kerajaan Mataram Hindu, oleh karena itu maka Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah sedikit demi sedikit dipindahkan ke Jawa Timur. Perpindahan itu mulai pada masa pemerintahan Raja Wawa, sesudah Raja Wawa yang menggantikan menjadi raja di Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah ialah Mpu Sindok, yang dulunya merupakan mahapatih Raja Wawa. Pada masa kekuasaan Mpu Sindok tahun 929 M pemerintahan Kerajaan Mataram Hindu Jawa Tengah sudah seluruhnya di pindah ke Jawa Timur yaitu di wilayah Jombang.

Selamat datang dalam forum diskusi MK Sejarah Indonesia Kuno II. Pada pertemuan ini kita akan mendiskusikan berbagai aspek sejarah dalam sejarah Indonesia Kuno II. Pertanyaan pertama adalah mengapa kerajaan Mataram Kuno berpindah dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur?

Silakan reply/jawab, klik reply

Izin berpendapat pak Fatah, 

Nama: Muh Riezky Maulana

    Nim: K4419063 

 Kelas: B

Menurut bukunya Suwardono ada beberapa teori dari para ahli tentang perpindahan pusat Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Menurut pendapat saya berdasarkan teori dari bukunya Suwardono, faktor yang saya anggap penting adalah faktor ekonomi. Karena berdasarkan teorinya J.G de Casparis, bahwa daerah jawa timur memiliki kekayaan alam melimpah yang dibutuhkan oleh para pedagang didaerah arab pada abad ke IX. Dan berdasarkan jurnal yang saya ambil dari internet menyebutkan bahwa daerah jawa timur merupakan daerah subur untuk pertanian terlebih daerah sekitar lembah Sungai Bengawan Solo dam Sungai Brantas sangat cocok untuk pertanian. Selain itu daerah Jawa Timur mudah dilayari oleh kapal-kapal pedangang asing karena letak geografis daerah Jawa Timur sendiri. Mungkin itu pendapat dari saya mengenai mengapa kerajaan Mataram Kuno berpindah dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur.

Terima kasih atas jawabannya, silakan Muhammad Rizky Maulana untuk berpindah ke forum diskusi di kelas B yang telah saya siapkan, dengan pertanyaan diskusi yang berbeda. Terima kasih

Nama : Aulia Fatimatuz Zahra

NIM : K4419023

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid II disebutkan bahwa kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran akibat adanya letusan gunung Merapi yang dahsyat sehingga para pujangga menganggap hal itu sebagai pralaya [kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga] maka sesuai landasan kasmoganis kerajaan-kerajaan kuno haruslah dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Maka dari itu Mpu Sindok, memutuskan untuk memindahkan atau membangun kembali kerajaan di Jawa Timur yang dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru yaitu wangsa Isyana. 

Sedangkan dalam buku Indonesia dalam Arus Sejarah disebutkan bahwa alasan perpindahan kerajaan tersebut karena perang saudara antara Rakai Walaing dan Rakai Pikatan di Jawa Tengah. Pertentangan akibat perang tersebut berlangsung hingga masa pemerintahan Mpu Sindok, karena tidak segera berakhir hal ini menjadi salah satu penyebab dipindahkannya Mataram ke Jawa Timur dengan wangsa baru.

Apakah ancaman dari Kerajaan di wilayah Sumatera Selatan, Sriwijaya, juga menjadi faktor dalam proses perpindahan tersebut? Bagaimanakah kontestasi antara Sriwijaya dan Mataram Islam memengaruhi pergeseran kekuasaan ke Jawa Timur?

Aulia Faticha Achmad [K4419022], ijin bertanya, maaf sebelumnya apakah pertanyaan ini typo? Apakah itu benar Mataram Islam pak? Menurut google Mataram Islam itu berdiri di abad ke-16. Apakah benar atau salah pak? 

Aulia Faticha Achmad [K4419022] Kerajaan Sriwijaya juga menjadi faktor dalam proses perpindahan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, hal ini dikarenakan adanya serangan dari Balaputradewa [yang dulunya merupakan keturunan dari Dinastu Syailendra] beliau tidak memiliki kesempatan dalam memegang tampuk pemerintahan di Mataram Kuno karena dikalahkan oleh Rakai Pikatan, yang nerupakan suami dari Pramodhyawardani [kakak Balaputradewa]. Balaputradewa melarikan diri ke Sriwijaya karena kalah dari Rakai Pikatan, dan akhirnya menyerang Mataram Kuno di Jawa Tengah. 

Nama : Azkia Salsabila

NIM : K4419025

saya izin berpendapat ya pak, memang hal tersebut dipicu dari permusuhan yang terjadi antara Jawa dan Sumatra pada saat pengusiaran Balaputradewa oleh Rakai Pikatan. Balaputradewa yang lalu menjadi Raka Sriwijaya menyimpan kekesalan terhadap Rakai Pikatan. Perselisihan antara kedua raja ini menjadi cikal bakal permusuhan turun-temurun generasi selanjutnya. Selain hal tersebut, Medang [Mataram] dan Sriwijaya juga bersaing untuk menguasai lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara.

Rasa permusuhan Wangsa Sailendra terhadap Sanjaya terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana dibentuk. Yakni pada saat masa pemerintahan Mpu Sindok yang memiliki gelar Sri Isyanatunggadewa. Mpu Sindok sendiri adalah keturunan dari Dinasti Sanjaya dari Mataram, namun karena desakan dari Sriwijaya serta adanya pertentangan antara pernikahan Rakai Pikatan [Sanjaya] dan Pramodyawardhani [Syailendra] sehingga akhirnya Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur.

Izin berpendapat 

Nama : Farlina Budiarti 

NIM : K4419037 

Menurut buku Sejarah Nasional Indonesia II di halaman 157 disebutkan perpindahan Mataram ke Jawa Timur akibat kehancuran karena letupan Gunung Merapi yang maha dahsyat, sehingga dianggap sebagai pralaya.

Adapun bentrokan bentrokan dengan kerajaan Sriwijaya dalam buku Sejarah Nasional Indonesia II dalam bab III disebutkan bentrokan dengan kerajaan Mataram ketika Mataram sudah berpindah ke Jawa Timur. Bentrokan itu diakibatkan karena persaingan perdagangan kerajaan di daerah Jawa. 

Walaupun dalam bab ini juga ada penaklukan Jawa oleh Sriwijaya tetapi penjelasan tersebut mengarah kepada Penaklukan Jawa Barat [Sunda] 

Nama : Anisaul fauziah

NIM     : K4419015

izin berpendapat

Menurut buku IDAS salah satu sebab perpindahan Mataram dari Jawa timur ke jawa tengah karena terdapat pertentangan politik yang mengganggu kekondusifan pemerintahan kerajaan. Pertentangan berawal dari pemberontakan Rakai Walaing dengan Rakai Pikatan yang dimenangkan Rakai pikatan yang menyebabkan dominasi dinasti sanjaya. Dinasti Syailendra terus memberontak menyebabkan kekacauan politik. Terjadi penculikan Dyah Bhumijaya dan ibunya, Rkrayan Menak  oleh pamannya sendiri Rakrayan Landeyan. Banyak pula pertentangan pihak kerajaan yang menyebabkan banyak terusirnya tokoh keraton.pertentangan tidak ada hentinya menyebabkan Mpu sendok memindahkan kerajaan ke Jawa Timur untuk membentuk Dinasti baru Dinasti Isana.

Apakah ancaman dari Kerajaan di wilayah Sumatera Selatan, Sriwijaya, juga menjadi faktor dalam proses perpindahan tersebut? Bagaimanakah kontestasi antara Sriwijaya dan Mataram Islam memengaruhi pergeseran kekuasaan ke Jawa Timur?

Assalamualaikum wr wb

Saya Budi Fathuttamam [K4419028] ijin berpendapat, menurut saya perpindahan kerajaan mataram kuno dari jawa tengah ke jawa timur salah satunya faktor ekonomi karena di Jawa Timur ada dua sungai besar yang mengalir ke laut, yaitu Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Sungai-sungai itu dengan mudah dilayari oleh perahu-perahu atau kapal-kapal besar hingga sampai wilayah pedalaman sampai Mojokerto, sedangkan perahu-perahu kecil dapat berlayar lebih jauh lagi ke wilayah pedalaman sampai di Kediri, sehingga lebih menguntungkan perdagangan  di wilayah Jawa Timur. 

Sumber referensi : Soeroto. 1975. Mataram 1. Bandung : Sanggabuwana. Hal  28-29.

Terima kasih, wassalamualaikum wr wb

Perkenalkan saya Anezia Syaharani, NIM K4419014 izin untuk menjawab. Menurut buku IDAS, Sriwijaya cukup berperan dalam perpindahan Mataram ke Jawa Timur. Hal ini disebabkan karena sebelumnya kedua kerajaan tersebut sudah mengalami beberapa pertikaian. Beberapa diantaranya saat terjadi pernikahan antara Rakai Pikatan dari Mataram dan Pramodhawardhani dari Sriwijaya. Hal ini ditentang oleh Balaputradewa, adik tiri Pramodhawardhani. Setelah dilakukan pernikahan, Balaputradewa melakukan penyerangan terhadap Kerajaan Mataram, namun berhasil dikalahkan. Setelah konflik tersebut, masih terjadi konflik-konflik lain di kalangan kerajaan, hingga akhirnya Kerajaan Mataram di pindah ke Jawa Timur. 

Ijin mnejawab 

Saya Almas Hammam Firdaus [K4419011]

Menurut buku Sejarah Nasional Indonesia II karya M.D. Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto halaman 157 menyebutkan sebab pemindahan kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur yaitu karena letusan gunung Merapi yang sangat dahsyat atau para pujangga mengatakan Mahapralaya, maka sesuai dengan landasan kosmologis kerajaan Mataram Kuno terpaksa harus dipindahkan ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok. Mengapa dipilih Jawa Timur dekat Sungai Brantas karena daerah tersebut dianggap sangat strategis dan tanahnya subur, selain itu juga karena daerah tersebut lebih mudah dijangkau untuk perdagangan dan pelayaran.

Apakah di wilayah Jawa timur pada masa tersebut masih merupakan tempat yang tidak berpenghuni atau tanah tanpa tuan? 

Saya Faris ali , K4419036Menurut saya perpindahan Mataram Kuno Jawa Tengah ke Jawa Timur : 1.  Adanya perdebatan antara dinasti Syailendra dan Sanjaya yang terjadi masa pemerintahan Rakai Pikatan dengan Balaputradewa [Sriwijaya].2. Kemudian adanya bencana gunung merapi yang menyebabkan kehancuran Istana dan kemunduran ekonomi, dan Mpu Sindok asal mula dinasti Isyana memindahkan ke daerah Sungai Brantas.

Almas Hammam F [K4419011]

Menurut buku Sejarah Nasional Indonesia halaman 106-108 disitu dijelaskan bahwasanya wilayah Jawa Timur sudah menjadi wilayah berpenghuni bahkan sudah ada kerajaan yaitu kerajaan Kanjuruhan yang dipimpin oleh Raja Gajayana dan pusat kerajaan tersebut berada di wilayah Malang [Sumber: Prasasti Dinoyo]. Akan tetapi Kerajaan Kanjuruhan ini tidak berlangsung lama perkembangannya karena kerajaan ini ditaklukan oleh Kerajaan Mataram Kuno yang pada masa itu dipimpin oleh Raja Dyah Balitung, sehingga kerajaan Kanjuruhan pun akhirnya menjadi bawahan dari kerajaan Mataram Kuno[Prasasti Balitung]. 

Saya Anita Karlina_NIM: K4419016 izin berpendapat. Menurut Buku Sejarah Nasional Indonesia 2 pada hal. 106-109 menjelaskan tentang adanya Prasasti Dinoyo didaerah Malang berangka tahun 682 Saka [ 21 - XI- 760M] berisi tentang adanya sebuah Kerajaan di Jawa Timur bernama Kanjuruhan yang dipimpin oleh Raja Gajayana. Namun Kerajaan itu tidak lama berkembang karena ditaklukkan oleh Mataram Kuno yang dipimpin Rakai Watukura, di raja ini didapatkan kembali Prasasti Kubu kubu berangka tahun 827 Saka [17-X-905M] menyebutkan bahwa pada jaman pemerintahannya telah terjadi penyerangan ke Banten dan Banten kalah, di prasasti ini di Banten harus dicari didaerah Jawa Timur. Selain itu pada hal 155, ketika Pu Sindok memindahkan Kerajaan ke Jawa Timur sudah adanya penguasa daerah yang tunduk kepada Mataram yaitu daerah Kanuruhan. Dapat disimpulkan bahwa pada masa tersebut wilayah Jawa Timur sudah berpenghuni bahkan dilihat dari Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760M sedangkan masa perpindahan di tahun 900-an Masehi. 

Fastabiqul Hakim Thahari [K4419038]

Berdasarkan pendapat Casparis, saat itu Jawa Timur sudah ada yang menduduki. Menurut Casparis pada waktu Pu Sindok memindahkan kerajaaan Mataram Kuno ke Jawa Timur, mungkin saja Kerajaan Kanuruhan yang sebagai bawahan Kerajaan Mataram Kuno yang ada di Jawa Timur memberikan dukungan atas perpindahan tersebut. Karena, menurut Casparis Kerajaan Kanuruhan ini merupakan suatu perkembangan dari Kerajaan Kanjuruhan, salah satu kerajaan tertua di Jawa Timur yang pernah berdiri pada abad VIII. Raja-raja Kerajaan Kanuruan merupakan keturunan Kerajaan Kanjuruhan yang berkuasa dengan gelar Rakryan Kanuruhan. [Casparis, 1949:449]

Izin berpendapat 

Nama : Farlina Budiarti 

NIM : K4419037 

Menurut buku Sejarah Nasional Indonesia II dihalaman 108,  Jawa Timur sudah merupakan tanah bertuan yaitu di daerah Jawa Timur sudah terdapat sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kanjuruhan. Tetapi pada akhirnya dapat dikuasai Mataram 

Nama: abdul aziz syafiqurrahmanNIM : K4419001Menurut buku nusa jawa silang budaya yang dikarang dennys lombards mengatakan disini adanya perpindahan kraton dari jawa tengah ke jawa timur adalah adanya bencana alam besar yaitu letusan gunung merapi yang dibuktikkan dengan penemuan candi sambisari yang terpendam seluruhnya didekat yogyakarta. Benca alam ini membuat kraton dipindahkan ke jawa timur. Adapun disini disebutkan juga peperangan dengan orang-orang asing dan ada yang mengira adanya kebosanan rakyat akibat pembangunan candi-candi besar

Nama: Fahrani Tri Oktavianita  Nim: K4419035  Menurut buku SNI asli orang yang menyebabkan peralihan kekuasaan adalah Dyah Dewa, Dyah Bantu, Sang Dhanadi, dan orang-orang yang tidak memihak atau membantu penduduk asli

ancaman dari luar adalah adanya penyerangan sriwijaya ke mataram kuno  akibat dari 

persaingan perdagangan saat itu antara Sriwijaya dan Jawa, hal ini 

terbukti bahwa pada masa Mpu Sindok hinngga masa Majapahit 

perdagangan antar pulau dan internasional telah berkembang. 

Berdasarkan prasasti Kamalagyan [959 Çaka = 1037 M], masa raja 

Airlangga [1009-1041] dapat diketahui ramainya perdagangan antar 

pulau saat itu : . . . ." Kapwa ta sukhamanah nikaŋ maparahu samaŋhulu 

maǹalap bhanda ri hujuŋgaluh tka rikaǹ parapuhawaŋ parabanyaga 

saŋkariŋ dwipântara samañunten ri hujuŋ galuh. . . ." [ ...= " semua 

senanglah hatinya hatinya [orang-orang yang ] berperahu pergi ke hulu 

mengambil barang [dagangan] hingga para nahkoda kapal para orang

Izin berpendapat 

Nama : Farlina Budiarti 

NIM :K4419037 

Menurut buku Sejarah Nasional Indonesia, yang menyebabkan perpindahan tersebut yaitu Pu Sindok, Rakai Watukura Dyah Balitung, Dharmmawangsa Teguh, dan Airlangga. 

Perkenalkan saya Aulia Faticha Achmad [K4419022], ijin berpendapat... Kerajaan Mataram Kuno berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dikarenakan beberapa faktor, yaitu meletusnya gunung merapi yang menyebabkan ruginya Kerajaan Mataram Kuno dalam aspek ekonomi yang mengalami kerugian dan semakin melemah. Karena hal itu, Mpu Sindok yang memerintah pada masa itu memindahkan pusat pemerintahan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. 

NNama : Fahrani Tri Oktavianita

Nim : K4419035

DDalam buku Sejarah Nasional Indonesia jilid II, perpindahan kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur bahwa Rakai Panangkaran membangun kembali kerajaan Ho-ling setelah rasa Sanna gugur namun pada tahun 717 MRakai Panangkaran dinobatkan menjadi raja di Medang yang terletak di Poh Pitu. Namun Rakai Panangkaran jatuh sakit dan meninggal dalam penderitaan dan selama delapan hari ingin mematuhi gurunya. Dengan rasa takut yang amat sangat dengan gurunya yang tidak benar, Rakai Panangkaran meninggalkan agama siwa menjadi agama Budha Mahayana dan memindahkan pusat kerajaan ke timur. Kemudian silih bergantinya kekuasaan raja, Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani setelah menikah dapat menyatukan dua dinasti, namun setelahnya terjadi bencana  dan mengungsi ke Jawa Timur dan mendirikan sebuah kerajaan di daerah Kanjruhan yang akhirnya tunduk kepada Mataram, dan Mpu Sindok membangun ibu kota baru di Tamwlang.

Saya Disti Orisa NIM K4419032 menurut saya faktor perpindahan Mataram kuno dari jawa tengah ke jawa timur salh satu alasannya adalah kekalahan Rakai walaing adik dari Pramodhawardani dari Rakai Pikatan sehingga menyebabkan keluarga Sanjaya berkuasa penuh di jawa tengah sehingga menyebabkan keluarga Syailendra tidak terima dan berusaha melakukan pertentangan yang terjadi hingga pemerintahan empu sindok dan menyebabkan ia memindahkan pusat pemerintahan matram ke daerah timur

Saya Adelio Aksel H, K4419002 Menurut saya perpindahan Mataram Kuno Jawa Tengah ke Jawa Timur : 1.  Adanya perdebatan antara dinasti Syailendra dan Sanjaya yang terjadi masa pemerintahan Rakai Pikatan dengan Balaputradewa [Sriwijaya].2. Kemudian adanya bencana gunung merapi yang menyebabkan kehancuran Istana dan kemunduran ekonomi, dan Mpu Sindok asal mula dinasti Isyana memindahkan ke daerah Sungai Brantas.

Saya, desy fitria eksanti. NIM K441930

faktor pindahnya mataram kuno dari Jawa tengah ke jawa timur adalah

 1.meletusnya gunung Merapi menyebabkan kemunduran dalam aspek ekonomi, kemudian empu sindok memindahkan kerajaan dari jawa tengah ke jawa timur

2. Perdebatan antara dinasti sanjaya dan syailendra pada pemerintahan rakai pikatan yang menyebabkan peperangan dengan pihak sriwijaya keturunan syailendra yaitu balaputradewa

Perkenalkan saya Allisya Syifa Istiana [K4419010] izin menjawab 

menurut buku Sejarah Raja-Raja Jawa Dari Kalingga Hingga Mataram Islam terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kerajaan Mataram Kuno dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, salah satu penyebabnya yaitu akibat meletusnya gunung merapi pada tahun 928 M yang menyebabkan Bhumi Mataram hancur, dan kondisi ekonomi kerajaan tidak stabil  sehingga pada tahun 929 M Mpu Sindok memindahkan kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dan memindahkan pusat pemerintahannya dari Tamlang lalu Watugaluh. 

Perkenalkan saya Dewa Ighaniyyu Padra Karna, NIM : K4419031menurut saya,  Mataram mengalami bencana besar akibat letusan Gunung Merapi yang dibuktikan adanya banyak candi-candi di Jawa Tengah dari masa kerajaan Medang yang ditemukan dalam keadaan tertimbun oleh batuan vulkanik. Selain itu, mataram juga mendapat serangan dari kerajaan Sriwijaya dalam perebutan kekuasaan. 

Perkenalkan saya Dewa Ighaniyyu Padra Karna, NIM : K4419031menurut saya,  Mataram mengalami bencana besar akibat letusan Gunung Merapi yang dibuktikan adanya banyak candi-candi di Jawa Tengah dari masa kerajaan Medang yang ditemukan dalam keadaan tertimbun oleh batuan vulkanik. Selain itu, mataram juga mendapat serangan dari kerajaan Sriwijaya dalam perebutan kekuasaan. 

Assalamu'alaikum perkenalkan nama saya Annisa Cahya Aslamiza  Nim[K4419017]Menurut saya perpindahan kerajaan Mataram ke Jawa timur salah satu faktor nya adalah terjadinya bencana alam yaitu gunung meletus yang menyebabkan bumi Mataram tertutup serta adanya serangan dari kerajaan Sriwijaya yang di pimpin wurawari sehingga membuat empu sindok memindahkan pusat pemerintahan ke jawa timur.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan Saya Aris Cahyo Hidayat

Nim : K4419021

1. Dari Faktor Ekonomi wilayah Jawa timur letaknya lebih strategis dibandingkan dengan Jawa Tengah karena terdapat 2 sungai yaitu sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas yang bisa digunakan sebagai jalur pelayaran dan perdagangan. Juga terdapat beberapa pelabuhan-pelabuhan strategis di sebelah Utara.

2. Dari Faktor Bencana alam yaitu meletusnya Gunung Merapi yang sangat dahsyat yang terjadi beberapa kali. Untuk menghindari hal serupa, pusat kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur

3. Dari faktor politik yaitu terjadinya perebutan kekuasaan antara Dyah Balitung dan Mpu Daksa di Mataram, serta untuk menghindari musuh politik dari Sriwijaya.

Ijin menjawab pak

Nama : Fu'ad Aminullah 

NIM    : K4419042 

PRODI : PENDIDIKAN SEJARAH 2019/A

Menurut buku dari Peri Mardiyono yang berjudul Runtuhnya Kerajaan-Kerajaan dan Berdirinya Kerajaan-Kerajaan Islam. Disebutkan bahwa menurut teori van Bummelen, Perpindahan istana Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur disebabkan oleh bencana alam berupa letusan Gunung Merapi yang luar biasa dahsyat. Akibat peristiwa ini Istana Medang yang diperkirakan berada di Bhumi Mataram hancur ketika itu Dyah Wawa memerintah. Namun diketahui apakah Dyah Wawa tewas dalam peristiwa letusan Gunung Merapi atau tidak karena setelah berpindah ke tahta beralih ke Mpu Sindok yang mendirikan istana baru di daerah Tamwlang. Dengan Mpu Sindok memegang tahta ini ia mendirikan trah baru bernama Wangsa Isyana. 

Itu pendapat saya pak. Terimakasih 

Assalamu'alaikum wr wb

Perkenalkan saya Adhelyn Ramadhani NIM K4419003

Menurut saya pada masa pemerintahan Suhita terjadi bencana alam yaitu letusan gunung Merapi yang merupakan letusan paling dasyat sepanjang sejarah. Dengan adanya letusan itu menjadikan bumi mataram hancur. Para pejabat tinggi kerajaan beserta rakyat berbondong-bondong mengungsi ke timur  Pada saat itu Jawa TImur adalah tempat yang menjadi sasaran. Karena daerah Kanuruhan sudah menjadi bagian Mataram. Untuk itu Pu Sindok membuat ibu kota baru di Tamwlang. Dengan adanya ibukota baru itu dianggap sebagai adanya dunia baru. Untuk itu berdirilah kerajaan baru dengan nama yang sama yaitu Mataram. Dan Pu Sindok dianggap sebagai pendiri Wangsa Isana. 

Almas Hammam Firdaus [K4419011]

Pemerintahan Suhita ? Apakah Suhita pernah menjadi Ratu di kerajaan Mataram Kuno? Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia jilid II halaman 440-441 dijelaskan bahwasanya Suhita atau Maharani Suhita ini adalah putri kedua dari Raja Wikramawardhana dari kerajaan Majapahit. Ia naik tahta menggantikan ayahnya karena putra mahkota sebelumnya yaitu Bhre Tumapel [Bhre Hyang Wekasing Sukha] yang meninggal pada tahun 1399[Serat Pararaton]. 

Saya Dyah Ayu, nim K4419033 ingin berpendapat

Menurut sumber yang saya baca, salah satunya adalah Buku Sejarah Nasional Indonesia menyebutkan bahwa sebab Kerajaan Mataram Kuno berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur disebabkan oleh bencana alam yang berupa letusan dahsyat gunung merapi yang membuat kerajaan itu hancur. Kemudian Mpu Sindok kembali membangun kerajaan Mataram di Jawa Timur dengan wangsa yang baru yaitu wangsa Isana

Saya Ayu Resti Nim K4419024 izin berpendapat menurut buku SNI jilid II perpindahan mataram kuno dari jawa tengah ke jawa timur karena adanya bencana alam gunung merapi yang meletus maka dibangun kerajaan baru dan wangsa baru juga untuk memerintah sehingga mpu sindok memindahkannya ke jawa timur dan membentuk wangsa isana, kemudian juga untuk menghindari serangan dari musuh. Sedangkan menurut buku Mataram 1 karya Soeroto salah satu faktornya adalah faktor ekonomi karena di daerah jawa timur terdapat sungai bengawan solo dan sungai brantas yang merupakan sungai besar dan sering dilalui kapal-kapal pedagang pada abad ke X sehingga menguntungkan untuk perdagangan.   

ijin menjawab pak, nama saya Fitri Dwi Astuti NIM K4419041menurut buku Sejarah Nasional Indonesia II halaman 155 disebutkan bahwa kerajaan mataram di jawa tengah mengalami kehancuran akibat letusan gunung merapi yang terhebat dalam sejarahnya, bencana alam ini mungkin merusak ibu kota Medang dan banyak daerah pemukiman di jawa tengah, sehingga oleh rakyat dirasa sebagai kehancuran dunia. maka kaum kerabat raja dan pejabat tinggi kerajaan serta rakyat yang daerahnya tertimpa bencana itu lari mengungsi ke arah timur. dan di jawa timurlah pu sindok membangun kembali kerajaan baru dan ia dianggap sebagai pendiri wangsa baru, yaitu wangsa isana.  

Asalamualaikum wr.wb

perkenalkan nama saya Aditya Muhammad Abkar Nim K4419005

menurut marwati djoened poesponegoro, nugroho notosusanto. sejarah nasional indonesia kuno II [ jakarta balai pustaka ,1993].hlm157] faktor yng menyebabkan kerajaan mataram kuno berpindah dari jawa tengah ke jawa timur disebabkan oleh letusan gunung merapi yang maha dahsyat, sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu disebut dengan pralaya [ kehancuran dunia pada masa akhir kaliyuga], maka sesuai dengan landasan kosmologis kerajaan mataram kuno haruslah dibangun kerjaan baru dengan wangsa yang baru pula. karena itu maka mpu sindok yang membangun kerajaan di jawa timur dianggap sebagai cikal bakal wangsa baru, yaitu wangsa isyana 

sedangkan menurut pul michel munoz berpendapat bahwa perpindahan kerajaan mataram hindu jawa tengah ke jawa timur karena sebuah hasrat untuk mendapat keuntungan dan kesempatan perdagangan yang ada di wilayah pesisir timur laut dan wilayah delta brantas sangat efektif untuk kegiatan perdagangan 

jadi kesimpulannya adalah kerajaan mataram kuno di jawa tengah pindah karna adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat dan juga untuk mendapat keuntungan dari kewsempatan perdagangan yang ada di wilayah pesisir timur laut dan wilayah delta brantas yang sangat efektif untuk kegiatan perdagangan 

demikian jawaban dari saya , saya ucapkan terima kasih 

wassalamualaikum wr.wb

Saya Erinna Safira Nurjanah/ K4419034 ingin menjawab, Perpindahan mataram dari jawa tengah ke jawa timur disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain yaitu karena meletusnya gunung merapi sehingga para pujangga menganggap hal itu disebut sebagai pralaya. Akibat dari letusan itu membuat mpu sindok memindahkan mataram kuno dari jawa tengah ke jawa timur dan mendirikan wangsa baru yaitu wangsa isana.

Selain itu perpindahan mataram kuno juga disebabkan karena banyak pertentangan dan perebutan kekuasaan didalam kerajaan pada masa pemerintahan dyah balitung sampai dyah wawa, pertentangan yang terjadi terus menerus ini membuat mpu sindok memindahkan mataram ke jawa timur.


Ijin menjawab,  Arini Arum Madzani [K4419020] 

Berdasarkan buku Sejarah Nasional Indonesia II karya Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto, bahwa Mataram kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur disebabkan karena terjadinya letusan gunung Merapi yang terhebat dalam sejarahnya yaitu pada masa pemerintahan Rakai Sumba hingga merusak daerah pemukiman di Jawa Tengah,  kemudian para petinggi kerajaan beserta rakyat lari mengungsi ke timur karena gempa yang terhebat melanda daerah barat gung Merapi. Pu Sindok membangun ibukota baru yaitu Tamwlang dan membentuk kerajaan baru di Jawa Timur dengan wangsa baru,yaitu wangsa Isana. 

Assalamualaikum Bapak..Saya Febita Sunyi, NIM K4419039 ijin menjawab, menurut buku Sejarah Nasional Indonesia pada halaman 155 menjelaskan bahwa terjadinya perpindahan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur terjadi pada masa pemerintahan Rakai Sumba. Perpindahan tersebut terjadi secara tiba-tiba dikarenakan adanya letusan gunung Merapi yang sangat dahsyat, dan gal tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran lapisan tanah ke arah barat daya. Letusan tersebut juga menyebabkan terjadinya gempa bumi, hujan abu vulkanik serta banjir lahar. Bencana ini tentunya merusak permukiman di daerah Jawa Tengah, sehingga rakyat menganggap sebagai pralaya [kehancuran dunia]. Maka banyak kerabat raja, para rakyat serta rakyat yang daerahnya tertimpa bencana tersebut mengungsi ke arah timur. Sekian Bapak jawaban dari saya, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Assalamualaikum Bapak..Saya Febita Sunyi, NIM K4419039 ijin menjawab, menurut buku Sejarah Nasional Indonesia pada halaman 155 menjelaskan bahwa terjadinya perpindahan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur terjadi pada masa pemerintahan Rakai Sumba. Perpindahan tersebut terjadi secara tiba-tiba dikarenakan adanya letusan gunung Merapi yang sangat dahsyat, dan gal tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran lapisan tanah ke arah barat daya. Letusan tersebut juga menyebabkan terjadinya gempa bumi, hujan abu vulkanik serta banjir lahar. Bencana ini tentunya merusak permukiman di daerah Jawa Tengah, sehingga rakyat menganggap sebagai pralaya [kehancuran dunia]. Maka banyak kerabat raja, para rakyat serta rakyat yang daerahnya tertimpa bencana tersebut mengungsi ke arah timur. Sekian Bapak jawaban dari saya, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

saya Bonaventura Marsev
K4419027
Izin memeberi pendapat

Menurut Saya pemindahan Kerajaan Mataram  Kuno Dari Jawa Tengah Menuju Jawa Timur diaibat kan Bencana alam Yang meletusnya Gunung Merapi Yang Sangat Dahsyat sehingga terpa ksa dipindah kan  Ke Jawa Timur. Pendapat saya ini didu kung bu ku karangan Sejarah Nasional Indonesia II  MD Pesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Di buku dijelaskan juga akibat letusan Gunung Merapi sehingga terpaksa dipindahkan. Pemindahan ini dilakukan sesuai dengan landasan kosmologis Kerajaan Mataram Kuno. Dipilihnya Jawa Timur karena dekat dengan sungai brantas yang dinilai tempat ini sangat cocok untuk kehidupan dan strategis

Menurut saya alasan perpindahan ini diduga akibat letusan Gunung Merapi, atau mendapat serangan dari sriwijaya. Maka berakhirlah era Dinasti Sanjaya, dan mpu sindok yang diperkirakan adalah keturunan atau menantu keturunan dari Dinasti Sanjaya, mendirikan dinasti baru yaitu dinasti isyana yang memerintah di jawa timur.

Nama : Candi Kurniawan Nim : K4419029 Menurut saya, pemmindahan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur diakibatkan meletusnya gunung merapi. Oleh sebab itu pemerintahan Mataram Kuno memindahkan pusat kerajaannya ke Jawa Timur. Pemilihan Jawa Timur ini dinilai karena memiliki daerah yang straregis dan memiliki tanah yg subur. Pemilihan Jawa Timur ini karena dekat dengan delta brantas. Dengan dekatnya dengan sungai memudahkan masyarakat untuk bertahan hidup dan meningkatkan peradaban. Sumber : Buku Sejarah Nasional Indonesia

Assalamualaikum

Perkenalkan saya Andrea Salsalova. Nim : K4419013

Faktor yang menyebabkan perpindahan adalah kekuasaan adanya kekuasaan Mataram Hindu di Jawa Tengah ke Jawa Timur salah satunya adalah faktor ekonomi. Keadaan wilayah Jawa Timur berbeda dengan Jawa Tengah, wilayah di Jawa Timur ada terdapat sungai besar yang mengalir ke laut, yaitu Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Bengawan Solo dan Sungai Brantas merupakan sungai yang lebar dan dalam. Pada abad ke X sungai-sungai itu dengan mudah dilayari oleh perahu dan kapal besar dari wilayah pedalaman hingga ke Mojokerto, sedangkan perahu kecil dapat berlayar lebih jauh lagi ke wilayah pedalaman sampai di Kediri. Keberadaan sungai besar yang dapat dilayari oleh perahu besar sampai jauh di dareah pedalaman dirasa lebih menguntungkan sehingga dipindah ke Jawa Timur.

Berdasar Jurnal Transfer Mataram Hindu Kingdom in Central Java to East Java in x Century Viewed From

assalamualaikum , 

perkenalkan  saya Afifah Reski Wulandari, Nim : K4419006

Faktor yang menyebabkan berpindahnya kekuasaan Mataram Hindu ke Jawa Tengah disebabkan oleh meletusnya Gunung Merapi yang maha dahsyat sehingga sesuai dengan landasan Kosmogonis  maka kerajaan kuno mataram harus dibangun dengan kerajaan baru serta wangsa yang baru pula , kemudian dibangunlah kembali kerajaan mataram diJawa Timur.

sumber :  Buku Sejarah Nasional Indonesia hal 157

Aisya Arroyyani, NIM:K4419008 mau menjawab

Menurut buku Sejarah Indonesia Masa Hindu-Buddha karya Suwardono pada halaman 115. Dari beberapa fakta sejarah Indonesia kuno mengisyaratkan bahwa perpindahan pusat kerajaan mataram kuno dari jawa tengah ke jawa timur dilakukan sekitar perempat pertama abad x. Timbul berbagai alasan perpindahan. Boechari memaparkan teori-teori pendahulunya, sebagai berikut:

1. N.J. Krom: berpendapat bahwa alasan perpindahan kerajaan tidak begitu jelas [secara berangsur angsur]

2. B. Schrieke: berpendapat bahwa pindahnya kerajaan karena pembangunan Candi Borobudur yang menghabiskan seluruh kejayaan kerajaan waktu itu yang sedang jaya-jayanya. Pembangunan candi menyita banyak tenaga dari rakyat mataram dan meninggalkan pekerjaan sebagai bertani, berdagang, dan aktivitas lainnya sehingga terjadilah migrasi massal ke Jawa Timur

3. J.G de Casparis: akibat kemajuan perdagangan di Arab pada abad ke IX, wilayah Jawa Timur semakin makmur dan membuat Sriwijaya khawatir dan melakukan penyerangan di Jawa, sriwijaya mendarat di Jawa Timur dan bergerak sampai Nganjuk tetapi berhasil di pukul mundur oleh Mpu Sindok. Dan karena ancaman dari Sriwijaya, pusat pemerintahan di tarik ke Jawa Timur

4. R.W van Bemmelen: seorang ahli geologi mengindikasikan erupsi gunung Merapi membuat gempa dan hujan abu serta banjir lava, maka dipastikan bagian barat dan selatan gunung hancur. Perpindahan kekuasaan mataran dari jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar 929 akibat dari letusan gunung berapi

Saya Annisa Ratna Kumala NIM K4419018, 

Menurut Buku Sejarah Nasional ndonesia perpindahan Mataram ke Jawa Timur disebabkan karena Letusan Gunung Merapi yang menghancurkan kerajaan tersebut dan sesuai landasan kosmologi haruslah dibangun ulang, kerajaan tersebut tetap bernama Mataram di Jawa Timur[Medang] dengan dinasti baru Dinasti Isyana

Video yang berhubungan