Mengapa saat musim kemarau udara terasa lebih panas

Oleh:

Antara/Idhad Zakaria Ilustrasi.

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Apakah Anda merasa musim kemarau di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kali ini lebih dingin dibandingkan saat musim penghujan? Ternyata hawa dingin itu dipicu adanya angin Monsul Australia yang bertiup ke arah DIY.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas, membenarkan hawa dingin terasa meski bukan musim penghujan Hal itu wajar jika suhu udara terasa dingin di malam hari dan terasa terik di siang hari.

"[Suhu terasa dingin di malam hari dan panas di siang hari] Karena pada saat musim kemarau, angin timuran [Monsun Australia] sedang bertiup menuju wilayah Indonesia. Tak terkecuali di wilayah DIY. Angin timuran ini sifatnya kering dan tidak banyak membawa massa uap air," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (26/7/2020).

Baca Juga : Musim Kemarau Sudah Menjangkau 64 Persen Wilayah Indonesia

Ia menambahkan, dengan sifat kering tersebut, maka tidak terbentuk awan-awan hujan di atmosfer sekitar wilayah DIY. Sehingga berpengaruh terhadap suhu udara di bumi saat musim kemarau.

"Sehingga sulit untuk terbentuknya awan-awan hujan. Dengan minimnya jumlah awan di atmosfer, maka akan mempengaruhi suhu udara di bumi. Keberadaan awan-awan di atmosfer tersebut berfungsi menjaga kelembaban bumi dengan menghambat pelepasan panas ke atmosfer," terang Reni.

Ia menjelaskan, terhambatnya pelepasan panas ke atmosfer bumi membuat suhu permukaan bumi menjadi lebih dingin daripada musim hujan.

Baca Juga : Yogyakarta Siapkan Diri Kembali Terima Wisatawan

"Pelepasan energi panas ini yang membuat suhu permukaan bumi pada musim kemarau menjadi lebih dingin dari pada musim penghujan," imbuh dia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Source: JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Tyas Wening Minggu, 23 Juni 2019 | 14:47 WIB

Suhu di malam dan pagi hari saat musim kemarau terasa dingin (Min An/Pexels)

Bobo.id - Musim hujan sudah berakhir dan saat ini musim kemarau sedang berlangsung di Indonesia.

Perbedaan musim kemarau dengan musim hujan yang paling bisa kita rasakan adalah perbedaan suhunya, teman-teman.

Pada saat musim hujan, suhu udara akan terasa dingin, apalagi kalo hujan turun seharian penuh.

Sedangkan di musim kemarau, suhu akan terasa lebih panas karena tidak turun hujan, terlebih saat siang hari ketika matahari bersinar terik.

Meskipun saat siang hari di musim kemarau terasa panas, pernahkah teman-teman merasakan pada malam dan pagi hari ketika musim kemarau suhunya justru terasa sangat dingin?

Baca Juga: Ternyata Buah-Buah Ini Tidak Boleh Disimpan di Kulkas, Apa Saja, ya?


Page 2


Page 3

Min An/Pexels

Suhu di malam dan pagi hari saat musim kemarau terasa dingin

Bobo.id - Musim hujan sudah berakhir dan saat ini musim kemarau sedang berlangsung di Indonesia.

Perbedaan musim kemarau dengan musim hujan yang paling bisa kita rasakan adalah perbedaan suhunya, teman-teman.

Pada saat musim hujan, suhu udara akan terasa dingin, apalagi kalo hujan turun seharian penuh.

Sedangkan di musim kemarau, suhu akan terasa lebih panas karena tidak turun hujan, terlebih saat siang hari ketika matahari bersinar terik.

Meskipun saat siang hari di musim kemarau terasa panas, pernahkah teman-teman merasakan pada malam dan pagi hari ketika musim kemarau suhunya justru terasa sangat dingin?

Baca Juga: Ternyata Buah-Buah Ini Tidak Boleh Disimpan di Kulkas, Apa Saja, ya?

Tyas Wening Selasa, 30 Juni 2020 | 19:25 WIB

Ilustrasi musim kemarau (Pixabay)

Bobo.id - Setelah mengalami musim penghujan yang biasanya berlangsung dari bulan Oktober hingga Maret, negara-negara tropis seperti Indonesia akan mengalami musim kemarau.

Beberapa hal yang membedakan antara musim hujan dengan musim kemarau adalah intensitas hujan dan suhu udaranya.

Kalau di musim hujan, suhu udara akan terasa lebih dingin, terutama setelah hujan turun.

Namun saat musim kemarau, curah hujan lebih sedikit dan suhu udara akan terasa lebih panas karena matahari bersinar terik, terlebih saat siang hari.

Meski suhu udara saat siang hari di musim kemarau lebih panas, tapi berbeda dengan saat malam dan pagi hari, nih, teman-teman.

Suhu udara di malam dan pagi hari saat musim kemarau justru akan terasa dingin, sangat berbeda saat siang hari.

Mengapa suhu udara di malam dan pagi hari ketika musim kemarau justru terasa dingin, ya?

Baca Juga: Saat Hujan Suasana Hati Menjadi Sedih, Berbeda dengan saat Panas yang Membuat Cepat Marah, Mengapa Begitu?


Page 2


Page 3

Pixabay

Ilustrasi musim kemarau

Bobo.id - Setelah mengalami musim penghujan yang biasanya berlangsung dari bulan Oktober hingga Maret, negara-negara tropis seperti Indonesia akan mengalami musim kemarau.

Beberapa hal yang membedakan antara musim hujan dengan musim kemarau adalah intensitas hujan dan suhu udaranya.

Kalau di musim hujan, suhu udara akan terasa lebih dingin, terutama setelah hujan turun.

Namun saat musim kemarau, curah hujan lebih sedikit dan suhu udara akan terasa lebih panas karena matahari bersinar terik, terlebih saat siang hari.

Meski suhu udara saat siang hari di musim kemarau lebih panas, tapi berbeda dengan saat malam dan pagi hari, nih, teman-teman.

Suhu udara di malam dan pagi hari saat musim kemarau justru akan terasa dingin, sangat berbeda saat siang hari.

Mengapa suhu udara di malam dan pagi hari ketika musim kemarau justru terasa dingin, ya?

Baca Juga: Saat Hujan Suasana Hati Menjadi Sedih, Berbeda dengan saat Panas yang Membuat Cepat Marah, Mengapa Begitu?

Lihat Foto

Shutterstock/fizkes

Ilustrasi suhu dingin

KOMPAS.com - Meski musim kemarau, tetapi beberapa hari terakhir suhu lebih dingin dirasakan oleh sebagian besar masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk di pulau Jawa bagian timur.

Mengapa bisa begitu, dan apa yang menyebabkan suhu lebih dingin di musim kemarau seperti ini?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, meski Indonesia memasuki musim kemarau tapi beberapa hari terakhir memang suhu udara relatif lebih dingin.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin. 

Baca juga: Masih Sering Hujan, PSTA LAPAN: Musim Kemarau Tahun Ini Berpotensi Basah

Pada periode Juni, Juli, dan Agustus, sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau. 

Umumnya pada musim kemarau, kondisi cuaca di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator akan mengalami tingkat pertumbuhan awan yang sedikit, dengan kondisi cuaca cerah cukup mendominasi baik siang maupun malam hari. 

Kondisi tersebut secara umum menyebabkan variasi suhu udara permukaannya menjadi tinggi, di mana pada siang hari kondisi suhu udara relatif lebih terik atau panas. 

Sedangkan pada malam hingga dini hari, kata Miming, umumnya suhu akan lebih dingin. 

"Fenomena kondisi suhu dingin ini merupakan fenomena yang normal dan dapat terjadi setiap tahun dengan signifikansinya tergantung pada kondisi atmosfernya," kata Miming kepada Kompas.com, Rabu (7/7/2021).

Pemicu suhu dingin

Berikut beberapa pemicu suhu dingin beberapa hari terakhir ini: