Mengapa jumlah Nabi lebih banyak daripada Rasul

Sebagai umat Islam, kita wajib mengimani para nabi dan rasul. Baik nabi dan rasul merupakan makhluk ciptaan Allah SWT memiliki kisah yang dapat diteladani.

Iman kepada nabi dan rasul perlu dipupuk sejak dini. Jadi, para orangtua wajib mengajarkan cara beriman pada nabi dan rasul sejak dini.

Namun, sebelum itu, Mama perlu tahu mengenai perbedaan nabi dan rasul. Lebihlanjut, berikut Popmama.com jelaskan menganai perbedaan nabi dan rasul dalam ajaran agama Islam secara lengkap.

1. Pengertian nabi dan rasul

Unsplash/Aryan Ghauri

Sebelum mengajarkan tentang nabi dan rasul lebih jauh pada si Kecil. Mama perlu menjelaskan pengertian nabi dan rasul. Dari segi nama, nabi dan rasul memiliki pengertian yang berbeda.

Dikutip darimuslim.or.id, nabi adalah seseorang yang diberi wahyu oleh Allah SWT dengan syariat untuk dirinya sendiri atau diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaum yang sudah bertauhid.

Sedangkan rasul merupakanseseorang yang diberi wahyu oleh Allah SWT dengan syariat dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaum yang menyelisihnya.

Meskipun pengertiannya berbeda, tetapi nabi dan rasul memiliki persamaan. Baik nabi dan rasul, keduanyasama-sama utusanyang diberi wahyu oleh Allah SWT untuk menyampaikan syariat.

Sebagaimanatelah diterangkan dalam Al Quran, yang artinya:

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi…” (QS. Al Hajj: 52)

  1. 7 Hal yang Bisa Disiapkan Anak Perempuan agar Sukses di Masa Depan
  2. 7 Tips Meningkatkan Keterampilan Pemahaman Membaca pada Anak
  3. 5 Cara Membantu Anak Menghilangkan Kebiasaan Menunda Mengerjakan Tugas

2. Jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani

Unsplash/Abdullah Faraz

Setiap umat muslim wajib mengimani nabi dan rasul. Meskipun tidak pernah bertemu langsung pada sosok aslinya, tetapi kita perlu meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus sebagian manusia sebagai nabi dan rasul untuk menyampaikan pesan.

Mengenai jumlah nabi dan rasul, terdapat beberapa pendapat bahwa jumlah nabi adalah 124.000. Sedangkan jumlah rasul ada 312.

Namun, dalam Al Quran hanya terdapat beberapa nama nabi dan rasul yang disebutkan, seperti dalam surat Al-Ghafir ayat 787 berikut ini yang artinya:

"Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu'jizat melainkan dengan seizin Allah," (QS. Al-Ghaffir: 787)

Jumlahnabi dan sasul dalam Al Quran maupun Hadits yang wajib diimani oleh setiap muslim, yaitu 25, di antaranya:

  1. Adam AS,
  2. Idris AS,
  3. Nuh AS,
  4. Hud AS,
  5. Saleh AS,
  6. Ibrahim AS,
  7. Luth AS,
  8. Ismail AS,
  9. Ishak (Ishaq) AS,
  10. Yaqub AS,
  11. Yusuf AS,
  12. Syu’aib AS,
  13. Ayyub AS,
  14. Dzulkifli AS,
  15. Musa AS,
  16. Harun AS,
  17. Daud AS,
  18. Sulaiman AS,
  19. Ilyas AS,
  20. Ilyasa’ AS,
  21. Yunus AS,
  22. Zakaria AS,
  23. Yahya AS,
  24. Isa AS, dan
  25. Muhammad SAW.

3. Perbedaan nabi dan rasul

Unsplash/Adli Wahid

Selainmemiliki beberapa persamaan, nabi dan rasul juga mempunyai banyak perbedaan. Berikut perbedaan nabi dan rasul yang diterangkan dalam agama Islam:

  • Penerimaan wahyu

Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya.

  • Utusan yang diberikan Allah SWT

Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman, sedangkan Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir).

  • Jumlah nabi dan rasul

Perbedaan nabi dan rasul juga terdapat pada jumlahnya. Jumlah Nabi sangat banyak, yaitu kurang lebih 124.000. Sementarajumlah Rasul adalah 312.

  • Tidak semua nabi berarti rasul

Tidak semua nabi itu juga menjadi rasul,tetapi semuarasul sudah pasti termasuk nabi.

  • Cara turunnya wahyu

Nabi hanya mendapatkan wahyu melalui mimpi. Sedangkan rasul dapat menerima wahyu melalui mimpi maupun melalui malaikat, serta dapat melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan malaikat.

  • Perbedaan takdir

Ada beberapanabi yang dibunuh oleh kaumnya sendiri, tetapiseluruh rasul yang diutus Allah SWT berhasil terselamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya.

Itulah berbagai informasi penting mengenai perbedaan nabi dan rasul yang perlu Mama ajarkan pada anak. Semoga dengan bertambahnya ilmu agama, bertambah pula keimanan buah hati pada nabi dan rasul ya, Ma.

Baca juga:

  • 5 Rasul Ulul Azmi Beserta Mukjizatnya yang Perlu Anak Ketahui
  • 25 Nama Nabi dan Rasul yang Harus Dihafal Anak dalam Agama Islam
  • 25 Nama Nabi dan Rasul yang Harus Dihafal Anak dalam Agama Islam

Suara.com - Nabi dan Rasul merupakan suri tauladan yang menjadi contoh bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa perbedaan Nabi dan Rasul? Apakah Nabi sama dengan rasul? Simak penjelasannya berikut ini.

Nabi dan Rasul memiliki tugas dari Allah SWT dalam menyebarkan pesan kepada umat-umatnya. Seluruh umat muslim wajib hukumnya untuk meyakini bahwa Nabi dan Rasul benar adanya.

Meski demikian banyak yang memahami bahwa Nabi dan Rasul adalah sama. Padahal Nabi dan Rasul memiliki beberapa perbedaan. Nabi tidak berarti Rasul dan Rasul sudah pasti adalah Nabi.

Pengertian

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 9 Rahasia Keutamaan Sahur

Secara etimologi, kata Nabi merupakan kata yang berasal dari naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”. Dengan demikian pengertian Nabi adalah seorang manusia dan hamba Allah SWT yang diberikan kepercayaan berupa wahyu untuk dirinya sendiri. Wahyu yang diturunkan kepada Nabi tidak disampaikan kepada umatnya dan hanya diamalkan oleh dirinya sendiri.

Sementara itu, kata Rasul berasa dari kata risala yang berarti penyampaian. Rasul adalah seorang yang diberikan wahyu dari Allah SWT yang kemudian berkewajiban untuk diamalkan dan disampaikan kepada umatnya.  

Jumlah Nabi dan Rasul dari berbagai pendapat yakni, Nabi sebanyak 124 ribu orang dan Rasul terdapat 312 orang.

Sementara itu ada 25 Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai oleh seluruh umat muslim yakni: Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Hud AS, Saleh AS, Ibrahim AS, Luth AS, Ismail AS, Ishak AS, Yaqub AS, Yusuf AS, Syu’aib AS, Ayyub AS, Dzulkifli AS, Musa AS, Harun AS, Daud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyasa’ AS, Yunus AS, Zakaria AS, Yahya AS, Isa AS, Muhammad SAW.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Baca Juga: Doa Nabi Muhammad Sebelum Makan Sahur: Yarhamullahul Mutasahhirin

Untuk lebih lengkapnya berikut adalah perbedaan Nabi dan Rasul.

Jakarta - Umat Islam wajib hukumnya mengimani atau percaya bahwa Nabi dan Rasul adalah benar adanya meskipun belum pernah melihat sosoknya sekalipun. Perlu diketahui bahwa Nabi dan Rasul memiliki perbedaan. Nabi belum tentu rasul, tapi rasul sudah pasti nabi.

Dalam ajaran Islam, Nabi dan Rasul merupakan seorang yang diberi anugerah lebih untuk menjdi suri tauladan yang perilakunya patut dicontoh manusia dalam kehidupan sehari-hari. 

Pengertian Nabi dan Rasul

Secara etimologi, kata “nabi” berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”. Sementara pengertian Nabi secara umum adalah seorang manusia hamba Allah SWT yang diberikan kepercayaan berupa wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.

Wahyu berupa syariat itu diturunkan kepada nabi tidak disampaikan kepada umatnya. Dalam kata lain, wahyu tersebut kemudian hanya diamalkan oleh dirinya sendiri dan tidak ada kewajiban menyampaikan kepada umat atau kaumnya.

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.

Sedangkan, kata “rasul” berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Rasul adalah seorang yang diberikan wahyu dan kepercayaan oleh Allah SWT yang kemudian diamalkan dan berkewajiban menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya.

Berapa jumlah Nabi dan Rasul, ada yang berpendapat Nabi berjumlah 124.000 dan Rasul berjumlah 312. Dalam Alquran dijelaskan hanya 25 nama Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam surat Al-Ghafir ayat 787:

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat melainkan dengan seizin Allah.” (Qs. Al-Ghafir: 787)

Nabi tersebut ialah: Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Hud AS, Saleh AS, Ibrahim AS, Luth AS, Ismail AS, Ishaq AS, Yaqub AS, Yusuf AS, Syuaib AS, Ayyub AS, Zulkifli AS, Musa AS, Harun AS, Daud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyasa AS, Yunus AS, Zakaria AS, Yahya AS, Isa AS, Muhammad SAW.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Berikut beberapa perbedaan Nabi dan Rasul.

1. Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya.

2. Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman, sedangkan Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir).

3. Perbedaan Nabi dan Rasul ada pada jumlahnya. Jumlah Nabi sangat banyak yaitu kurang lebih 124.000 sedangkan jumlah Rasul adalah 312.

4. Nabi tidak berarti Rasul, Rasul sudah pasti Nabi.

5. Perbedaan Nabi dan Rasul berdasarkan cara turunnya wahyu. Nabi mendapatkan wahyu melalui mimpi, sedangkan Rasul dapat menerima wahyu melalui mimpi maupun melalui malaikat serta dapat melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan malaikat.

6. Ada nabi yang dibunuh oleh kaumnya, namun seluruh rasul yang diutus Allah SWT diselamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya.

Nuh Menjadi Rasul Pertama

Dalam Alquran dijelaskan bahwa rasul pertama adalah Nuh AS, sedangkan nabi pertama adalah Adam AS.

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya”. (QS. An-Nisa`: 163)

Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadis Nabi, bahwa Nabi Adam berkata kepada manusia ketika mereka meminta syafaat kepadanya di padang mahsyar:

وَلَكِنِ ائْتُوْا نُوْحًا فَإِنَّهُ أَوَّلُ رَسُوْلٍ بَعَثَهُ اللهُ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ

“Akan tetapi kalian datangilah Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Dijelaskan dalam beberapa riwayat hadis, jarak waktu antara Adam dan Nuh adalah 10 abad. Hal itu seperti dijelaskan dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan Ath-Thobarony.

Alquran mengungkapkan bahwa seluruh rasul yang diutus Allah selalu diselamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Sementara nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya, sebagaimana yang Allah nyatakan dalam surah Al-Baqarah ayat 91:

فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Mengapa kalian dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian orang-orang yang beriman?”.

Juga dalam firman-Nya:

وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ

“Mereka membunuh para nabi tanpa hak”. (QS. Al-Baqarah : 61)

Allah menyebutkan dalam surat-surat yang lain bahwa yang terbunuh adalah nabi, bukan rasul. []

Baca juga: