Makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama disebut haram

Makanan adalah salah satu hal penting yang diperhatikan oleh Islam. Hal ini karena apa yang dikonsumsi oleh seseorang bukan hanya mempengaruhi kondisi tubuh dan kesehatannya saja. Lebih dari itu, makanan atau segala sesuatu yang masuk ke tubuh manusia menentukan apakah suatu doa akan diijabah atau tidak.

Orang yang menjaga dirinya dari segala sesuatu yang haram akan lebih mudah diijabah Allah pada saat ia berdoa. Selain itu, perintah mengonsumsi makanan yang halal juga merupakan perintah yang wajib diikuti. Menemukan makanan halal di Indonesia adalah persoalan yang relative mudah. Tapi bagaimana jika Anda bepergian dan tempat tersebut tidak familiar dengan makanan halal?

Untuk itulah pengetahuan tentang kriteria makanan halal perlu dimiliki. Dengan begitu, Anda bisa lebih berhati – hati dan lebih mudah memastikan bahwa apa yang Anda konsumsi adalah sesuatu yang halal. Berikut ini adalah beberapa kriteria utama makanan halal menurut Islam.

1. Halal Zat Yang Terkandung di Dalamnya

Hal pertama yang menjadi kriteria paling jelas dari makanan halal adalah zat yang terkandung di dalamnya atau bahan pembuatnya. Makanan harus dibuat dari hewan dan tumbuhan yang hukumnya halal untuk dimakan. Secara umum, bahan pangan yang dikategorikan haram adalah daging babi, daging anjing, hewan bertaring, dan beberapa hewan lain yang dilarang untuk dikonsumsi.

Jika suatu makanan dibuat selain dari bahan – bahan yang diharamkan, maka makanan tersebut boleh dikonsumsi. Sebaliknya, jika mengandung bahan yang diharamkan, meskipun hanya sedikit, makanan tersebut tergolong sebagai makanan haram dan tidak boleh dimakan.

2. Diperoleh Dengan Cara yang Halal

Setelah memenuhi kriteria dari sisi bahan, maka semua makanan yang ada bisa dihukumi sebagai makanan yang halal dan boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Akan tetapi, makanan tersebut bisa menjadi makanan haram jika cara memperolehnya tidak baik.

Misalnya saja, makanan yang didapat dengan cara mencuri, perbuatan zina, menipu, hasil riba, korupsi, dan lain sebagainya juga dianggap sebagai makanan yang haram. Hal ini karena uang yang digunakan untuk mendapatkan makanan tersebut berasal dari sesuatu yang tidak baik. Sehingga, makanan yang dikonsumsi juga ikut menjadi haram meskipun zat yang terkandung adalah zat yang halal.

3. Diproses dengan Cara yang Halal

Selanjutnya, makanan yang halal juga harus doiproses dengan cara yang halal dan tidak tercampur dengan apapun yang sifatnya haram. Misalnya dengan menggunakan alat masak yang sama dengan alat masak yang digunakan untuk memasak makanan yang haram.

Makanan yang dibuat dengan cara ini juga bisa dikategorikan sebagai makanan yang haram. Selain dari alat masak yang sama, suatu makanan juga bisa dianggap haram jika menggunakan bahan – bahan lain yang tidak diperbolehkan pada saat proses masak dilakukan.

4. Disajikan dan Disimpan dengan Cara yang Halal

Terakhir, makanan yang halal juga harus disajikan dan disimpan dengan cara yang hal. Meskipun terkesan sepele, namun cara penyajian dan penyimpanan makanan tidak bisa diabaikan. Makanan halal harus tidak boleh disajikan dengan sesuatu yang haram, misalnya dengan menggunakan alat makan yang terbuat dari emas.

Selain itu, proses penyimpanan makanan juga harus dipastikan kehalalannya. Jangan mencampur makanan halal dengan makanan yang tidak halal dalam satu tempat. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat makanan yang sebelumnya halal berubah menjadi haram.

Itulah kriteria makanan halal menurut Islam. Adanya kriteria ini bukanlah sebagai bentuk pembatasan dan kesulitan bagi seorang hamba. Justru sebaliknya, Islam sangat memperhatikan segala sesuatu dalam hidup penganutnya. Termasuk mengenai apa yang masuk dan dikonsumsi oleh umat Islam.

Waspada Ancaman Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Antisipasi Seperti Apa?

Oleh Husnul Abdi pada 09 Apr 2019, 14:45 WIB

Diperbarui 09 Apr 2019, 14:45 WIB

Perbesar

Makanan Halal 100 % (sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Makanan halal dan haram menjadi hal penting bagi umat Islam. Mengetahui makanan halal dan makanan haram adalah mengetahui mana makanan yang boleh dimakan dan makanan yang tidak boleh dimakan. 

Di Indonesia, kamu dapat melihat label halal yang terdapat pada bungkusan makanan kemasan. Selain itu, bila tidak ada label halal, kamu juga dapat melihat komposisi produk yang akan kamu beli terlebih dahulu.

Sedangkan masih banyak makanan yang tidak diketahui apakah makanan tersebut halal ataukah haram. Untuk itu kamu harus mengetahui jenis makanan halal dan haram seperti Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (9/4/2019).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pada dasarnya, semua makanan hukumnya adalah halal. Tetapi ada beberapa syarat untuk menyebut bahwa sebuah makanan itu adalah makanan yang halal, yaitu:

1. Suci dari najis

2. Aman dari mudharat

3. Tidak memabukkan

4. Disembelih dengan penyembelihan yang sesuai dengan syariat (bila makanan itu adalah daging).

Di Indonesia, kamu mungkin bisa terbantu melihat makanan halal dan haram dengan adanya sertifikat halal atau label halal dari MUI. Kamu bisa memilih rumah makan atau restoran yang memiliki sertifikat halal untuk dikunjungi, karena berarti restoran tersebut sudah diperiksa oleh MUI makanan yang disajikannya.

Begitu pula dengan makanan yang berbentuk kemasan. Biasanya pada bungkus kemasan, akan ada label halal bila memang makanan tersebut sudah diperiksakan ke MUI dan disetujui sebagai makanan halal.

Jadi untuk menentukan suatu makanan halal dan haram, kamu wajib untuk memperhatikan sertifikat MUI atau label MUI di kemasan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pada dasarnya semua makanan itu hukumnya adalah halal, Kecuali yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an kalau makanan tersebut haram.

Diantara makanan haram yang tertulis di dalam Al-Qur’an yaitu:

1. Bangkai

Yang diharamkan disini adalah hewan yang mati tanpa melalui proses penyembelihan yang berdasarkan agama islam. Bangkai merupakan setiap hewan yang mati.

Dalam kategori makanan halal dan haram, Bangkai yang diharamkan adalah hewan yang mati secara tidak wajar, seperti hewan yang mati karena dipukul, hewan yang mati dari tempat yang tinggi, hewan yang mati tercekik, hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan yang lain, dan hewan yang dimangsa atau diterkam oleh hewan buas.

Bila hewan yang akan kamu makan mati karena beberapa hal yang telah disebutkan di atas, makan haram hukumnya untuk memakan hewan tersebut. Kecuali kamu setelah kejadian tersebut hewan masih hidup, dan kamu sempat menyembelihnya, maka hewan tersebut masih halal.

Selain itu, dalam pembahasan makanan halal dan haram ini, hewan yang dipotong tubuh tertentu saja, misalnya paha, tanpa disembelih berdasarkan agam terlebih dahulu, maka hewan tersebut haram untuk dikonsumsi.

Tetapi ada dua jenis bangkai yang tidak diharamkan dalam agama islam, atau dianggap sebagai pengecualian, yaitu bangkai ikan atau hewan laut dan belalang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perbesar

ilustrasi gambar daging babi (Sumber: Pixabay)

2. Darah yang Mengalir

Dalam pembahasan makanan halal dan haram ini, darah juga merupakan sesuatu yang haram untuk dikonsumsi oleh manusia. Terutama darah yang dikonsumsi dengan cara dialirkan atau ditumpahkan.

Tetapi, darah yang sedikit, misalnya darah yang tersisa pada daging sembelihan, maka hal itu dinyatakan sebagai makanan yang halal.

3. Daging Babi

Salah satu makanan yang sudah terkenal dengan keharamannya yaitu daging babi. Dalam pembahasan makanan halal dan haram, pastinya babi akan selalu masuk ke bagian yang haram.

Arti daging disini bukan hanya, daging babi saja, tetapi seluruh badan babi, yang merupakan bagian dari si babi tersebut, adalah haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah

Hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah juga merupakan makanan yang haram. Dalam pembahasan makanan halal dan haram ini, banyak juga yang harus diperhatikan ketika menyangkut penyembelihan ini.

Bila kamu tidak mengikut syariat dalam menyembelih hewan untuk dijadikan konsumsi, tentunya hewan tersebut jadi haram dikonsumsi. Apalagi bila kamu tidak tahu apakah hewan yang akan kamu makan tersebut telah disembelih dengan syariat islam.

Oleh karena itu, haram hukumnya untuk kamu mengonsumsi makanan yang disembelih oleh orang kafir dan bukan beragama islam. Hal ini disebabkan oleh mereka tidak menyembelih makanan tersebut dengan menyebut nama Allah.

Selain itu banyak juga yang pastinya bertanya-tanya, bagaimana dengan makanan impor yang telah beredar di sekitar kamu. Ini akan kembali ke pembahasan makana halal dan haram sebelumnya terkait jenis makanan.

Contohnya, bila yang diimpor adalah daging ikan atau hewan laut lainnya, maka hal itu akan menjadi halal, walaupun ditangkap oleh orang yang non-muslim sekalipun.

Selain itu, haram juga hukumnya memakan makanan yang disembelih untuk berhala, bukan karena Allah.

Lanjutkan Membaca ↓