Jelaskan teknik dasar latihan olah tubuh dalam Bermain pantomim

Siapa yang tidak mengenal Charlie Chaplin? Ia adalah salah satu aktor yang terkenal kehebatannya dalam menampilkan seni pertunjukan pantomim. Bahkan, film yang dibawakannya sukses membuat para penonton tertawa dan menangkap pesan dari cerita tersebut meski tanpa mengeluarkan kata-kata.

Pantomim sendiri merupakan seni teater yang ditampilkan tanpa menggunakan bahasa verbal, melainkan hanya dengan bahasa isyarat. Pantomim merupakan seni pertunjukan cukup sulit untuk dipelajari karena harus mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi serta harus mengetahui teknik dasar pantomim itu sendiri.

Kira-kira apa saja teknik dasar pantomim yang perlu dilakukan oleh para aktor agar pertunjukannya bisa berjalan dengan sukses? Secara umum ada 6 teknik dasar pantomim yang perlu dipelajari oleh para aktor sebelum melakukan pertunjukan, antara lain:

Gerakan tubuh dalam pertunjukan pantomim merupakan teknik dasar yang sangat penting, sehingga diperlukan persiapan yang matang dalam mempersiapkan tubuh untuk melakukan pertunjukan. Dalam mempersiapkan tubuh untuk pantomim diperlukan 3 langkah, diantaranya pelenturan, pemanasan, dan pendinginan.

Ada beberapa gerakan yang dapat dilakukan dalam melakukan pelenturan antara lain : gerakan kepala, latihan tangan, gerakan badan, pinggul, dan kaki. Setelah melakukan pelenturan selanjutnya adalah pemanasan. Dalam pemanasan seorang aktor pantomim biasanya akan melakukan 2 gerakan dasar, yaitu gerakan stakato (patah-patah) dan gerakan legato (lemah gemulai).

Seni pertunjukan pantomim sangat mengandalkan kekuatan gerakan dan ekspresi wajah tanpa menggunakan kata-kata. Oleh karena itu, teknik untuk menyesuaikan ekspresi dengan cepat sesuai dengan peran yang dimainkan harus dikuasai oleh seorang aktor pantomim.

Secara umum yang dimaksud dengan improvisasi adalah menciptakan, mengarah, dan membuat sesuatu. Hal ini diperlukan lantaran dalam setiap pertunjukan tidak bisa diprediksi bisa berjalan mulus, bahkan kerap menemui berbagai macam hambatan seperti kendala teknik.

(Baca juga: Pengertian, Ciri dan Keunikan pantomim)

Maka, dalam meminimalisir kerusakan pertunjukan yang terjadi, para aktor dapat melakukan improvisasi. Improvisasi adalah kemampuan seorang aktor untuk beradaptasi dengan cepat terhadap segala perubahan yang terjadi secara mendadak di atas panggung.

Dalam melakukan pertunjukan pantomim seorang aktor harus memiliki indra yang tajam karena apa yang mereka akan sampaikan tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata. Hal ini akan menyebabkan para penonton kesulitas dalam memahami cerita yang dibawakan apabila tidak disampaikan dengan baik. Oleh karena itu, semua indra yang dimiliki oleh seorang aktor harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

  1. Sikap Tubuh dan Ekspresi Wajah

Sebagai seorang aktor yang akan bermain di atas panggung, hendaknya memiliki sikap tubuh dan ekspresi wajah yang meyakinkan penontonnya akan apa yang akan disampaikan. Sikap tubuh juga menunjukan tingkat kesopanan kepada para penonton agar tidak terjadi salah paham. Kesesuaian antara sikap tubuh dan ekspresi wajah akan menghasilkan paduan gerakan yang mantap sehingga penonton dapat mengerti makna dari cerita yang disampaikan.

Sebagai seorang aktor harus pandai dalam mengendalikan emosi. Hendaknya seorang aktor mengetahui dengan pasti saat kapan yang tepat semua emosi itu harus dimunculkan agar menghasilkan pertunjukan yang luar biasa. Hal ini menguji tingkat sensitivitas para aktor dalam menghadapi suatu situasi.

  Teknik Dasar Pantomim Bab

7 Peta Kompetensi Pembelajaran

  Pantomim Tunggal Teknik Dasar

  Pantomim Pantomim

  Berpasangan Pantomim Kelompok Setelah mempelajari Bab 7, siswa diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi berbagai teknik dasar pantomim.

  2. Mendeskripsikan teknik dasar pantomim.

  3. Melakukan latihan teknik dasar pantomim.

  4. Mengasosiasi pantomim berdasarkan teknik olah tubuh dengan. sikap dan kehidupan sosial budaya di masyarakat.

  5. Mengomunikasikan pantomim dalam sebuah pertunjukan.

  Amati gambar berikut dengan saksama!

  1. Apakah kamu pernah melihat pertunjukan pantomim?

  2. Apakah kamu pernah bermain pantomim?

  3. Bagaimana kira-kira gayamu, jika kamu bermain pantomim?

  4. Bagaimana kesanmu dengan melihat gambar pertunjukan pantomim berikut? Gambar 7.1 Sumber: http/:www.carajuki.com

   latihan pementasan pantomim kelompok

  Kamu dapat mengamati pertunjukan pantomim dari sumber lain seperti internet, menonton pertunjukan melalui VCD, dan sumber belajar lainnya. Setelah mengamati pertunjukan pantomim dari sumber lain seperti internet, VCD, dan, sumber belajar lainnya, kamu dapat melakukan diskusi dengan teman.

  1. Bentuklah kelompok diskusi 2 sampai 4 orang.

  2. Pilihlah seorang moderator dan seorang sekretaris untuk mencatat hasil diskusi.

  3. Untuk memudahkan mencatat hasil diskusi gunakanlah tabel yang tersedia, kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan.

  Format Diskusi Hasil Pengamatan Pertunjukan Pantomim Nama anggota : ..............................................................

  Judul pertunjukan pantomim yang diamati : .............................................................. Hari/tanggal pengamatan : .............................................................. No Aspek yang diamati Hasil Pengamatan

  1. Gerakan

  2. Rias dan Kostum

  3. Ekspresi Setelah kamu berdiskusi berdasarkan hasil mengamati pertunjukan pantomim dari berbagai sumber bacalah konsep teknik dasar pantomim.

A. Pengertian Pantomim

  Pantomim adalah pertunjukan teater tanpa kata-kata yang dimainkan dengan gerak dan ekspresi wajah biasanya diiringi musik. Pantomim merupakan seni pertunjukan yang penampilannya lebih mengandalkan pada gerak-gerik tubuh dan ekspresi wajah. Pantomim dalam bahasa Latin:

  pantomimus

  , artinya meniru segala sesuatu, merupakan suatu pertunjukan teater yang meng- gunakan tubuh, dalam bentuk ekspresi wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog. Bicara mengenai pantomim tidak bisa lepas dari satu nama yaitu Charles Spencer Chaplin atau Sumber:

  Charlie Chaplin (1889-1977). Chaplin tokoh pantomim Gambar 7.2 //www.doctormacro.com yang terkenal dari Amerika yang mempopulerkan Charlie Chap-

  lin, salah seorang tokoh

  pantomim lewat film bisunya. Dengan gerak-gerik,

  pantomim yang populer

  riasan wajah, kostum dan karakter lucu tokoh Chaplin pada tahun 70-an. menjadi inspirasi dan acuan para pemain pantomim dalam melakukan penampilan pantomim.

  Kekuatan utama dari gerak-gerak pantomim adalah gerakan imajinatif atau gerak peniruan. Seolah-olah sedang memegang benda meskipun bendanya tidak ada, seolah-olah ada di suatu tempat yang rame meski pun sedang sendiri. Gerakan-gerak an yang menggambarkan suatu peristiwa harus diyakini benar seolah-olah peristiwa- nya nyata. Pertunju kan pantomim biasa nya ber sifat lucu, humoris, dan menghibur, juga gerakannya komikal yaitu gerakan lucu. Gerakan-gerakan Sumber: //www.doctormacro.com yang ditampilkan merupakan hasil dari Gambar 7.3

  Cuplikan adegan panto-

  peng olahan gerak yang distilir atau di- mim Charlie Chaplin . gayakan. Perpaduan antara gerak-gerik tubuh yang menarik juga ekspresi wajah yang yang berkarakter akan membuat pantomim menjadi sajian tontonan yang bagus. Jadi kalau kalian menampilkan pertunjukan pantomim harus menguasai teknik pengolahan tubuh dan ekspresi terlebih dahulu.

B. Teknik Dasar Bermain Pantomim

  Banyak teknik dan metode latihan yang bisa men- jadikan seseorang menjadi pemain pantomim yang baik. Secara garis besar ada dua latihan yang harus dikuasai untuk dapat berpantomim dengan baik, yaitu latihan olah tubuh dan latihan ekspresi wajah. Kedua latihan ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berimajinasi secara kreatif.

1. Latihan Olah Tubuh

  Beberapa tahapan yang dilakukan dalam olah tubuh yaitu pelenturan tubuh atau strectching, pe- manasan dan pendinginan. Tahap pelenturan dilakukan dengan melenturkan seluruh persendian tubuh dan peregangan urat-urat sendi dari mulai kaki, pinggang, pinggul tangan, bahu, dan sekitar kepala.

a. Bagian Kepala

  Lakukanlah gerakan kepala ke kiri-ke kanan, ke depan ke belakang secara teratur pelan-pelan dan berulang. Setelah itu, lakukan gerakan me- mutar kepala secara penuh, kemudian berganti arah sebaliknya. Lakukan secara berulang sampai dirasakan cukup. Efek yang akan terasa ringan otot bagian kepala. Gambar 7.4 Gambar 7.5 Gambar 7.6 Sumber: Kemdikbud, 2014 Sumber: Kemdikbud,2014 Sumber: Kemdikbud, 2014

  Latihan Latihan latihan menggerakan kepala dan menggerakan leher dan menggerakan kepala, melenturkan ekspresi wajah melenturkan rongga mulut ekspresi wajah dan melenturkan dagu

  b. Bagian Tangan

  Kekuatan tangan pada pantomim sangat penting dalam melakukan gerakan-gerakan imaji natif. Latihan pada tangan ditujukan untuk mengolah persendian, kekuatan otot dan kelentur an otot tangan. Pengolahan gerak tangan lebih variasi karena dapat dilakukan ke segala arah. Tangan dapat dilakukan lurus ke atas, ke samping, ke depan, memutar telapak tangan, me- lentikkan jari-jari tangan, serta gerakan lainnya. Gambar 7.7 Gambar 7.8 Sumber: Kemdikbud, 2014 Sumber: Kemdikbud, 2014

   Latihan Latihan mengolah pergerakan tangan mengolah bagian tangan secara berpasangan disertai ekspresi wajah

  c. Bagian Badan

  Latihan pada bagian badan meliputi bagian perut, dada, dan punggung. Pengolahan ketiga bagian badan ini memiliki peran penting bagi se orang pemain teater karena merupakan bagian yang memberikan efek pada sikap tubuh peran. Latihan yang di lakukan pada bagian badan ini dapat di lakukan dengan meng- ge rakkan dan melenturkan badan ke depan dengan membungkuk dan ke belakang dengan menekuk pada bagian perut sehingga Gambar 7.9 Sumber: Kemdikbud, 2014 tubuh melengkung ke belakang.

   Latihan keseimbangan tubuh dengan imajinasi aktivitas sehari-hari

  d. Bagian Pinggul

  Bagian pinggul juga penting untuk diolah agar gerakan tubuh lebih lentur dan fleksibel. Pada bagian pinggul, gerak an tubuh dapat dilakukan ke samping, ke depan, dan membungkuk. Rasakan bagian-bagian torsomu, menjadi berat atau menjadi ringan. Rasa kan pergerakan bagian pinggul dan Gambar 7.10 Sumber: Kemdikbud, 2014 torso mu menjadi bisa bergerak bebas.

  latihan keseimbangan tubuh yang bertumpu pada bagian pinggang dengan imajinasi aktivitas sehari-hari

  e. Bagian Kaki

  Kaki memiliki peran penting. Ke- kuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak berdiri di atas panggung. Berdiri di atas satu kaki merupakan salah satu latihan keseimbangan tubuh. Berlatihlah berbagai pose dengan tumpuan pada kaki. Seperti pose pohon yang kokoh menjulang tinggi, batu ka- rang yang menahan ombak, dan berbagai Gambar 7.11 Sumber: Kemdikbud, 2014 pose dengan personifikasi alam.

   latihan keseimbangan tubuh den- gan tumpuan pada kaki serta imajinasi aktivitas sehari-hari Tahap pemanasan dilakukan setelah otot-otot dan persendian tubuh lentur dan siap untuk bergerak sebebas mungkin. Latihan gerakan yang dilakukan meliputi latihan gerak-gerak stakato (gerakan patah-patah) dan Legato (gerak mengalir) Contoh latihan :

  • Lakukalah latihan dengan kedua tanganmu seolah-olah menempel di cermin. Geser kan dan pindahkan posisi telapak tanganmu dalam berbagai posisi.
  • Gambar 13.12 Sumber: Kemdikbud, 2014

   Latihan pengolahan tangan dengan imajinasi menempelkan tangan pada cermin dalam berbagai posisi, seperti posisi depan, samping kiri, samping kanan, atas dan bawah

  • Lakukanlah seolah-olah tubuhmu adalah sebuah rumput alang-alang yang tertiup angin dari berbagai arah. Rasakan tubuhmu bergerak ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang secara lembut.
  • Gambar 13.13 Sumber: Kemdikbud, 2014

   Latihan pengolahan seluruh tubuh dan ekspresi

  • Ekspresi Wajah, Latihan ekspresi wajah bisa dilakukan di depan cermin dengan menggambarkan berbagai ekpresi, diantaranya ketika kita dalam kon- disi sedih, senang, gembira, kecewa, marah.

  Contoh Latihan ekpresi wajah: Gambar 13.14 Gambar 13.15 Sumber: Kemdikbud, 2014 Sumber: Kemdikbud, 2014

Latihan ekspresi wajah ter- Latihan ekspresi wajah

kejut atau kaget disertai gerakan tangan senang disertai gerakan tangan

  Lakukanlah oleh kamu ekspresi wajah diatas dengan gaya yang lebih menarik.

2. Bentuk penampilan Pantomim

  Bentuk penampilan pantomim dapat dikelompok- kan sesuai dengan jumlah pemain yang tampil, yaitu Pantomim tunggal, Pantomim berpasangan, dan Pantomim kelompok.

a. Pantomim Tunggal

  Pertunjukan pantomim tunggal dimainkan oleh satu orang pemain. Biasanya tema dan adegan yang ditampilkan berupa permasalahan yang di- hadapi oleh seseorang dalam berbagai kondisi, sebagai contoh seorang yang yang sedang berada di jalanan bingung mau menyebrang jalan kemudian hujan dan angin datang. Selain itu, misalnya orang yang sedang kebingungan kehilangan sesuatu. Pada pantomim tunggal dapat mencari tema-tema yang Gambar 13.16 Sumber: Kemdikbud, 2014 menarik untuk dimainkan sendiri.

   Latihan ekspresi wajah mendapatkan sesuatu disertai gerakan

b. Pantomim Berpasangan

   Sumber: Kemdikbud, 2014 Gambar 13.17 Latihan pan- tomim dengan aktivitas saling menarik tambang

   Sumber: http//:jogjanews.com Gambar 13.18 Latihan pantomim kelompok

  Selain dimainkan sendiri pantomim juga menarik kalau dimainkan oleh dua orang atau berpasangan. Tema dan adegan yang bisa ditampilkan tentunya keunikan dari dua orang yang saling merespon gerak-gerak yang lucu. Coba lakukanlah bersama teman mu adegan di bawah ini:

  Pantomim juga bisa dilakukan oleh lebih dari dua orang atau secara kelompok. Gerak-gerak Pantomim secara kelompok dapat dibuat adegan seperti meniru kan gerakan sekelompok bebek yang sedang digembala petani, adegan di sebuah pasar yang ramai dengan ber bagai macam aktifitas bisa juga mencari aktifi- tas-aktifitas yang menarik lainnya. l Dua Orang sedang tarik menarik tambang l

  Dua orang sedang mendorong roda pasir yang berat dengan jalan menanjak sampai mengeluarkan pasirnya.

c. Pantomim Kelompok

  C. Evaluasi

  1. Jelaskan pengertian pantomim!

  2. Siapakah tokoh pantomim yang mempopulerkan pantomim lewat film bisu?

  3. Lakukanlah bentuk pantomim perorangan dengan tema cuaca!

  4. Lakukanlah bentuk pantomim berdua dengan tema persahabatan!

  5. Lakukanlah bentuk pantomim kelompok dengan tema kebersamaan!

  D. Rangkuman

  Hal utama yang harus diperhatikan dalam pantomim adalah menampilkan kemampuan bermain dalam mengolah gerak-gerak yang kreatif dan ekspresi wajah, Dengan latihan sungguh-sungguh pantomim dapat menjadi pertunjukan menarik yang bisa diapresiasi oleh penonton.

  E. Refleksi

  Tuhan telah menciptakan manusia dengan segala kelebihannya. Kita harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gerak tubuh yang diolah dengan kreativitas akan mewujudkan sebuah karya seni teater gerak yang dinamakan pantomim.

  Mengenal Tokoh Pantomim Jemek Supardi menekuni bidang pantomim hingga dia merasa bahwa

  pantomim adalah bagian dari hidupnya. Menurut Jemek, di Indonesia ini belum ada orang yang secara konsisten menekuni bidang tersebut. Pria kelahiran Yogyakarta, 14 Maret 1953 ini semula menekuni teater tetapi kemudian dia merasa ada kekurangan dalam dirinya untuk mendalami bidang tersebut, terutama dalam hal menghapal naskah. Ia pun lantas menjatuhkan pilihan pada seni pantomim yang lebih meng- andalkan gerak tubuh. Pantomim telah ditekuni selama kurang lebih tiga puluh tahun. Sepanjang waktu itu, tidak terbersit pikirannya berpindah profesi demi memegang teguh prinsip dan konsis tensinya pada pilihan hidup, yakni berpantomim. Jemek menempuh pendidikan dasarnya hingga ber- akhir di SMSR. Selanjutnya, ia lebih fokus pada dunia teater, ter uta ma pantomim. Keahlian itu ia dapatkan sendiri atau belajar secara otodidak. Ia menciptakan seni dalam bahasa gerak berdasarkan imajinasi nya. Tidak ada tokoh yang memberi ilmu tentang pantomim kepada Jemek. Karya seni pantomim Jemek Supardi biasanya dibawakan tunggal dan ko lektif. Selama 35 berkesenian banyak karya telah di lahirkan, antara lain: Sketsa-

  sketsa Kecil (1979), Dokter Bedah (1981), Perjalanan hidup dalam gerak (1982), Jemek dan Laboratori- um, Jemek dan teklek, Jemek dan Katak, Jemek dan Pematung, Arwah Pak Wongso, Perahu Nabi Nuh

  (1984), Lingkar-lingkar,

  Air, Sedia Payung Sesudah Hujan, Adam dan Hawa, Terminal-terminal, Ma- nusia Batu (1986), Kepyoh

  (1987), Patung selamat

  d a t a n g , P e n g a l a m a n Pertama, Balada Tukang beca, Halusinasi, Stasiun,

  dan Wamil (1988), Soldat (1989), Maisongan (1991), Menanti di Stasiun, Sekata Katkus du Fulus (1992), Se Tong Se Teng Gak (1994), Ter makan Imajinasi (1995), Pisowanan, Kesaksian Udin, Kotak-kotak, Pak Jemek Pamit Pensiun (1997), Badut-badut republik atau Badut-badut Politik, Bedah Bumi atau Kembali ke Bumi, Dewi Sri Tidak menangis, Menunggu Waktu, Pantomim Yogya-Jakarta di Kereta (1998), Kaso Katro (1999), Eksodos (2000), 1000 Cermin Pak Jemek (2001), Topeng-topeng (2002), Air Mata Sang Budha (2007), Mata-Mati, Maesongan#2, Menunggu (Kabar) Kematian (2008) .

  Sumber : //jemeksupardi.blogdetik.com/2008/12/05/halo-dunia/

Video yang berhubungan