Jelaskan dan sebutkan bagian resistor dan transformator

PROFESI-UNM.COM – Kemampuan dalam bidang elektronika yang merupakan salah satu bagian penting dalam disiplin ilmu fisika sangat diperlukan untuk melakukan reparasi peralatan yang rusak, maupun untuk melakukan kegiatan perancangan peralatan elektronik.

Pada tingkat paling dasar, perancangan masih dalam taraf penggunaan komponen-komponen elektronik yang tersedia di pasaran dan merangkai pada PCB (Printed Circuit Board).

Pada tingkat lebih lanjut, diperlukan kemampuan berpikir dalam bidang elektronik, sehingga hanya dengan melihat rangkaian elektronik yang baru dikenal segera dapat memikirkan fungsi masing-masing komponennya dan melakukan perubahan-perubahan untuk meningkatkan kinerja peralatan yang ada. Untuk kedua hal ini, mutlak diperlukan pengetahuan dasar tentang komponen-komponen dasar elektronik.

Ada 3 (tiga) jenis komponen elektronik yang dikenal dikalangan saintis dan teknisi yaitu komponen pasif, komponen aktif dan komponen penunjang.

Adapun yang tergolong dalam komponen pasif yaitu resistor, kapasitor, induktor dan transformator. Komponen pasif merupakan komponen-komponen yang tidak dapat (dengan sendirinya) membangkitkan tegangan atau arus. Dengan kata lain komponen pasif adalah komponen yang dapat bekerja tanpa catu daya.

  1. Resistor
    Konsep resistansi sebagai suatu besaran fisis yang melawan arus listrik telah anda bahas di fisika dasar. Resistor merupakan komponen pasif yang dibuat untuk mendapatkan resistansi tertentu.
  2. Kapasitor
    Kapasitor adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Sebagai akibatnya, kapasitor merupakan suatu tempat penampungan (reservoir) di mana muatan dapat disimpan dan kemudian dilepaskan secara perlahan. Sebuah kapasitor tersusun dari dua buah plat logam sejajar yang dipisahkan oleh suatu lapisan isolator yang disebut dielektrik.
  3. Induktor
    Induktor adalah komponen pasif yang digunakan untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk medan magnetik. Aplikasi-aplikasinya yang umum mecakup choke, filter, dan rangkaian pemilih frekuensi. Karakteristik-karakteristik listrik dari sebuah induktor ditentukan oleh sejumlah faktor di antaranya bahan inti, jumlah lilitan, dan dimensi fisik kumparan. Dalam praktiknya, setiap kumparan memiliki baik induktansi maupun reaktansi.
  4. Transformator
    Pada dasarnya transformator merupakan suatu komponen pasif dengan 4 atau lebih ujung pada 2 bagian yang disebut bagian primer dan sekunder. Trasformator digunakan untuk mengubah tegangan bolak-balik pada primer menjadi tegangan bolak-bolik pada sekunder, dengan menggunakan prinsip fluks magnetik. Transformator juga digunakan untuk transformasi impedansi.

Komponen-komponen aktif hanya dapat bekerja atau berfungsi jika diberi catu daya luar. Komponen penunjang merupakan komponen pelengkap yang tidak harus ada, seperti saklar, konektor, dan lain sebagainya. Transistor, dioda dan rangkaian terpadu (Integrated Circuit, IC) merupakan contoh komponen aktif.

  1. Dioda Semikonduktor
    Dioda adalah salah satu komponen aktif yang dihasilkan oleh persambungan antara bahan semikonduktor tipe-P dan tipe–N. Komponen ini memberikan resistansi yang sangat rendah terhadap aliran arus pada satu arah dan resistansi yang sangat tinggi pada arah yang berlawanan.
  2. Transistor
    Transistor adalah singkatan dari Transfer Resistor, istilah yang memberikan petunjuk mengenai bagaimana perangkat ini bekerja. Arus yang mengalir pada rangkaian output ditentukan oleh arus yang mengalir pada rangkaian input. Karena transistor adalah perangkat tiga terminal, satu elektroda harus digunakan secara bersama oleh rangkaian input dan output.
  3. Rangkaian Terpadu (IC)
    Rangkaian terpadu (Integrated Circuit IC) adalah rangkaian kompleks yag dibuat pada sebuah irisan kecil silikon. Rangkaian terpadu dapat memuat 10 hingga lebih dari 100.000 perangkat aktif (transistor dan dioda). Bahkan beberapa aplikasi khusus (seperti penguat level tinggi), rangkaian terpadu telah menggantikan sebagian besar rangkaian diskrit konvensional.

Tulisan ini dikutip dari buku dengan judul “Dasar-Dasar Elektronika” oleh Abd. Haris Bakri, M. Agus Martawijaya, dan Muh. Saleh. Buku ini diterbitkan oleh Edukasi Mitra Grafika pada tahun 2015.

*Reporter: Khuznul Khotimah

SeputarIlmu.Com – Kata Resistor mungkin terdengar asing bagi kita semua, tapi resistor sangat penting bagi barang-barang elektornik yang sering kita gunakan. karna resistor suatu komponen yang biasa ada di elektronik-elektronik. Untuk lebih jelasnya lagi marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian Resistor

Resistor ialah salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam sebuah Rangkaian Elektronika. Hampir setiap dalam peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor yaitu suatu komponen Elektronika Pasif yang mempunyai nilai resistansi atau suatu hambatan tertentu yang fungsinya untuk membatasi dan mengatur suatu arus listrik dalam sebuah rangkaian Elektronika.

Kata resistor dalam bahasa Indonesia sering juga disebut dengan suatu Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf R. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor yaitu OHM (Ω). Sebutan OHM ini diambil dari nama sih penemunya yakni Georg Simon Ohm yang juga adalah seorang Fisikawan Jerman.

Pengertian Resistor Menurut Para Ahli

1. Budiharto (2008:1)

Menurut Budiharto menyatakan bahwa Resistor ialah salah satu komponen suatu elektronika yang mempunyai fungsi untuk memberikan suatu hambatan terhadap aliran arus listrik”

2. Rusmadi (2009:10)

Menurut Rusmadi menyatakan bahwa “Resistor yaitu suatu tahanan atau sebuah hambatan arus listrik.

Fungsi Resistor

  • Berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir.
  • Berfungsi untuk aplikasi DC yang membutuhkan keakuratan yang sangat tinggi. Contoh aplikasi penggunaan resistor ini yaitu DC Measuring equipment, reference gulators untuk voltage regulator & decoding Network.
  • Berfungsi untuk standart didalam verifikasi keakuratan dari sebuah alat ukur resistive.
  • berfungsi untuk pengatur tegangan output pada sebuah power supplay.
  • Berfungsi untuk aplikasi power karena membutuhkan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi dan nilai yang lebih besar daripada power wirewound resistor.
  • Berfungsi untuk resistor pembagi tegangan.

Jenis-Jenis Resistor

Pada umumnya Resistor bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu Fixed Resistor, Variable Resistor, Thermistor dan LDR.

1. Fixed Resistor

Fixed Resistor ialah salah satu jenis Resistor yang mmepunyai nilai resistansinya tetap. Nilai Resistansi atau suatu Hambatan Resistor ini biasanya ditandai dengan kode warna ataupun kode Angka.

Bentuk dan Simbol Fixed Resistor :

Yang tergolong dalam suatu Kategori Fixed Resistor yang berdasarkan Komposisi bahan pembuatnya diantaranya yaitu :

a. Carbon Composition Resistor (Resistor Komposisi Karbon)

Resistor jenis Carbon Composistion ini terbuat dari suatu komposisi karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk yang sebagai pengikatnya (binder) agar mendapatkan suatu nilai resistansi yang diinginkan. Semakin banyak bahan sebuah karbonnya semakin rendah pula nilai pada resistansi atau nilai hambatannya.

Nilai Resistansi yang sering ditemukan di pasaran untuk Resistor jenis Carbon Composistion Resistor ini biasanya berkisar dari 1Ω sampai 200MΩ dengan daya 1/10W sampai 2W.

b. Carbon Film Resistor (Resistor Film Karbon)

Resistor Jenis Carbon Film ini terdiri dari filem tipis karbon yang diendapkan pada Subtrat isolator yang dipotong berbentuk spiral. Nilai resistansinya tergantung pada suatu proporsi karbon dan isolator. Semakin banyak bahan karbonnya semakin rendah juga nilai resistansinya. Keuntungan pada Carbon Film Resistor ini yaitu bisa menghasilkan suatu resistor dengan toleransi yang lebih rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu jika dibandingkan dengan jenis Carbon Composition Resistor.

Nilai Resistansi Carbon Film Resistor yang tersedia di pasaran yaitu biasanya berkisar diantara 1Ω sampai 10MΩ dengan daya 1/6W hingga 5W. Karena rendahnya pada kepekaan terhadap suhu, Carbon Film Resistor bisa bekerja pada suhu yang kira-kira dari -55°C hingga 155°C.
Metal Film Resistor (Resistor Film Logam)

c. Metal Film Resistor

Metal Film resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang dilapisi dengan Film logam yang tipis ke Subtrat Keramik dan dipotong berbentuk spiral. Nilai Resistansinya dipengaruhi oleh panjang, lebar dan ketebalan spiral logam.

Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini yaitu yang terbaik diantara jenis-jenis Resistor yang ada (Carbon Composition Resistor dan Carbon Film Resistor).

2. Variable Resistor

Variable Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah dan diatur sesuai dengan keinginan. Pada umumnya suatu Variable Resistor terbagi menjadi 3 yaitu Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.

Bentuk dan Simbol Variable Resistor

a. Potensiometer

Potensiometer yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang nilai resistansinya bisa berubah-ubah dengan cara memutar pada porosnya melalui sebuah Tuas yang terdapat pada sebuah Potensiometer. Nilai Resistansi Potensiometer biasanya tertulis di suatu badan Potensiometer dalam bentuk sebuah kode angka.

b. Rheostat

Rheostat yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang bisa beroperasi pada suatu Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari suatu lilitan kawat resistif dan pengaturan Nilai Resistansi dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada suatu bagian atas Toroid.

c. Preset Resistor (Trimpot)

Preset Resistor atau juga sering disebut dengan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yaitu salah satu jenis Variable Resistor yang mempunyai fungsi seperti Potensiometer tetapi mempunyai suatu ukuran yang lebih kecil dan tidak mempunyai Tuas. Untuk mengatur suatu nilai resistansinya, dibutuhkan alat bantu seperti Obeng kecil untuk bisa memutar porosnya.

3. Thermistor (Thermal Resistor)

Thermistor yaitu salah satu Jenis Resistor yang nilai resistansinya bisa dipengaruhi oleh suhu (Temperature). Thermistor yaitu sebuah Singkatan dari “Thermal Resistor�. Terdapat dua jenis Thermistor yakni Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient).

Bentuk dan Simbol Thermistor :

4. LDR (Light Dependent Resistor)

LDR atau Light Dependent Resistor yaitu salah satu jenis Resistor yang nilai Resistansinya dipengaruhi oleh intensitas Cahaya yang diterimanya.

Bentuk dan Simbol LDR

Rumus & Contoh Soal Resistor

Rangkaian Paralel Resistor merupakan sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih Resistor yang disusun dengan secara berderet atau berbentuk Paralel. Sama seperti halnya dengan Rangkaian Seri, Rangkaian Paralel juga bisa diapakai juga untuk mendapatkan nilai hambatan pengganti. Perhitungan dari Rangkaian Paralel sedikit lebih rumit dari Rangkaian Seri.

Rumus dari Rangkaian Seri Resistor

1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn

Dimana :

Rtotal = Total Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1 R2 = Resistor ke-2 R3 = Resistor ke-3

Rn = Resistor ke-n