Darah dari seluruh tubuh menuju jantung melalui pembuluh

#TaGurKe-264

Organ Peredaran Darah Manusia

Seluruh tubuh manusia dialiri darah kecuali kuku dan rambut. Untuk mengalir ke seluruh tubuh, darah membutuhkan mesin pemompa yaitu jantung. Darah yang dipompa oleh jantung akan tetap berada dalam pembuluh darah baik pembuluh kecil maupun pembuluh besar. Tanpa adanya organ-organ peredaran darah, maka darah tidak akan bisa mengalir dalam tubuh.

Organ-organ pada sistem peredaran darah manusia itu antara lain:

1. Jantung

Jantung merupakan salah satu organ dalam sistem peredaran darah yang terletak dalam rongga dada, tepatnya di antara paru-paru. Posisi jantung tersebut miring dengan bagian ujungnya yang runcing (apex) menunjuk ke arah bawah (ke pelvis kiri). Jantung memiliki dua lapisan, yaitu lapisan dalam (perikardium viseral) dan lapisan luar (perikardium parietal). Pada lapisan jantung terdapat cairan pelumas yang berfungsi untuk mengurangi gesekan ketika jantung memompa darah. Pada dinding jantung terdapat tiga lapisan, yaitu epikardia, miokardia, dan endokardia. Lapisan endokardia merupakan endotelium tipis dan halus yang menjadi pembatas dalam jantung yang berhubungan dengan pembatas pada pembuluh darah.

Jantung terdiri dari empat bagian, yaitu atrium/serambi kanan, atrium kiri, ventrikel/bilik kanan, dan ventrikel kiri. Dalam sistem peredaran darah, atrium kanan berfungsi menampung darah yang mengandung sedikit oksigen dari seluruh tubuh melalui vena kava superior dan inferior dan dari jantung melalui sinus koronari. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru-paru.

Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Sedangkan atrium kiri berfungsi menerima darah yang mengandung banyak oksigen dari kedua paru-paru melalui empat buah vena pulmonalis. Setelah itu ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta.

2. Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah jalan yang dilalui darah untuk mengalir ke seluruh tubuh dari jantung ke jaringan tubuh dan sebaliknya. Pembuluh darah dibagi menjadi tiga yaitu:

a. Pembuluh Arteri

Pembuluh arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju pembuluh darah kapiler. Fungsi pembuluh darah ini adalah mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh arteri mengantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, mengangkut zat buangan misalnya karbon dioksida, menjaga keseimbangan mobilitas protein, kimia, unsur-unsur dari sistem kekebalan tubuh dan sel.

b. Pembuluh Kapiler

Pembuluh kapiler merupakan pembuluh darah kecil. Pembuluh kapiler merupakan penghubung antara pembuluh arteri dan vena sebagai tempat terjadinya pertukaran zat, absorbsi nutrisi pada usus, filtrasi pada ginjal, dan absorbsi sekret kelenjar.

c. Pembuluh Vena

Pembuluh vena berfungsi untuk mengangkut karbon dioksida dan menyalurkan darah dari seluruh tubuh menuju jantung.

Demikianlah organ-organ yang bekerja dalam sistem peredaran darah manusia. Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya. Salam literasi!

@home, 10102020_Marlina_#Gurusiana365

Sistem peredaran darah adalah sistem organ yang terdiri dari jantung, komponen darah, dan pembuluh untuk mengedarkan zat, hormon, dan nutrisi ke dan dari sel. Sistem kardiovaskular berfungsi vital untuk menjamin kelangsungan hidup manusia

Ditinjau olehdr. Karlina Lestari

Jantung dan pembuluh darah adalah organ terpenting untuk sistem peredaran darah kita

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan komponen darah. Sistem sirkulasi darah yang juga dikenal dengan nama sistem kardiovaskular ini memiliki peran yang vital bagi kehidupan manusia. Tugas utama dari sistem kardiovaskular adalah untuk mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh.Secara umum, jantung akan memompa darah sementara pembuluh darah berperan untuk mengalirkan darah dari dan menuju jantung.Lalu, apa saja fungsi, organ, jenis, hingga gangguan pada sistem peredaran darah? Simak penjelasannya di sini.

Fungsi sistem peredaran darah

Mengutip dari Johns Hopkins Medicine, sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah sistem organ yang terdiri dari jantung, komponen darah, dan pembuluh untuk mengedarkan zat, hormon, getah bening, dan nutrisi lainnya ke dan dari seluruh sel dan jaringan tubuh..Darah dipompa keluar oleh jantung untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh melewati pembuluh arteri. Setelah itu, darah dari seluruh organ tubuh akan mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena.Selain mengantarkan darah, oksigen, dan nutrisi, berikut adalah beberapa peran atau fungsi sistem peredaran darah lainnya:
  • Mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme berupa karbon dioksida lewat paru-paru.
  • Melawan berbagai infeksi sehingga mencegah penyakit.
  • Membawa hormon penting ke seluruh tubuh.
  • Mengatur kadar pH dan suhu inti tubuh tetap stabil. 
  • Memelihara fungsi berbagai sistem organ dalam tubuh.
  • Membantu proses pemulihan luka atau cedera.

Organ yang berperan dalam sistem peredaran darah

Cara kerja sistem peredaran darah

Sesuai dengan penjelasan di atas, ada tiga organ yang bertanggung jawab dalam sistem peredaran darah manusia, yaitu jantung, pembuluh darah, dan komponen darah itu sendiri.Ketiganya bekerja saling berhubungan dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri untuk menjalankan fungsi utamanya. Jantung adalah organ peredaran darah yang berfungsi memompa darah. Jantung pada umumnya berdetak sekitar 60–100 kali per menit. Jantung manusia terdiri dari empat ruangan yang dibagi menjadi dua bilik (ventrikel) dan dua serambi (atrium). Masing-masing ruangan jantung ini dipisahkan oleh lapisan dinding jantung.Serambi dan bilik kiri jantung berfungsi untuk memompa darah bersih yang kaya oksigen keluar dari jantung. Sementara itu, bilik kanan dan serambi kanan berfungsi menerima “darah kotor” yang masuk ke jantung. Empat ruangan jantung ini juga memiliki empat katup yang tugasnya menjaga agar aliran darah tetap mengalir ke jalur yang tepat serta mencegah kebocoran jantung. Pembuluh darah bertugas membawa darah ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Selain itu, pembuluh darah juga memiliki peran untuk membantu membuang limbah jaringan.Secara garis besar, pembuluh darah manusia ada tiga jenis, yaitu pembuluh darah arteri dan vena serta pembuluh kapiler. Ketiganya memiliki peran yang berbeda pula.Pembuluh darah arteri bertugas untuk membawa darah berisi oksigen keluar dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ tubuh.Dalam menjalankan fungsinya ini, pembuluh arteri dibantu oleh kapiler. Kapiler adalah pembuluh darah kecil antara arteri dan vena yang mendistribusikan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.Pembuluh arteri juga memiliki cabang tersendiri yang khusus untuk mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru lewat arteri pulmonalis.Sebaliknya, pembuluh vena bertugas membawa darah dari seluruh jaringan dan organ tubuh untuk dikembalikan ke jantung. Pembuluh darah vena juga terbagi menjadi dua, yaitu vena besar (vena cava) dan vena pulmonalis (vena paru).Pembuluh vena besar bertugas membawa “darah kotor” dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen lewat proses pernapasan. Setelah itu, darah yang sudah diperkaya oleh oksigen tadi akan mengalir dari paru-paru menuju jantung melalui pembuluh vena pulmonalis.Darah adalah komponen dalam sistem kardiovaskular manusia. Fungsi utama darah adalah sebagai “kendaraan” pengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan antibodi ke seluruh tubuh. Darah juga mengangkut zat beracun dan sisa metabolisme seperti karbondioksida untuk dikeluarkan dari tubuh.Berikut adalah empat komponen darah dengan perannya masing-masing:
  • Plasma darah adalah cairan kekuningan yang di dalamnya terdapat nutrisi, protein, hormon, hingga hasil limbah tubuh.
  • Sel darah merah (eritrosit) mengandung hemoglobin, yaitu protein yang membawa oksigen. Darah akan berwarna merah cerah saat hemoglobin mengambil oksigen di paru-paru. Seiring aliran darah, hemoglobin akan melepaskan oksigen ke seluruh bagian tubuh.
  • Sel darah putih (leukosit) adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Perannya adalah untuk membuat antibodi yang mengenali dan melawan benda asing penyebab penyakit, seperti virus dan bakteri.
  • Trombosit adalah sel berbentuk oval kecil yang membantu proses pembekuan darah. Trombosit juga bekerjasama dengan protein untuk mengontrol perdarahan.
Sel darah dapat mati dan digantikan dengan yang baru oleh sumsum tulang. Sel darah merah umumnya hidup sekitar 120 hari dan trombosit hidup sekitar 9 hari. Sementara itu, beberapa jenis sel darah putih hanya bisa bertahan selama beberapa hari saja.

Baca Juga

Manfaat dan Bahaya Makan Telur Mentah untuk Kesehatan7 Manfaat Olahraga Gulat yang Baik untuk Membakar KaloriRedakan Stres Hingga Obati Jerawat, Ini Manfaat Minyak Bergamot

Mekanisme sistem peredaran darah manusia

Ibnu an-Nafis merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia.Berdasarkan studinya, sistem peredaran darah pada manusia terbagi dalam dua jenis, yaitu sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik (peredaran darah besar dan kecil).Secara khusus, Ibnu an-Nafis dikenal sebagai orang pertama yang menggambarkan sirkulasi darah di paru-paru. Ia jugalah yang memberikan wawasan awal tentang sirkulasi koroner dan kapiler.Untuk mengetahui bagaimana proses sirkulasi darah dalam tubuh manusia, berikut penjelasannya:Sirkulasi pulmonal atau sirkulasi paru adalah aliran darah dari bilik kanan jantung ke paru-paru dan sebaliknya. Karena “rute”nya terbatas, sirkulasi pulmonal tergolong sebagai sistem peredaran darah kecil.Sirkulasi paru berlangsung saat darah yang mengandung karbon dioksida dari sisa metabolisme tubuh kembali ke jantung melalui pembuluh vena cava. Kemudian darah tersebut akan masuk ke serambi kanan dan diteruskan ke bilik kanan jantung. Dari bilik kanan, darah kemudian mengalir ke paru-paru melalui arteri pulmonalis untuk ditukar menjadi oksigen. Darah yang kini sudah kaya oksigen kemudian bergerak ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh.Sirkulasi sistemik disebut juga sistem peredaran besar karena membawa darah dari bilik kiri jantung ke seluruh bagian tubuh dan kembali lagi.Sirkulasi ini berlangsung ketika darah bersih yang kaya oksigen di serambi kiri mengalir ke bilik kiri jantung untuk disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta).Aorta adalah pembuluh darah terbesar di tubuh yang bercabang. Selain mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh, cabang pembuluh darah ini juga mengalirkan darah ke otot-otot jantung.Darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian tubuh yang paling ujung. Di setiap bagian tubuh, terdapat jaringan pembuluh darah halus yang disebut pembuluh darah kapiler. Pembuluh kapiler memiliki dinding yang sangat tipis. Lewat kapiler inilah, oksigen dan nutrisi diantarkan ke sel-sel tubuh. Setelah itu, darah akan kembali mengalir kembali ke serambi kanan jantung lewat pembuluh vena kecil sembari mengangkut zat sisa seperti karbon dioksida untuk mengalami proses pembersihan darah. Semakin mendekati jantung, ukuran pembuluh vena semakin besar.

Baca Juga

Manfaat Pijat Shiatsu, Apa yang Membedakan dengan Pijat Lainya?Obat Opioid, Pereda Nyeri yang Sebabkan Kecanduan4 Tips Ampuh yang Bisa Anda Lakukan Agar Tidak Pingsan Saat Upacara 17 Agustus!

Gangguan pada sistem peredaran darah

Sistem kardiovaskular termasuk salah satu sistem organ yang rentan mengalami penyakit atau gangguan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memelihara kesehatan jantung serta menjaga kelancaran peredaran darah.Penyakit atau gangguan yang paling umum memengaruhi sistem peredaran darah adalah sumbatan pada pembuluh arteri maupun vena.Sumbatan pada pembuluh darah dapat memblokir aliran darah. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan atau penyumbatan total aliran darah di seluruh tubuh.Selain itu, gangguan pada proses pemompaan jantung dan kerusakan pada katup pemisah ruang jantung juga tergolong umum terjadi.Anda perlu berhati-hati karena gangguan pada sistem maupun organ kardiovaskular dapat ikut memengaruhi fungsi organ dan struktur tubuh lainnya. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan atau penyumbatan total aliran darah di seluruh tubuh.Berikut adalah contoh dari kondisi atau penyakit akibat gangguan sistem peredaran darah:Kondisi atau penyakit pada organ peredaran darah juga dapat melibatkan lebih dari satu sistem jaringan tubuh.Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi dengan beberapa dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar fungsi dan gangguan sistem peredaran darah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download sekarang di App Store dan Google Play.

penyakit jantungsakit jantungtekanan darah tinggistrokeperedaran darahhidup sehat

Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/heart.html
Diakses pada 9 Oktober 2019
Healhline. https://www.healthline.com/health/circulatory-system-diseases
Diakses pada 9 Oktober 2019
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/overview-of-the-vascular-system. Diakses pada 14 Oktober 2021Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/blood.html. Diakses pada 14 Oktober 2021Visible Body. https://www.visiblebody.com/learn/circulatory/circulatory-pulmonary-systemic-circulation. Diakses pada 14 Oktober 2021

Stres bisa menyebabkan berat badan naik. Bahkan, stres bisa berdampak secara signifikan terhadap kemampuan Anda menjaga berat badan ideal. Bisa jadi, ini terjadi karena perpaduan gaya hidup tak sehat dan juga peran hormon kortisol.

25 Okt 2021|Azelia Trifiana

Kecelakaan kerja memang umum terjadi di tempat bekerja. Namun dengan mengetahui jenis kecelakaan kerja yang mungkin dapat timbul di bidang pekerjaan Anda, Anda dapat lebih berhati-hati. Jenis kecelakaan kerja yang paling umum adalah terpeleset, cedera otot, tertimpa objek, hingga terpotong kertas.

10 Jul 2020|Azelia Trifiana

Gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Terdapat pedoman umum untuk memenuhi nutrisi seimbang yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

04 Feb 2020|Dina Rahmawati

Dijawab Oleh dr. Lizsa Oktavyanti

Dijawab Oleh dr. Anandika Pawitri

Dijawab Oleh dr. R. H. Rafsanjani