Ciri angin duduk dan cara mengatasinya

Banyak orang yang menyamakan kondisi angin duduk dengan masuk angin biasa. Meski gejalanya terlihat mirip, nyatanya 2 kondisi ini sangat berbeda.

Angin duduk adalah kondisi yang cukup berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan baik.

Melansir penjelasan dari American Heart Association, angin duduk atau angina pektoris adalah istilah medis untuk nyeri dada atau penyakit jantung koroner.

Kondisi ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan darah sebanyak yang dibutuhkan.

Ini biasanya terjadi karena satu atau lebih arteri jantung menyempit atau tersumbat, disebut juga iskemia.

Lantas, apa yang menjadi penyebab dan apa saja gejalanya?

Sebelum mengetahui cara mengobatinya, ada baiknya kita berkenalan dengan yang namanya angin duduk. Simak penjelasannya di sini, yuk!

Baca Juga: Detak Jantung Janin Normal dan Cara Menjaga Kesehatan Jantung Bayi, Catat!

Pengertian Angin Duduk

Foto: Nyeri Dada (Freepik.com/graystudiopro1)

Angin duduk atau disebut angina adalah kondisi yang membuat seseorang mengalami nyeri pada dada.

Angina pektoris nyatanya dapat terjadi karena berbagai kebiasaan seseorang yang menahun. Angina bukan penyakit, tapi gejala adanya ah koroner.

Kondisi ini bisa menyebabkan aliran darah yang membawa pasokan oksigen terhambat.

Angina pektoris nyatanya dapat terjadi karena berbagai kebiasaan seseorang yang menahun. Angin duduk bukan penyakit, tapi gejala adanya penyakit yang menyerang jantung.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami angin duduk.

Nah, Moms harus memahami gejala yang dapat terjadi agar bisa mencari penanganan yang tepat. Sebab, angin duduk bukan kondisi yang dapat dianggap sepele.

Penyakit yang kerap datang secara tiba-tiba ini bisa menimbulkan komplikasi yang membahayakan, dan bahkan sampai merenggut nyawa.

Itulah sebabnya, angin duduk dijuluki sebagai silent killer.

Baca Juga: Sakit Flu Bisa Memicu Penyakit Jantung, Kok Bisa?

Kenali Gejala Angin Duduk

Foto: Ilustrasi Angin Duduk (Freepik.com/user25451090)

Gejala angin duduk mirip dengan orang yang terkena penyakit jantung koroner.

Hal ini biasanya terjadi saat seseorang memiliki masalah kolesterol tinggi dalam darah atau ada pembentukan plak jantung.

Siapa saja bisa terkena angin duduk. Apalagi jika memang memiliki riwayat kesehatan yang telah disebutkan di atas.

Hal ini tentu menjadi momok, ditambah angina bisa terjadi kapan saja, seperti saat istirahat, duduk santai, bepergian, atau bahkan saat sedang beraktivitas biasa.

Penyakit ini belum tentu dapat disembuhkan dengan cara minum obat dan istirahat.

Perlu penanganan dan terapi secara teratur untuk menghindari dan menangani angin duduk.

Adapun beberapa gejala angina, yaitu:

  • Nyeri bagian dada, biasanya di area bawah payudara. Dada seperti ada yang menekan, meremas, dan hendak menghancurkan (seperti ditusuk) organ di dalamnya.
  • Nyeri yang bisa saja menjalar di punggung atas, kedua lengan, leher, hingga telinga
  • Nyeri dada yang menjalar hingga ke tangan, pundak, rahang, leher, hingga punggung
  • Napas terasa berat dan pendek-pendek
  • Tubuh terasa lemah
  • Tubuh terasa lelah dan penat
  • Mual
  • Tubuh berkeringat dingin
  • Pusing

Faktor Risiko Angin Duduk

Foto: Mengecek Tekanan Darah (Freepik.com/dragonimages)

Angina memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami angin duduk, yaitu:

1. Memiliki Kolesterol yang Tinggi

Pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam darah agar tetap normal, untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit kronis, termasuk angin duduk.

Ya, apabila Moms memiliki kolesterol tinggi, maka secara tidak langsung juga akan meningkatkan risiko mengalami angina.

Kolesterol yang tinggi berkontribusi pada pembentukan plak di dalam arteri.

2. Tekanan Darah Tinggi

Selalu cek tekanan darah agar tetap berada dalam batasan normal.

Ketika seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, maka membuat kekuatan darah yang mengalir melalui arteri terlalu tinggi.

Kondisi ini membuat jantung lebih sulit untuk memompa darah ke tubuh.

Karena jantung perlu bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen, yang akhirnya meningkatkan risiko angina.

3. Faktor Usia dan Jenis Kelamin

Jangan sembarangan memproyeksikan bahwa angin duduk lebih sering mengenai orang yang lanjut usia.

Angin duduk juga bisa menyerang seseorang yang masih berusia muda.

Meski demikian, orang lanjut usia memang memiliki potensi besar terkena angin duduk.

Pria yang memasuki usia 60 tahun ke atas cenderung lebih berisiko terkena angin duduk. Demikian juga wanita yang telah memasuki masa menopause.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik untuk Asupan Nutrisi Lansia

4. Memiliki Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok memang tidak akan mendatangkan keuntungan untuk kesehatan tubuh.

Selain memperburuk kesehatan organ dalam tubuh, ternyata kebiasaan ini dapat membuat seseorang berpotensi besar terserang penyakit angin duduk. Gejalanya antara lain:

  • Nyeri di bagian dada
  • Sesak napas
  • Badan terasa lemas

5. Mengidap Diabetes

Tahukah Moms bahwa tekanan kadar gula dalam darah juga bisa menghambat masuknya aliran darah menuju jantung?

Melansir dari Diabetes.co.uk, menyatakan orang yang berusia di atas 55 tahun dan memiliki riwayat diabetes tipe II memiliki risiko lebih besar terkena angina pectoris.

Untuk itu, jika Moms dan Dads memiliki riwayat diabetes, jagalah pola makan dan hindari makanan tinggi karbohidrat, lemak, hingga makanan atau minuman manis.

6. Riwayat Penyakit Jantung

Karena angina pektoris merupakan gejala dari masalah jantung, maka orang yang memiliki riwayat penyakit jantung umumnya akan lebih rentan terkena angin duduk.

Moms dan Dads pun perlu waspada dengan angina pektoris jika memilki garis keturunan penyakit jantung, ya!

7. Stres dan Cemas Berlebihan

Tak bisa dipungkiri, salah satu penyebab penyakit memang berawat dari pikiran seseorang. Otak manusia bagaikan mesin yang menjadi “penggerak” organ tubuh lainnya.

Itulah sebabnya, jika seseorang mudah stres atau cemas secara berlebihan, hal ini bisa menjadi salah satu faktor pemicu terkena angin duduk.

Cobalah untuk lebih relaks dan melakukan kegiatan yang bisa me-refresh pikiran Moms dan Dads saat senggang.

8. Malas Berolahraga

Olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Namun, jika Moms dan Dads merupakan orang yang jarang berolahraga, maka tak heran jika berbagai penyakit lain akan menyerang organ tubuh di dalamnya, termasuk angina.

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

Jenis Angin Duduk

Foto: Angin Duduk (Freepik.com/koldunov)

Angin duduk terdiri dari 4 jenis. Jenis kondisi ini berkaitan dengan cara mengobati angin duduk yang tepat.

Oleh karena itu, sebelum Moms mencari tahu cara mengatasi angin duduk, ketahui terlebih dahulu jenis-jenis dari kondisi ini.

1. Angin Duduk Stabil

Angin duduk stabil disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner pasca melakukan aktivitas berat seperti berolahraga.

Namun, gejala angin duduk stabil ini biasanya dapat menghilang setelah Moms beristirahat.

Ciri-ciri angina stabil dapat dikenali dengan gejala:

  • Biasanya berlangsung 5 menit, jarang sampai lebih dari 15 menit.
  • Pemicunya aktivitas fisik, stres, makanan berat, cuaca ekstrem dingin atau panas.
  • Bisa reda dalam 5 menit dengan istirahat.
  • Nyeri di dada menjalar hingga rahang, leher, lengan, dan punggung.
  • Rasa sakit di dada seperti terbakar, mirip maag.

2. Angin Duduk Tidak Stabil

Kondisi ini merupakan perkembangan dari angin duduk stabil dan dipicu oleh adanya penimbunan lemak atau pembekuan darah yang menghambat aliran darah menuju jantung.

Angina tidak stabil kerap dikenal sebagai sindrom koroner akut. Jenis angin duduk yang satu ini memiliki gejala dan kondisi yang lebih parah dibandingkan angin stabil.

Rasa nyeri pada dada yang disebabkan oleh angina tidak stabil biasanya berlangsung lebih lama, yakni sekitar 30 menit.

Angin duduk tidak stabil berpotensi mengakibatkan serangan jantung apabila pengidapnya tidak segera mendapat pertolongan yang tepat.

3. Angin Duduk Prinzmetal

Angin duduk prinzmetal dapat terjadi kapan saja. Jenis angin duduk ini bersifat sementara dan dapat dihilangkan dengan mengonsumsi obat.

Jenis ini biasanya muncul saat istirahat, pada malam hari, ataupun di pagi hari.

Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau geala yang tidak tercantum di atas.

Jika Moms mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter.

Intensitas nyerinya cukup berat namun biasanya bisa mereda dengan pemberian obat-obatan.

4. Angin Duduk Mikrovaskular

Angin duduk mikrovaskular bisa menimbulkan tanda dan gejala yang berlangsung lebih dari 10 menit.

Tidak menutup kemungkinan, gejala jenis angin duduk yang satu ini dapat bertahan lebih dari 30 menit.

Gejala angina mikrovaskular meliputi:

  • Nyeri dada yang ditimbulkan bisa lebih parah dan lebih lama daripada jenis angin duduk lainnya.
  • Bisa disertai dengan sesak napas, kesulitan tidur, kelelahan, dan kekurangan energi.
  • Biasanya muncul saat sedang beraktivitas, maupun sedang mengalami tekanan mental.

Tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh jenis angin duduk yang satu ini biasanya akan mereda saat duduk atau beristirahat.

Baca Juga: Seputar Terapi Trombolitik, Penanganan untuk Stroke dan Serangan Jantung

Pertolongan Pertama Angin Duduk

Foto: Batuk (Freepik.com/8photo)

Saat kerabat atau Moms dan Dads sendiri terkena angin duduk atau angina pektoris, kuncinya adalah jangan panik!

Seperti yang ditulis oleh St. John Ambulance, Inggris, Lakukan beberapa hal berikut ini sebagai pertolongan pertama angin duduk sambil menggiring orang tersebut ke rumah sakit:

1. Hentikan Semua Kegiatan

Pertolongan pertama angin duduk yang pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan semua kegiatan yang dilakukan saat terkena angin duduk. Duduklah dengan relaks.

Posisi terbaik adalah dengan duduk di lantai dengan kaki ditekuk setengah, sementara kepala dan pundak ditopang oleh seseorang. Letakkan bantal di belakang kepala dan di bawah lutut untuk menyangga.

2. Batuk Sekuat Tenaga

Pertolongan pertama angin duduk yang kedua adalah batuk sekuat tenaga.

Ketika gejala angina pektoris mulai menyerang, lakukan batuk sekuat tenaga dan sekencang-kencangnya.

Ambil napas dalam-dalam dan batuk seperti saat ingin mengeluarkan dahak. Lakukan sambil duduk seperti pada poin pertama di atas.

Lakukan gerakan batuk sekuat tenaga di atas setiap dua detik sekali. Gerakan batuk sekuat tenaga ini akan membantu melancarkan aliran darah dan oksigen ke jantung.

Tak hanya itu saja, batuk sekuat tenaga saat mengalami angin duduk juga akan membantu jantung menekan jalur aliran darah ke luar dan kembali lagi menjadi lebih lancar.

3. Tanyakan Obat Khusus Angina Pektoris yang Dimiliki

Pertolongan pertama angin duduk selanjutnya, tanyakan kepada orang yang terkena angin duduk apakah ia memiliki obat tertentu untuk dikonsumsi secara oral atau melalui semprotan (spray).

Jika ya, bantu orang tersebut untuk cepat mengonsumsinya.

Baca juga: 7 Cara Alami untuk Mengobati Nyeri Tulang, Moms Harus Coba

4. Gunakan Air Hangat

Air hangat dapat membantu merelakskan otot pada bawah dada.

Gunakan botol yang bersisi air hangat, bungkus dengan handuk, tempelkan pada bawah dada.

Meletakkan botol air hangat pada telapak kaki juga dapat menjadi pertolongan pertama angin duduk sehingga orang yang mengalami angin duduk lebih relaks.

5. Gunakan Minyak Angin

Selain air hangat, minyak angin juga dapat digunakan sebagai pertolongan pertama angin duduk.

Balurkan minyak angin ke punggung, dada, dan perut. Caranya ini dapat dilakukan hampir sama dengan menangani masalah masuk angin.

Rasa hangat yang dihasilkan dari minyak angin akan membantu tubuh lebih relaks sehingga suplai darah dan oksigen ke jantung juga lebih lancar.

Baca juga: Manfaat Lulur dan Minyak Zaitun untuk Kesehatan Kulit

6. Evaluasi pada Lima Menit Selanjutnya

Saat angin duduk datang, ada baiknya selain melakukan pertolongan pertama angin duduk di atas, Moms dan Dads juga berkoordinasi dengan dokter.

Akan lebih baik lagi jika orang tersebut segera diantarkan ke rumah sakit.

Cek kembali kondisi seseorang yang terkena angin duduk tersebut.

Jika rasa nyeri datang kembali setelah lima menit selanjutnya, hampir dipastikan bahwa orang tersebut terkena serangan jantung.

Pengobatan Angin Duduk

Foto: Minum Obat-obatan (Freepik.com/stefamerpik)

Setelah Moms mengetahui penyebab, gejala, dan jenis-jenis angin duduk, lalu bagaimana dengan pengobatannya?

Nah, berikut ini adalah beberapa obat masuk angin duduk yang bisa Moms konsumsi apabila mengalami keadaan ini.

1. Nitrat

Nitrat adalah salah satu obat masuk angina yang direkomendasikan. Obat ini berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan.

Tak hanya mengatasi, nitrat juga bisa mencegah terjadinya angin duduk.

Oleh karena itu, bagi orang yang memiliki riwayat angin duduk disarankan untuk mengonsumsi obat ini sebelum melakukan aktivitas yang dapat memicu angina.

2. Obat Pencegah Pembekuan Darah

Salah satu penyebab angin duduk adalah terjadinya pembekuan darah.

Jika kondisi ini yang menyebabkan angin duduk, maka mengonsumsi obat pencegah darah membeku adalah cara mengobati angin duduk yang tepat.

Obat-obatan dari golongan ticagrelor dan clopidogrel yang berperan untuk memisahkan keping darah sehingga tidak mengalami penggumpalan atau pembekuan bisa jadi pilihan.

3. Ivabradine

Ivabradine adalah obat angina yang berfungsi sebagai penangkal efek hormon adrenalin.

Sehingga tekanan darah di area jantung menurun yang otomatis diikuti pula oleh penurunan irama jantung.

4. Penghambat Beta

Obat penghambat beta (beta-blocker) berfungsi yang sama dengan ivabradine.

Yaitu untuk menangkal efek hormon adrenalin yang menjadi pemicu meningkatnya tekanan darah hingga menyebabkan beban kerja jantung bertambah.

Baca Juga: Ini Dia 5 Komplikasi Stroke dan Cara Mencegahnya

5. Penghambat Saluran Kalsium

Penghambat saluran kalsium adalah jenis obat yang juga umum dijadikan cara mengobati angin duduk manakala gejala menyerang.

Obat angina ini bertugas untuk melancarkan aliran darah di area jantung. Selain itu, obat ini efektif melemaskan otot dinding pembuluh darah.

6. Nitrogliserin

Nitrogliserin adalah vasodilator yang berfungsi untuk membuka pembuluh darah yang menyempit dan meningkatkan aliran darah menuju jantung.

Nitrogliserin efektif untuk meredakan gejala angin duduk seperti nyeri dada akibat tidak lancarnya pasokan darah untuk jantung.

7. Operasi

Kadang penyempitan pembuluh darah jantung yang menyebabkan angin duduk tidak bisa lagi diatasi dengan obat-obatan.

Melansir The American Journal of Medicine, diperlukan tindakan khusus oleh dokter jantung untuk mencegah serangan jantung, yaitu:

Prosedur ini bertujuan untuk melancarkan aliran darah.

Caranya adalah dengan melebarkan bagian pembuluh darah yang mengalami penyempitan.

Kemudian memasang alat menyerupai cincin di bagian tersebut agar tidak menyempit kembali.

Operasi bypass jantung bertujuan untuk mengalihkan rute aliran darah yang menyempit, dengan membuat pembuluh darah alternatif.

Pembuluh darah ini bisa diambil dari bagian tubuh lainnya.

Baca Juga: 9 Manfaat Ketumbar untuk Jantung dan Kesehatan

Nah, itulah penjelasan tentang angin duduk, penyebab, dan cara penanganan yang bisa dilakukan.

Ingat, memerhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan sangat penting. Apabila menemukan kejanggalan, segera periksakan ke dokter ya, Moms.