Cara yang tepat untuk mengembalikan jumlah cairan dalam tubuh adalah

Pernahkah Anda mengalami haus berlebihan, diikuti dengan tubuh yang merasa lelah. Bisa jadi Anda sedang mengalami salah satu tanda dehidrasi. Dehidrasi merupakan kondisi yang secara tidak sadar sering kita alami. Kenali penyebab dehidrasi dan cara mengatasinya sejak dini agar terhindar risiko dehidrasi. Informasi lengkap mengenai efek dan mengatasi dehidrasi dapat Anda simak melalui ulasan berikut ini.

Segera minum air putih setelah Anda mengalami kondisi yang menyebabkan banyak cairan hilang dari tubuh.

Dehidrasi Artinya

Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan. Jika hal ini terjadi, tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Dampak lainnya yang mungkin Anda alami ketika dehidrasi adalah kepala terasa pusing, badan terasa lesu, lemas dan sembelit.

Gejala Dehidrasi

Lalu bagaimana gejala dehidrasi yang biasa muncul? Ada dua jenis gejala yang bisa Anda amati, gejala ringan dan berat. Berikut contohnya:

1. Gejala dehidrasi ringan

  • Mulut kering
  • Lelah dan lesu
  • Otot terasa lemah
  • Kulit kering
  • Pusing dan sakit kepala
  • Penurunan frekuensi buang air kecil
  • Rasa haus meningkat

2. Gejala dehidrasi berat

  • Rasa haus berlebihan
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung cepat
  • Ritme napas cepat
  • Urine berwarna gelap
  • Kurangnya produksi keringat
  • Demam
  • Mata tampak cekung
  • Turgor atau elastisitas kulit menurun

Penyebab Dehidrasi

Umumnya, penyebab dehidrasi, karena kurangnya konsumsi , kehilangan banyak cairan berlebih, atau mungkin kombinasi dari keduanya. Penyebab lain yang mungkin terjadi adalah kita lupa minum air putih karena terlalu sibuk beraktivitas, sulit menemukan air layak konsumsi, atau saat tenggorokan terasa sakit untuk menelan, kondisi-kondisi ini biasanya membuat kita mengabaikan kebutuhan mineral harian.Penyebab tambahan dehidrasi lainnya juga dapat disebabkan oleh penyakit, antara lain adalah:

1. Diare: Ketika diare, tubuh mengeluarkan banyak cairan. Jika cairan yang keluar dari tubuh tidak segera diganti dengan konsumsi cairan yang cukup, maka tubuh dapat mengalami dehidrasi.

2. Muntah: Hampir sama dengan diare, saat Anda muntah tubuh juga mengeluarkan banyak cairan. Kondisi ini juga memicu timbulnya dehidrasi dalam tubuh.

3. Berkeringat: Kehilangan banyak cairan lewat keringat normal terjadi, ketika kita melakukan banyak aktivitas. Cuaca yang lembab, atau kondisi seperti demam juga dapat meningkatkan jumlah cairan yang hilang dari tubuh.

4. Diabetes: Kadar gula darah tinggi menyebabkan penderita diabetes lebih sering buang air kecil dan beresiko kehilangan banyak cairan.

Sering buar air kecil: Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda berada di cuaca yang dingin, konsumsi alkohol, memiliki penyakit tertentu yang terkait dengan peningkatan buang air kecil seperti diabetes, obat-obatan, seperti diuretik, antihistamin juga dapat menyebabkan orang sering buang air kecil.

Efek dehidrasi berat yang tidak ditangani menimbulkan gejala lebih serius, seperti detak jantung dan ritme napas yang cepat.

Efek Dehidrasi Berat

Jika dehidrasi tidak segera diatasi dapat menimbulkan gejala lebih serius, seperti tekanan darah rendah, detak jantung dan ritme napas yang cepat. Efek dehidrasi berat dapat memicu komplikasi serius seperti:

1. Kejang: Hal ini terjadi  karena  tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit.

2. Penurunan kesadaran: Pada kondisi dehidrasi berat hingga menyebabkan kurangnya elektrolit dapat menimbulkan gangguan berupa penurunan kesadaran.

3. Masalah ginjal: Seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan gagal ginjal.

4. Kram dan sulit berjalan: Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya elektrolit di dalam tubuh yang sangat penting untuk kerja otot.

5. Volume darah rendah: Hal ini menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen yang mencapai jaringan.

Cara Mengatasi Dehidrasi

Ketika Anda mengalami dehidrasi, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk efek dan mengatasi dehidrasi. Berikut diantaranya:

1. Rehidrasi

Segera minum air putih sebanyak mungkin, setelah Anda mengalami kondisi yang menyebabkan banyak cairan hilang dari tubuh. Contohnya saat Anda diare dan muntah. Cairan yang mengandung elektrolit baik untuk mengganti cairan yang hilang. Cairan elektrolit dapat dengan mudah dibeli di toko atau apotek terdekat. Jika kesulitan menemukannya, Anda dapat membuatnya sendiri. Cara membuatnya, siapkan setengah sendok teh garam, 7 sendok teh gula pasir, dan 1 liter air. Lalu, aduk ketiga bahan secara bersamaan.

2. Hindari Kafein dan Minuman Manis

Kafein dan minuman manis dapat menyebabkan dehidrasi dalam tubuh Anda semakin parah. Oleh karena itu, orang yang mengalami dehidrasi sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan soda. Konsumsi alkohol juga harus dikurangi, karena dampaknya kurang baik bagi kesehatan tubuh.

3. Konsumsi Obat-Obatan

Selain mengganti cairan yang hilang, dehidrasi juga dapat diatasi dengan mengonsumsi obat yang sesuai. Misalnya, saat Anda mengalami dehidrasi akibat diare, beli obat anti diare agar cairan yang keluar dari tubuh bisa dikurangi.

Sekarang Anda sudah mengetahui lebih jelas mengenai dehidrasi, penyebab dehidrasi hingga cara mengatasi dehidrasi. Penuhi kebutuhan cairan harian Anda, agar tubuh tetap prima dan terhindar dari dehidrasi. Terima kasih telah membaca artikel ini, Anda juga  dapat membagikannya pada orang terdekat agar kita semua bisa sama-sama hidup sehat Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel kesehatan lainnya.

Telah direview oleh dr. Valda Garcia

Source:

KOMPAS.com - Penting untuk melakukan rehidrasi setelah melakukan aktivitas apa pun yang menyebabkan keringat berlebih, seperti olahraga, sauna, atau mengikuti kelas yoga.

Rehidrasi juga penting untuk mencegah efek merusak dari dehidrasi yang Anda alami.

Seperti diketahui, setiap sel, jaringan, dan organ di tubuh membutuhkan air untuk berfungsi.

Baca juga: Bagaimana Kurang Minum Bisa Sebabkan Darah Tinggi?

Air diperlukan antara lain untuk membantu mengatur suhu tubuh, melumasi persendian, mengangkut nutrisi, membuang limbah, dan mengedarkan darah.

Itu berarti tubuh Anda tidak dapat menjalankan fungsi-fungsi ini dengan baik jika Anda mengalami dehidrasi, yang terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan.

Misalnya, Anda bisa mengalami dehidrasi karena berkeringat berlebih, muntah, diare, atau mengonsumsi obat diuretik yang meningkatkan kehilangan cairan.

Tanda dan gejala dehidrasi yang bisa dikenali, termasuk:

  • Rasa haus yang meningkat
  • Mulut kering
  • Jarang buang air kecil
  • Kulit kering
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Sakit kepala

Warna urine juga merupakan indikator umum dari status hidrasi seseorang yang bisa diamani.

Pada umumnya, semakin gelap warna urine Anda, maka semakin buruk tubuh Anda terhidrasi.

Baca juga: 15 Alasan Tubuh Butuh Air Putih Setiap Hari

Jika Anda mengkhawatirkan status hidrasi Anda atau orang lain, berikut adalah ragam minuman untuk gantikan cairan tubuh dengan cepat yang bisa Anda konsumsi:

1. Air putih

Meskipun sepertinya tidak mengherankan, minum air putih sering kali memang merupakan cara terbaik dan termurah untuk mengambalikan cairan tubuh yang hilang.

Tidak seperti banyak minuman lainnya, air putih tidak mengandung gula atau kalori tambahan, sehingga ideal untuk diminum sepanjang hari atau secara khusus saat Anda perlu rehidrasi, seperti setelah berolahraga.

2. Kopi dan teh dalam jumlah sedang

Kopi dan teh mengandung kafein stimulan, yang dapat menyebabkan dehidrasi jika dikonsumsi secara berlebihan karena bertindak seperti diuretik.

Tapi, jika diminum dalam jumlah sedang, kopi dan teh dapat menghidrasi tubuh seperti air putih dan berfungsi sebagai alternatif yang memberi energi.

Kafein menjadi menghidrasi hanya dalam dosis sekitar 250-300 mg atau setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi berukuran 240 ml atau lima hingga delapan cangkir teh berukuran 240 ml.

Baca juga: Benarkah Minum Kopi Bisa Sebabkan Asam Urat?

3. Susu skim dan rendah lemak

Selain memasok sejumlah nutrisi, susu memiliki sifat menghidrasi yang sangat baik.

Susu secara alami mengandung elektrolit konsentrasi tinggi yang dapat membantu menyeimbangkan jumlah air dalam tubuh Anda.

Penelitian telah menunjukkan bahwa minum susu skim dan susu rendah lemak dapat membuat tubuh Anda kembali terhidrasi sama baiknya dengan minum minuman olahraga (minuman dengan komponen air, elektrolit, dan karbohidrat) setelah olahraga intens, sembari menyediakan protein dan nutrisi penting lainnya.

Protein berkualitas tinggi dalam susu juga berguna untuk mendukung proses perbaikan otot dan membangun kebugaran lagi setelah olahraga.

Tapi ingatlah, pada beberapa orang, mengonsumsi susu setelah berolahraga mungkin dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut seperti perut kembung.

Selain itu, susu bukan pilihan yang tepat untuk orang yang tidak toleran terhadap laktosa atau protein susu tertentu.

Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Lemak Tinggi tapi Justru Menyehatkan

4. Larutan oralit

Larutan hidrasi oral atau oralit adalah formula khusus yang digunakan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi terutama yang disebabkan oleh diare atau muntah.

Larutan ini berbahan dasar air dan sering kali mengandung elektrolit seperti natrium, klorida, dan kalium, serta gula dalam bentuk dekstrosa.

Beberapa larutan oralit juga mungkin mengandung bahan lain seperti prebiotik dan seng.

Meskipun minuman rehidrasi ini membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, harganya bisa sedikit mahal.

Untungnya, Anda bisa membuatnya sendiri menggunakan bahan-bahan dapur umum berikut:

  • 1 liter air
  • 6 sendok teh gula
  • 1/2 sendok teh garam

Campurkan dalam mangkuk besar dan aduk sampai gula dan garam larut.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Natrium Tinggi

5. Air kelapa

Air kelapas juga bisa menjadi minuman untuk mengganti cairan tubuh dengan cepat.

Ini karena air kelap terbukti mengandung berbagai jenis elektrolit yang bisa membantu dalam mengembalikan cairan tubuh.

Minuman ini kaya akan garam, kalium, kalsium, serta magnesium.

Bukan hanya itu, air kelapa juga tinggi kadar antioksidan dan rendah gula, sehingga bisa menjadi pilihan minuman yang menyehatkan.

6. Jus buah atau sayuran

Dalam bentuk aslinya, buah dan sayur sendiri sudah mengandung banyak air. Rata-rata buah dan sayur bisa mengandung 80-90 air.

Sebagai perbandingan, makanan yang diproses seperti kue, biskuit, sereal, dan kerupuk paling hanya mengandung 1-9 persen air.

Baca juga: Minum Jus atau Infused Water, Mana yang Lebih Baik?

Buah dan sayur dengan kandungan air tertinggi antara lain, yakni:

  • Beri
  • Melon
  • Jeruk
  • Anggur
  • Wortel
  • Selada
  • Kubis
  • Bayam
  • Semangka
  • Timun

Untuk menikmati buah dan sayuran ini, Anda pun bisa membuatnya menjadi minuman jus.

Alhasil, Anda bisa memperoleh minuman yang bukan hanya mengadung bayak air, tapi juga vitamin serta antioksidan.

Kandungan ini membuat jus buah dan sayur menjadi salah satu pilihan minuman untuk dehidrasi yang sehat.

Tidak hanya itu, jus buah dan sayuran juga cenderung mengandung sejumlah elektrolit, seperti kalium, magnesium, dan fosfor.

Mineral ini dapat membantu Anda untuk menyegarkan tubuh setelah kehilangan cairan atau dehidrasi.

Baca juga: 18 Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

Meski demikian, kandungan garam dalam buah dan sayur biasanya tidak terlalu tinggi.

Jadi, Anda mungkin bisa menambahkan sedikit garam pada jus buah dan sayur supaya menjadi minuman untuk dehidrasi yang lebih efektif, terutama bila Anda mengeluarkan banyak keringat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.