Berikut ini adalah zalim terhadap diri sendiri kecuali

Terdapat beberapa bentuk zalim yang bisa memicu murka Allah SWT.

Republika/Putra M. Akbar

Terdapat beberapa bentuk zalim yang bisa memicu murka Allah SWT. Ilustrasi beribadah bentuk tidak zalim pada diri sendiri.

Rep: Alkhaledi Kurnialam Red: Nashih Nashrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Seorang Muslim diajarkan untuk tidak melakukan perbuatan zalim atau aniaya kepada orang lain dan bagi dirinya sendiri. Allah SWT bahkan menyebut akan memberi azab bagi orang yang zalim.

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya surat Al-Furqan ayat ke-19:  وَمَنْ يَظْلِمْ مِنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا  "Barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya kami rasakan kepadanya azab yang besar." 

Kendati demikian, seperti apa bentuk kezaliman yang dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya? Berikut tiga macam kezaliman yang dilarang Allah SWT: 

1. Kezaliman hamba kepada Rabb-nya

Kezaliman manusia kepada Penciptanya adalah dengan kufur kepada Allah, seperti firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 254:  وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ "Dan orang-orang kafir itulah orang-orang zalim."

Ayat lain dalam Alquran juga menyebut kezaliman seorang mahluk juga ditandai dengan berbuat syirik atau menyekutukan Allah dengan zat lain. Allah berfirman dalam surat Luqman ayat 13: إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ "Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." 

2. Kezaliman kepada sesama manusia

Menzalimi atau berbuat aniaya kepada sesama manusia juga merupakan perbuatan yang dibenci Allah SWT. Perbuatan seperti menyinggung kehormatan orang lain, menyakiti tubuh atau hati orang lain hingga mengambil harta orang tanpa alasan yang benar adalah perilaku yang dimurkai Allah. 

Allah menyebut akan mengambil amalan orang yang berbuat zalim dan diberikan kepada orang yang dizalimi. Bahkan akan menimpakan dosa orang yang dizalimi kepada orang yang menzalimi. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَنْ كَانتْ عِنْدَه مَظْلمَةٌ لأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيتَحَلَّلْه ِمِنْه الْيَوْمَ قَبْلَ أَلَّا يكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمتِهِ، وإنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سيِّئَاتِ صاحِبِهِ، فَحُمِلَ عَلَيْهِ 

"Barangsiapa yang berbuat zalim kepada saudaranya, baik terhadap kehormatannya maupun sesuatu yang lainnya, maka hendaklah ia meminta kehalalannya darinya hari ini juga sebelum dinar dan dirham tidak lagi ada. Jika ia punya amal salih, maka amalannya itu akan diambil sesuai dengan kadar kezaliman yang dilakukannya. Dan jika ia tidak punya kebaikan, maka keburukan orang yang ia zalimi itu dibebankan kepadanya." (HR Bukhari)

3. Zalim terhadap diri sendiri

Kezaliman seorang hamba adalah dengan mengotori dirinya dengan berbagai bentuk dosa, pelanggaran dan keburukan berupa kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 57 yang artinya: وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ  "Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." Tiga perbuatan zalim ini hendaknya dijauhi setiap Muslim agar terhindar dari murka Allah SWT.   

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Contoh perbuatan zalim paling banyak menjadi pandangan sebelah mata. Sebuah perilaku yang terkadang tidak kita sadari merupakan sebuah tindakan yang tidak baik.

Manusia memang merupakan makhluk yang tidak bisa lepas dari sebuah kesalahan. Namun kita bisa mempelajari dan mencoba untuk berbenah agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Sebuah tindakan kecil yang bisa membuat dosa kecil semakin banyak dan bertumpuk. Tindakan seperti ini terkadang tidak hanya merugikan diri sendiri namun orang lain.

Manusia bisa terjerumus dengan tindakan seperti ini semakin hari semakin banyak. Maka dari itu sebaiknya kita memperhatikan tindakan kecil yang ternyata melukai sesama.

baca juga: Sebab-Sebab Mandi Wajib dalam Agama Islam

Suatu tindakan yang tidak semestinya, kebalikan dari kata adil. Semua perbuatan seseorang yang tidak selayaknya kepada sesama makhluk Allah SWT.

Maka dari itu akan lebih baik jika kita mempelajari hal-hal yang seperti ini. Tidak sedikit kasus  yang berkaitan dengan zalim namun tidak disadari oleh pelakunya.

baca juga: Doa dan Tata Cara Mandi Junub yang Benar Sesuai Kaidah Islam

Sebuah perbuatan dari tindakan hina, keji dan tidak sesuai dengan akhlak manusia. Maka akan lebih baik jika kita mengetahui jenis ini untuk tidak merugikan diri sendiri dan sekitar.

Zalim kepada Allah SWT

Sebuah tindakan dari dosa syirik dengan menyekutukan Allah SWT. Tindakan ini menyamakan derajat Allah SWT yang Maha Esa dengan makhluk lain.

Maka hati terkecil kita tidak lagi menyembah satu saja, namun menyekutukan. Dosa syirik merupakan yang paling besar dan berat, karena kepercayaan sudah serong.

Maka dari itu kita sebaiknya selalu menempatkan Allah SWT sebagai satu-satunya. Tindakan zalim ini yang paling berat dan tidak terampuni.

baca juga: Larangan Puasa di Hari Tasyrik, Berikut Alasan dan Amalan Penggantinya

Zalim Kepada Diri Sendiri

Sebuah tindakan ini yang sering kita sepelekan dan tidak sadari. Perbuatan menyia-nyiakan kepada diri sendiri kepada karunia Allah SWT.

Kita yang terberkati tubuh sehat dan sempurna dari Allah SWT sering tidak dijaga dengan baik. Kita selalu merasa tidak cukup dengan karunia, terkadang masih mengeluh dan bahkan tidak jarang mengubah secara permanen.

Contoh perbuatan zalim yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menggunakan anggota tubuh dari Allah justru untuk tindakan tercela.

Hal seperti ini juga termasuk contohnya secara nyata. Semakin kita melakukan perbuatan zalim semakin menabung dosa-dosa kecil dan menumpuk.

Sebuah perbuatan sia-sia kepada makhluk Allah SWT, contohnya tanaman, hewan dan lingkungan sekitar. Semua ciptaan Allah SWT memiliki hak yang sama seperti manusia.

Hanya saja manusia memiliki akal untuk bertindak. Kita sering menyia-nyiakan misalnya tanaman yang kita tanam, malas untuk merawatnya hal seperti ini juga zalim.

Memelihara hewan di rumah namun tidak berlaku baik, hal seperti ini juga tindakan zalim. Kita sudah berlaku salah satu contoh perbuatan zalim kepada makhluk Allah SWT.

Maka ketika memutuskan sebuah tanggung jawab terhadap sesuatu kita harus konsisten. Misalnya kewajiban memberi makan hewan secara tepat waktu.

Memberikan pupuk dan air kepada tanaman yang sengaja kita tanam. Perlakuan kecil seperti ini menjadi sebuah kewajiban.

Zalim Kepada Rezeki

Ketika kita Allah SWT berikan nikmat rezeki dan selalu kufur. Ini juga salah satu tindakan zalim secara tidak langsung.

Semua yang menjadi titipan tidak kita manfaatkan untuk hal yang baik. Ini merupakan contoh tindakan tercela zalim.

Misalnya rezeki berupa harta, kesehatan dan bahagia. Maka ketika Allah titipkan nikmat kita harus memanfaatkan dengan baik, syukuri lalu manfaatkan kepada hal-hal baik.

Zalim Kepada Sesama Manusia

Contoh perbuatan zalim yang paling dasar dan paling sering. Tidak sedikit yang sering kita lakukan pada orang lain terkadang menyakiti hati dan perasaan.

Hal yang termasuk fitnah, menghina dan tindakan sia-sia lainnya. Melakukan kekerasan secara fisik dan mental merupakan tindakan zalim yang nyata.

Terluka secara fisik memang nyata terlihat. Namun ketika hati yang terluka dan manusia lain tersebut hanya diam dan mengadu kepada Allah SWT.

Maka kita berhadapan langsung dengan sang pencipta semua makhluk. Kita akan mempertanggungjawabkan tindakan yang sengaja atau tidak sengaja kita lakukan, baik buruk maupun baik.

Contoh perbuatan zalim yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita perhatikan. Selagi masih bisa kita perbaiki, maka mari menjadi yang lebih baik daripada hari kemarin. (Muhafid/R6/HR-Online)

Berikut ini zalim terhadap diri sendiri, kecuali:

  1. suka mabuk mabukkan.
  2. nahi mungkar.
  3. malas belajar.
  4. begadang sampai malam.

Jawabannya adalah b. nahi mungkar.

Berikut ini zalim terhadap diri sendiri, kecuali nahi mungkar.

Penjelasan dan Pembahasan

Jawaban a. suka mabuk mabukkan menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban b. nahi mungkar menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.

Jawaban c. malas belajar menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di situs ruangguru ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.

Jawaban d. begadang sampai malam menurut saya ini malah 100% salah, karena tadi saat coba cari buku catatan, jawaban ini cocok untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah b. nahi mungkar..

Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.

Lihat juga kunci jawaban pertanyaan berikut: