Berikan contoh penerapan al-Quran dan hadis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

PORTAL PASURUAN - Sebagai umat yang hendak mencapai keridhaan Allah SWT semata, kita perlu menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman hidup supaya selamat dunia dan akhirat.

Orang yang berpedoman pada pokok-pokok ajaran syariat maka akan senantiasa berperilaku:

1. Meyakini pokok-pokok akidah dalam Islam yang mengenai ketetapan yang berkaitan dengan iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul, hari akhir, serta qada dan qadar.

Baca Juga: 5 Dancer Paling Populer dari Grup K-pop Setiap Tahunnya, Jungkook BTS Paling Banyak Dicari

2. Berbudi pekerti luhur sebab Al-Quran berisi tuntunan yang berkaitan dengan akhlakhul kharimah.

3. Melaksanakan ibadah kepada Allah antara lain dengan melaksanakan salat, puasa, zakat, dan haji.

4. Bergaul dengan orang-orang soleh.

5. Membaca dan memahami Al-Quran serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

6. Menghafalkan ayat-ayat Al-Quran sebab dapat menjadi syafaat di hari kiamat.

Sumber: buku Al-Quran Hadis untuk MTs dan sederajat kelas 7


Page 2

7. Menyampaikan ayat-ayat Al-Quran kepada orang lain agar bermanfaat dan menjadi petunjuk bagi mereka.

Baca Juga: Sitkom ON AIR-The Secret Contract akan Rilis, Berikut Artis Korea yang Akan Main, Ada Sandara Park

Maka, sejatinya, orang-orang yang mencintai Al-Quran dan hadis akan berperilaku sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan hadis. Penerapan perilaku-perilaku cinta Al-Quran dan hadis dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari, seperti:

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 3 Kabupaten dan Kota di Maluku Utara Alami Cuaca Ekstrim

a. Berperilaku sesuai dengan Al-Quran dan hadis, yang mana manusia akan melandaskan tiap perilaku, perbuatan, dan ucapan sesuai tuntunan Al-Quran dan hadis.

b. Mempelajari Al-Quran dari sumber yang sahih, yaitu dari ulama-ulama yang terpercaya keilmuannya, sebab sebagai manusia biasa, ilmu kita sangat kurang tentang agama.

c. Menjaga kesucian Al-Quran dan hadis, misalnya tidak membaca ayat suci Al-Quran di tempat yang kotor, meletakkannya di tempat yang mulia.

d. Membela dan mempertahankan Al-Quran dan hadis dari orang-orang yang membenci keduanya.

e. Tidak menafsirkan Al-Quran dan hadis dengan hawa nafsu sendiri.

f. Belajar menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh sebab menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Sumber: buku Al-Quran Hadis untuk MTs dan sederajat kelas 7


Page 3

Contoh Perilaku yang Menerapkan Al-Quran dan Hadis Bagi Umat Islam. /unsplash/@sohaib_alkharsa

Al-Quran dan Hadis merupakan pedoman dan landasan bagi kaum muslimin dalam menjalankan kehidupan, karena di dalamnya terdapat berbagai aturan, baik yang berhubungan dengan aturan dunia maupun akhirat. Ajaran yang terkandung dalam al-Qur’an, membimbing manusia ke jalan yang benar dan tidak tersesat sehingga manusia memiliki kepercayaan dan akidah yang benar dan lurus, peraturan dan hukum yang baik, serta akhlak mulia dan terpuji dalam mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat

Pemahaman terhadap al-Qur’an dan hadis wajib dimiliki oleh seluruh umat yang mengimaninya terlebih sejak dini agar lebih membekas dan bermakna. Dalam tulisan ini, kita akan membahas tentang al-Qur’an dan Hadis beserta ruang lingkupnya.

Cara Memfungsikan al-Qur’an dan Hadis dalam Kehidupan Sehari-hari

Al-Qur’an merupakan mukjizat yang abadi sepanjang masa dan ini sebagai bukti tentang kebenaran Nabi Muhammad saw.. Di dalamnya terkandung berbagai aturan hidup bagi manusia baik dari segi ibadah, hukum, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Hal ini juga dijelaskan dan diperkuat dengan adanya hadis-hadis yang Rasulullah berdasarkan bimbingan Allah swt. Umat Islam harus senantiasa meyakini, memmahami, dan melaksanakan al-Qur’an dan Hadis. Oleh karena itu, bagi yang selalu berpegang teguh kepadanya, Allah akan menjamin hidup selamat baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk mencapai hal tersebut, kita harus mampu memfungsikan al-Qur’an dah Hadis dalam kehidupan sehari-hari diantannya dengan cara sebagai berikut:

1. Meyakini dan Memahami bahwa al-Qur’an dan Hadis adalah Ajaran yang Sempurna

Nabi Muhammad saw. adalah nabi dan rasul terakhir yang mengemban tugas dalam menyampaikan ajaran Allah yang mutlak benarnya melalui al-Qur’an dan Hadis yang diperuntukkan kepada seluruh umat manusia.

Al-Qur’an dan Hadis memberikan berbagai aturan dan pengajaran untuk kehidupan manusia mulai dari yang kecil sampai pada tingkat yang besar. Misalnya, mengatur tentang tata cara membuang air kecil, tata cara makan, minum, tidur, hukum, politik, tata negara, dan lainnya melalui praktik-praktik dan contoh dari Rasulullah saw. Inilah konsep sempurna dari ajaran al-Qur’an dan Hadis yang dibawa oleh seorang rasul yang kejujurannya selalu dijamin oleh Allah.

Dari pembahasan inilah kita fahami bahwa al-Qur’an senantiasa membentuk pribadi yang selalu berada dalam bimbingan Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sehingga kita menjadi manusia yang bahagia hidup di dunia dan akhirat.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah al-Maidah ayat 3. “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu tuntukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu” (Q.S. al-Maidah [5]:3)

2. Menerapkan Hukum Al-Qur’an dan Hadis dalam Kehidupan Sehari-hari

Al-Qur’an dan Hadis sebagai standar kebenaran dalam melakukan aktivitas hidup sehingga kita menjadi orang-orang yang selalu lurus dalam kebenaran itu dan mendaptkan kebaikan dari Allah swt. Misalnya, melakukan ibadah salat berdasarkan perintah al-Qur’an dengan melihat tata cara Rasul melakukannya, saum, ibadah haji, pergaulan di masyarakat, atau tatanan hidup berbangsa dan negara.

Penerapan al-Qur’an dan Hadis dalam hidup sehari-hari akan membentuk pribadai yang mulia dengan sikap sebagai berikut.

a. Berlaku Adil

Al-Qur’an dan Hadis mengatur dan mengajarkan bagaimana bersikap adil dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan bersikap adil, manusia akan menjadikan orang-orang menjadi bertakwa. “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.” (Q.S. Al Maidah [5]:8)

Perilaku adil dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam bentuk sebagai berikut.

1) Adil dalam menentukan sikap sesuai dengan ajaran

2) Adil dalam menerapkan hukum

3) Adil dalam hidup, artinya menjaga keseimbangan hidup di dunia

4) Adil dalam membelanjakan harta

5) Adil dalam memberikan kesaksian

b. Pribadi yang Syukur

Orang yang berpedoman pada al-Qur’an dan Hadis dalam mencari rezekinya akan selalu mempertimbangkan penilaian, misalnya akan mencari rezeki dengan halal mengeluarkan hak orang lain dalam harta, tidak berlebihan, mampu untuk selalu mengingat Allah dalam setiap kesempatan. Karena dengan bersikap syukur dia akan mampu menggunakan tenaga, pikiran, dan hartanya untuk Allah. Misalnya akan selalu taat beribadah, mengeluarkan zakat, infak dan sedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan lain-lain.

c. Pribadi yang Takwa

Dengan berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Hadis, Ia akan selalu berhati-hati dalam berbuat. Oleh karena itu, ia akan lebih introspeksi diri dan lebih meningkarkan kualitas keimanan, keilmuan, dan ibadahnya. Misalnya dengan banyaknya mencari ilmu, berdiskusi, belajar yang baik, melakukan ibadah tepat waktu, banyak melakukan ibadah sunnah seperti saum senin kamis, salat sunnah Rawatib, berakhlakul karimah, berbakti kepada orang tua, hormat kepada guru, dan lain-lain. Melalui upaya inilah kiranya pribadi yang takwa akan tercapai dalam setiap waktu dan akan mendapat kemuliaann dari Allah SWT.

3. Menyebarluaskan Ajaran Al-Quran dan Hadis

Menyebarluaskan ajaran al-Quran dan Hadis adalah sebuah tuntutan bagi semua umat Islam agar terwujud kehidupan Islami. Penyebaran ajaran ini dilakukan baik melalui sistem belajar mengajar maupun berdakwah bagi setiap manusia yang dapat dipraktikan dalam proses belajar mengajar, atau berdakwah di lembaga format atau nonformal.

Misalnya, sekolah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, masjid, majelis taklim, dan perusahaan. Upaya ini untuk mewujudkan agar dalam setiap segi kehidupan manusia terbimbing oleh ajaran al-Quran dan Hadis. Bentuk pengajaran dan dakwah ini dapat berupa, sebagai berikut.

Membaca dan mengkaji al-Quran dan hadis, baik dalam keluarga ataupun masyarakat.

  • Saling memberikan nasihat, baik dalam kebenaran maupun kesabaran.
  • Mendukung setiap upaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi manusia.
  • Bijaksanan dalam bersikap,bertutur kata, maupun berbuat.
  • Rela mengorbankan harta, jiwa demi kepentingan ajaran Islam.

Inilah diantra cara yang dapat diterapkan untuk memfungsikan al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita mampu menjadi manusia yang terbimbing dalam hidup agar menjadi orang yang mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun akhirat.

D. Intisari Fungsi Al Quran dan Hadis

  • Kaum muslimin memiliki dua pedoman yang mengatur seluruh aspek kehidupan agar mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat, pedoman itu adalah al-Qur’an dan Hadis.
  • Al-Quran dan Hadis sebagai petunjuk, penjelas, dan pemisah.
  • Al-Quran mempunyai nama lain yaitu al-Kitab, al-Furqan, dan az-Zikr.
  • Hadis berfungsi sebagai penjelas, penguat al-Qur’an, dan penentu hukum tersendiri.
  • Kita memiliki cara yang dapat diterapkan untuk memfungsikan al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita mampu untuk menjadi orang yang berbimbing dalam hidup agar menjadi manusia yang mendapat kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.