Berapa lama masa panen tanaman porang

Tanaman Porang Foto Litbang Kementerian Pertanian

TEMPO.CO, Jakarta - Porang adalah tanaman dengan nama latin A. oncophyllus adalah jenis umbi-umbian yang punya nilai ekonomis tinggi, mengutip dari website Indonesia.go.id, Berdasarkan data Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) atau Badan Karantina Pertanian (Barantan), mengemukakan semester pertama 2021, ekspor porang Indonesia mencapai angka 14,8 ribu ton, di mana angka ini melampaui jumlah ekspor semester pertama pada 2019 dengan jumlah 5,7 ribu ton, kenaikan ini menunjukkan aktivitas ekspor sebanyak 160 persen.

Karena tingginya permintaan pasar, tentu hal ini bisa dijadikan pertimbangan untuk membuka usaha budidaya tanaman porang. Namun jika ingin membuka budi daya porang ada beberapa hal yang mesti diketahui seperti penjabaran berikut.

1. Pengolahan Tanah

Sebagai medium tempat tanaman porang ditanam, pengolahan tanah memiliki peranan penting. Laiknya tanamana umbi-umbian lainnya dianjurkan medium tanah yang digunakan tanah yang gembur dan subur.

Apabila bibit berasal dari umbi porang maka lubang tanam ditutup dengan lapisan tanah bagian atas (topsoil) dan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 45 cm, jarak antara lubang tanam 90 x 90 cm. Kalau tanaman porang dirancang untuk menghasilkan ubi berkuran kecil-sedang, maka jarak antar lubang tanam dikurangi menjadi 60 x 60 cm.

Sedangkan untuk bibit yang berasal dari bubil/katak, dianjurkan untuk membuat guludan, setelah tanah diolah intensif dengan jarak antar gulud 90 cm dan bubil ditanam dalam guludan dengan jarak 90 cm.

2. Pemilihan Bibit

Bibit berukuran berat 500 gram disarankan ditanam dengan jarak 90 x 90 cm merupakan kondisi ideal dalam memproduksi ubi tanaman porang. Sedang Ubi atau potongan ubi berukuran 200 gram sudah cukup layak dijadikan bibit dengan jarak 30 x 30 cm akan menghasilkan umbi porang seberat 500 gram. Sebagai informasi untuk menghasilkan umbi porang yang lebih besar memerlukan waktu 2 hingga 3 tahun.

Setelah dipanen, umbi porang disimpan beberapa bulan sebelum ditanam kembali, dengan masa masa dormasi 3-4 bulan siap tanam, maka untuk mencegah bibit menjadi rusak akibat serangan pathogen jamur tanah bibit direndam dalam larutan campuran fungisida mankozeb (0,2%) +insektisida monokrotofos (0,05%) selama 10 menit dan dikeringanginkan pada kondisi ternaungi selama 24 jam.

Bulbil dapat ditanam langsung di lapang yang berukuran sedang 5 gram dan besar 10 gram sama baiknya dijadikan bibit.

Biji juga bia dijadikan bibit porang, namun kemukinannya hanya 40 persen keberhasilanya, yang dilakukan dengan proses penyemaian di tas media tanam pasit atau tanah remah .

3. Jarak Tanam

Jarak tanam porang disesuaikan dengan umur panen yang diinginkan, jika umur 8 bulan pertama, maka jarak tanam harus 30 cm x 30 cm, lalu jika rencana panen tahun ke dua dianjurkan jarak tanam 45 cm x 45 cm. Apabila periode panen tahun ke tiga maka perlu jarak tanam yang lebih lebar 60 cm x 60 cm.

4. Kedalaman tanam

Semakin dalam ditanam umbi porang akan persulit peranakan, gunakan ke dalaman tanah sekitar 10 cm dari permukaan tanah ukuran yang cukup ideal untuk penanaman porang. Namun kedalaman juga dipengaruhi oleh macam dan ukuran bibit yang digunakan. Jika gunakan umbi katak (bulbil), cukup sekitar 5 cm. Lalu jiak gunakan ubi kecil berukuran 200 gram maka ditanam kedalaman 10 cm, dan 15 cm ditanam pada kedalaman untuk bibit lebih besar.

5. Penyiangan

Penyiangan gulma terutama dilakukan pada awal pertumbuhan tanaman sebelum kanopi menutup, umumnya dilakukan secara manual pada umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam. Dengan tidak melewatkan proses ini maka hasil umbi meningkat 34-285 persen. Disarankan penyiangan dilakukan dua kali selama pertumbuhan tanaman suweg, yaitu pada pada umur dua dan empat bulan setelah tanam.

6. Pengelolaan air

Untuk menghasilkan ubi yang optimum diperlukan tanah dengan kelembaban yang cukup, terutama pada awal pertumbuhan tanaman. Namun tanaman porang umumnya diusahakan di lahan kering. Kandungan air kurang dari 40 persen kapasitas air lapang, maka akar akan lebih cepat kering dibandingkan pada kondisi normal.

TIKA AYU

Baca juga: Porang Primadona Baru Pasar Ekspor, Permintaan dari Luar Negeri Terus Meningkat

Budidaya porang belakangan ini semakin diminati para petani. Permintaan pasar akan umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang berlomba-lomba mempelajari cara budidaya porang.

Porang adalah salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang bernilai tinggi. Kandungan zat glukomanan dalam porang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Harga porang ditentukan dari kualitasnya, semakin sedikit kadar air porang maka semakin mahal harga jualnya.

Di pasaran porang basah dibanderol dengan harga antara Rp. 9.000 – Rp. 10.000 per kg, sedangkan porang kering bisa diekspor dengan harga sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000 per kg.

Budidaya porang di lahan terbuka dapat Anda lakukan dengan memperhatikan langkah berikut ini.

Menyiapkan Lahan Terbuka

Porang yang ditanam di lahan terbuka dapat memberikan hasil yang lebih besar serta kualitasnya pun lebih tinggi.

Menyiapkan lahan terbuka untuk tempat menanam porang juga cukup mudah, Anda hanya perlu membersihkan gulma dan melakukan pembajakan lahan agar tanah menjadi gembur.

Siapkan lubang tanam setelah tanah selesai dibajak. Jarak lubang tanam sebaiknya 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm. Isi setiap lubang dengan sekam dan pupuk kompos sehingga porang bisa tumbuh dengan optimal.

Budidaya porang sebaiknya dilakukan dengan sistem monokultur agar hasil lebih maksimal.

Menanam Porang

Menanam porang sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar Oktober hingga Desember.

Lakukan pembibitan dalam polybag terlebih dahulu jika Anda memilih metode penanaman menggunakan biji. Namun Anda tidak perlu melakukan pembibitan apabila metode yang Anda pilih adalah penanaman porang dengan menggunakan umbi atau katak.

Tanaman porang umumnya hanya bisa hidup sekitar 5 bulan saja sebab setelah bulan kelima porangakan menguning dan kemudian mati. Tanaman porang yang mati itu sekaligus ditandai dengan katak pada tangkai daun langsung berjatuhan.

Katak yang dimaksud bukan nama hewan melainkan bintil porang yang muncul di pangkal dan tangkai daun. Katak berwarna cokelat kehitaman ini bisa disimpan hingga musim hujan tiba untuk ditanam kembali.

Katak juga bisa dijual dengan harga yang lumayan tinggi Rp. 11.000 – Rp. 15.000 per kg.

Sebab itu, banyak juga yang melakukan cara menanam porang dari katak.

Merawat Tanaman Porang

Sama seperti tanaman pada umumnya, setelah ditanam porang juga harus dirawat secara rutin. Perawatan tanaman porang terdiri dari beberapa tahapan mulai dari membersihkan gulma, meninggikan guludan, memberikan pupuk dan melakukan penjarangan.

Membersihkan Gulma

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman porangakan mengganggu pertumbuhan tanaman ini. Oleh sebab itu Anda harus secara rutin membersihkan gulma agar pertumbuhan porang tidak terganggu.

Meninggikan Guludan

Peninggian guludan dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang porang dengan tanah. Tujuan meninggikan guludan ini agar batang tanaman porang dapat berdiri tegak dan perkembangan umbi porang bisa lebih cepat.

Memupuk Tanaman Porang

Cara budidaya porang ini membutuhkan dua kali proses pemupukan. Pemupukan pertama dilakukan sebelum porang ditanam.Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik kompos yang difermentasi terlebih dahulu.

Proses pemupukan kedua dilakukan saat tanaman porang sudah mulai tumbuh. Jenis pupuk yang digunakan saat proses pemupukan kedua ini bisa pupuk organik atau pupuk anorganik NPK/TSP. Tanaman porang biasanya hanya membutuhkan sedikit pupuk anorganik.

Melakukan Penjarangan

Proses penjarangan ini sangat perlu dilakukan jika ada terlalu banyak tanaman porang dalam sebuah lubang. Hal tersebut bisa terjadi karena satu bibit porang bisa menghasilkan hingga 3-4 batang porang.

Proses penjarangan ini perlu dilakukan agar umbi porang bisa tumbuh lebih besar. Karena ini merupakan cara budidaya umbi porang di lahan terbuka yang cukup baik hasilnya.

Panen Porang

Cara budidaya porang agar cepat panen adalah dengan menanam bibit porang dari bibit umbi. Karena bisa mulai dipanen saat umurnya sudah mencapai 7 bulan sejak masa tanam.

Namun porang yang ditanam dari bibit katak biasanya membutuhkan waktu lebih lama, agar bisa dipanen sekitar 18-24 bulan sejak masa tanam.

Proses panen porang dilakukan dengan cara menggali umbi porang.

Sebaiknya porang dipanen saat musim kemarau sebab harga jualnya akan lebih mahal.

Perlu Anda ketahui, bahwa tanaman porang ini memiliki siklus alami yaitu mati di musim kemarau dan tumbuh kembali saat musim hujan.

Baca : Jenis, Ciri, Bibit, Buah, dan Manfaat Tanaman Porang

Ok, demikian artikel tentang budidaya porang ini telah publish di kategori budidaya, semoga bermanfaat ya.