Bagaimana hubungan antara negara berkembang dan negara maju

Frans Likadja



Konsep "The New Intemational EconomicOrder" dibutuhkan oleh negara-negaraBarat Daya dan Indonesia menjelang abadagar tercipta hubungan ekonomi dan pedagang.dengan negara-negara maju yang lebihrasional dan adil. Kemerosotan ekonominegara berkembang akan memberi pengaruhyang sama sekali tidak menguntungkannegara maju pada akhirnya. Indonesia dannegara-negara Pasifik Barat Daya perlu lebih aktif dansatu sikap dalam Uruguay Round, agar

perjuangan mereka lebih maksimal pula.


DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol19.no2.1120

  • There are currently no refbacks.
Copyright (c) 1989 Frans Likadja


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kian berkembang beriringan dengan ilmu pengetahuan dan perkembangan peradaban manusia. Era globalisasi tampak begitu nyata dengan kemudahan akses digital di berbagai penjuru dunia. Negara berkembang yang acapkali dipandang terlambat dan terbelakang, pada kenyataannya cukup cepat merespon perkembangan TIK itu.

Sebagaimana disampaikan Rektor UII,  Prof. Fathul Wahid, Ph.D ketika menjadi pembicara dalam acara Special Lecture Series “Globalization: Information Technology in Developing Countries” yang digelar oleh prodi Hubungan Internasional (HI) pada Rabu (30/06). 

Dalam pemaparannya, Fathul Wahid menyebutkan perspektif dalam memandang pembangunan yaitu pembangunan sebagai pertumbuhan ekonomi, sebagai kehidupan yang lestari, dan sebagai kemerdekaan. Fathul menyoroti poin ketiga yaitu pembangunan sebagai kemerdekaan, dalam hal ini TIK memfasilitasi peningkatan kapabilitas dan keberfungsian.

“Sebagai contoh, ponsel bisa kita anggap sebagai komoditas. Komoditas ini bisa menawarkan kapabilitas seperti mencari informasi, menghubungi, membangun jaringan, dan banyak hal lain. Tetapi apakah kapabilitas itu bisa terwujud nyata menjadi keberfungsian?. Ketika kapabilitas menjadi keberfungsian, maka saat itulah kemerdekaan muncul,” jelasnya. 

Tatkala sesuatu hal menjadi pilihan sadar yang itu bukan satu-satunya pilihan itulah saat pembangunan dilihat sebagai kemerdekaan. Negara berkembang memiliki dinamika tersendiri dalam merespon kemajuan TIK. Ia mencontohkan kehadiran aplikasi pemesanan makanan yang menawarkan aneka makanan dengan harga relatif murah. Tentunya contoh kecil ini tidak dialami di negara maju.

Perspektif dalam memandang TIK sebagai sosio-materiality juga digarisbawahi oleh Fathul Wahid. Teknologi dan konteks juga saling mempengaruhi. Hal ini berarti teknologi menjadi tidak bebas nilai tapi justru berisi nilai. Dengan kata lain, teknologi tidak bisa dipisahkan dari dunia sosial. 

Ketika pembangunan dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi maka ada tujuan etis yaitu menjadikan dunia lebih baik. Tetapi hal ini bisa menjadi kesenjangan dan jurang yang semakin dalam bagi yang punya akses diuntungkan yang tidak punya menjadi kehilangan banyak kesempatan.

Fathul Wahid menguraikan studi lapangan yang pernah dilakukannya di Bantul yang membahas tentang kegunaan ponsel di sektor pertanian. Ia menggunakan capability approach (Sen, 1999), yaitu proses perpindahan dari komoditas ke kapabilitas kemudian keberfungsian dipengaruhi oleh faktor konversi seperti faktor personal, sosial, dan lingkungan. 

Temuan menarik yang ditemukan Fathul adalah diskusi tentang kepemilikan dan akses. Tidak semua petani memiliki ponsel sehingga seringkali mereka meminjam ponsel anaknya untuk menghubungi sesama penyuluh. Jika bicara globalisasi, kita diuntungkan karena akses lebih penting dari kepemilikan terutama untuk negara berkembang.

Perkembangan teknologi informasi tentu berbeda di setiap wilayah, begitu pula dengan kesiapan setiap wilayah untuk berkembang. Ada daerah yang siap ditinggal ketika didampingi, ada juga yang kembali ke kemunduran lama. Ketika bertemu pendampingan untuk menjadi lebih mandiri, kata kuncinya adalah menjadi lestari. 

“Merdeka menjadi bermakna ketika tidak hanya sesaat, tetapi bisa berlangsung lama,” imbuhnya. Fathul Wahid juga optimis bahwa TIK bisa membawa negara berkembang menjadi negara maju dengan gerak kolektif sehingga manfaat bisa diperoleh secara optimal. (MRS/ESP)

Rabu, 17 September 2003

Menperindag: Negara-negara Berkembang Harus Bekerjasama

[Sharjah,UEA/17 September 2003]. Menperindag Rini MS. Soewandi mengingatkan negara-negara berkembang untuk lebih meningkatkan kerjasama di antara mereka setelah gagalnya forum WTO di Cancun, Meksiko.

Pada forum itu untuk pertama kalinya negara-negara berkembang bersatu menolak kemauan negara-negara maju yang ingin terus menghambat produk pertanian negara berkembang.

“Pada pertemuan-pertemuan WTO sebelumnya negara-negara berkembang tidak tahu apa yang harus mereka perbuat dalam forum tersebut,” ujarnya pada konferensi pers di Sharjah, Uni Emirat kemarin (16/9/2003).

“Pada masa lalu  kita disuruh oleh negara maju untuk menurunkan tarif dan membuka pasar kita untuk produk mereka. Padahal pada saat yang sama mereka terus-menerus memberi subsidi kepada petani mereka,” tandasnya. 

Dia menjelaskan, setiap tahunnya negara maju mengeluarkan lebih dari 300 miliar dolar AS untuk mensubsidi petani mereka. Sementara itu kehidupan petani di negara-negara berkembang terus bertambah miskin.

“Situasi ini mengingatkan perlunya negara berkembang mempererat hubungan dagang untuk mengurangi dampak negatif dari aturan-aturan WTO yang tidak berpihak pada mereka,” ujar dia.  

Menperindag memberi contoh, Mali, sebuah negeri kecil di Afrika, tidak bisa mengekspor kapasnya ke negara-negara maju karena tidak bisa bersaing dengan kapas negara maju yang telah disubsidi.

Karena itu, dia menyatakan, Indonesia akan membeli lebih banyak kapas dari negara-negara berkembang untuk mempererat hubungan dagang sesama negara berkembang.

Menperindag yang berada di Sharjah untuk menghadiri pameran dagang Indonesia juga mengatakan, pameran tersebut langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasar negara-negara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang.

Selama 5 tahun terakhir perdagangan Indonesia dengan Timur Tengah rata-rata tumbuh 3% tiap tahunnya. “Sekarang adalah saat yang tepat untuk meningkatkan hubungan dagang dengan Timur Tengah,”  Gagalnya perundingan Cancun mendorong kita untuk lebih meningkatkan hubungan dagang sesama negara berkembang,” ujar Menperindag.

Demikian siaran pers ini, untuk disebarluaskan

      Jakarta, 17 September 2003

Plt. Kepala Biro Umum dan Humas

Dept. Perindustrian dan Perdagangan

                                                                                    ttd         

                            Roosmariharso

Share:

Salah satu contoh energi terbarukan yang dimiliki noleh indo sebagai poros maritim dunia adalah

buat lah kaldogram dari tumbuhan janda bolong, bunga matahari,pohon nangka, bunga anggrek, bunga mawar tolongg di bantu kaa makasih ​

Sebaran penduduk Korea Selatan?​

Berdasar kan data yang di tampilkan ada tiga menurut ica.

Bagaimana tindakan konservasi yang dapat di lakukan untuk menjaga kelestarian tersebut.

Bagaimana Seandainya dalam membuat peta tidak menggunakan Proyeksi pertumbuhan peta.

Bagaimana interaksi antara tenaga dan objek di permukaan bumi dalam komponen sistem pengindraan jauh?.

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!1. Jumlah penduduk negara Jepang tahun 2000 sebanyak 126.549.976 jiwa dengan luas wilayah 377.803 km². Hi … tunglah berapa kepadatan penduduk di negara Jepang?2. Hitunglah angka kelahiran dan kriteria angka kelahiran penduduk Desa Pondok Mandala tahun 2002, jika jumlah penduduk 20.000 jiwa dengan jumlah bayi lahir hidup sebanyak 400 jiwa.3. Jumlah penduduk Indonesia tahun 1987 sebanyak 160,7 juta jiwa. Jumlah kematian di tahun tersebut sebanyak 2 juta jiwa. Berapakah besarnya angka kematian dan termasuk kriteria apa pada tahun 1987?4. Angka kelahiran penduduk di suatu daerah 24 dan angka kematian 19. Hitunglah berapakah persentase pertumbuhan penduduk tersebut dan termasuk dalam kriteria apa? 5. Penduduk kecamatan Jati Rasa pada awal tahun 2001 berjumlah 9.500 jiwa. Selama tahun 2002 diperkirakan jumlah kelahiran bayi 175 jiwa, jumlah kematian penduduk 85 jiwa, jumlah penduduk yang datang 350 jiwa dan yang pergi 200 jiwa per tahun. Berapa jumlah penduduk kecamatan Jati Rasa pada tahun 2003?​

klasifikasi kuda laut​

1. Fatra bermain mobil mobilan dengan kecepatan awal 15 cm/secon kemudian mobil tersebut di beri percepatan sebesar 5 cm/secon² selama 5 secon. Berapa … kah percepatan mobil sekarang?pakai diketahui, ditanyakan, dijawab ya kak..Tolong dijawab dengan benar kak:) besok dikumpul:).​