Apakah penderita diabetes bisa donor darah

Bisnis.com, JAKARTA — Donor darah memiliki syarat-syarat tertentu, dan beberapa kategori orang dilarang untuk mendonorkan darahnya.

Namun, bagi Anda penderita diabetes tetap diperbolehkan melakukan donor darah. 

Dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar,dr,SpPD mengatakan syarat donor darah bagi diabetesi. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi adalah berat badan harus cukup, usia harus cukup, tekanan darah harus normal, dan harus dalam kondisi fit dan sehat.

Menurutnya, seorang diabetesi masih diperbolehkan melakukan donor darah, kecuali ketika gula darahnya belum terkendali.

Misalnya, gula darahnya masih sering drop atau masih cukup tinggi. Kemudian, tidak boleh donor darah apabila ada kondisi komplikasi dari diabetesnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kompikasi berbahaya misalnya anemia atau hipotensi ortostatik.

Bila kondisi-kondisi tadi sudah teratasi dengan baik dan kondisi fit dan sehat, maka boleh melakukan donor darah. 

Dilansir dari Healthline, jika Anda menderita diabetes, ketika ingin donor darah, Anda perlu menceritakan kondisi kesehatan Anda sebenarnya.

Anda juga harus memastikan bahwa Anda memiliki informasi tentang semua obat diabetes yang Anda pakai. Dan obat diabetes ini seharusnya tidak mendiskualifikasi Anda dari mendonorkan darah.

Setelah donor darah, Anda masih harus memantau kadar gula darah Anda dan tetap mengonsumsi makanan sehat.

Termasuk juga menambahkan makanan kaya zat besi atau suplemen ke dalam makanan Anda selama 24 jam setelah donor darah.

Secara umum, jika Anda diabetesi dan ingin donor darah, berikut syarat-syarat yang harus Anda penuhi berikut ini:

- Minumlah asetaminofen jika lengan Anda terasa sakit.

- Pakai perban setidaknya selama empat jam untuk menghindari memar.

- Beristirahatlah jika Anda merasa pusing.

- Hindari aktivitas berat selama 24 jam setelah donor darah. Ini termasuk olahraga

- Tingkatkan asupan cairan Anda selama beberapa hari setelah donor

Jika Anda merasa sakit atau khawatir dengan kesehatan Anda setelah donor darah, segera hubungi dokter Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :


Editor : Mia Chitra Dinisari

Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam

Istimewa

Penyandang diabetes boleh mendonorkan darahnya meski ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika dia ingin mendonorkan darah.

GridHEALTH.id - Donor darah adalah cara tanpa pamrih untuk membantu orang lain. Setiap menit, lebih tepatnya setiap detik seseorang membutuhkan darah.

Namun, dalam hal mendonor darah, ada kesalahpahaman umum bahwa penyandang diabetes tidak bisa mendonorkan darah.

Padahal, penyandang diabetes boleh mendonorkan darahnya meski ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi  jika dia ingin mendonorkan darah.

Umumnya aman bagi penyandang diabetes untuk mendonorkan darah. Orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 berhak untuk mendonorkan darah, selama diabetesnya terkelola dengan baik dan terkendali.

Dan untuk mengendalikan diabetes, tentu harus menjaga kadar gula darah dengan mengikuti diet sehat dan berolahraga setiap hari.

Penting untuk memastikan bahwa penyandang diabetes dalam keadaan sehat sebelum  mendonorkan darah.

Baca Juga: Stok Darah di PMI Menipis, Mereka yang Bertato Tetap Bisa Donor Darah

Baca Juga: Apakah Makan Terlalu Banyak Gula Menyebabkan Diabetes? Ini Faktanya

Mereka mungkin sedang dalam pengobatan untuk membantu mengelola diabetes, ini perlu  konsultasi ke dokter untuk mengetahui apakah obat ini akan menghalangi kemampuan kita untuk mendonorkan darah.

Dikutip dari American Diabetes Association, ini faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum donor darah;

Pradiabetes. Orang yang telah didiagnosis dengan pradiabetes dapat mendonorkan darah selama mereka tidak memiliki masalah jantung.

Asupan insulin. Orang dengan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin tidak diizinkan untuk mendonorkan darah.

Obat diabetes. Orang yang sedang menjalani pengobatan diabetes dapat memberikan darah sampai dan kecuali jika obat mereka tidak berubah dalam empat minggu terakhir.

Jika pengobatan telah berubah, hal itu akan berpengaruh pada kadar glukosa darah, yang berarti kesehatan si pedonor yang diabetes,  mungkin berisiko.

Baca Juga: Cara Tepat Membuang Pembalut Haid Agar Tak Mencemari Lingkungan

Baca Juga: Segera Ganti Masker Berkeringat Ketika Berolahraga, Ini Alasannya

Masalah jantung. Dalam kebanyakan kasus, orang-orang ini tidak memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.

Penyandang diabetes dengan masalah jantung yang mengalami gagal jantung, pingsan akibat masalah jantung, atau menjalani operasi penyumbatan arteri sebaiknya tidak  menyumbangkan darah.

Ketahuilah bahwa pusat donor darah, di Indonesia dalam hal ini PMI (Palang Merah Indonesia), memiliki proses penyaringan di mana mereka menanyakan tentang kondisi calon pedonor yang sudah ada sebelumnya.

Berterusteranglah bahwa kita penyandang diabetes, dengan berbagi kondisi dan obat-obatan yang diminum.

Selain itu, penyandang diabetes saat mendonor harus dalam keadaan sehat dan harus memiliki berat badan yang sehat (normal).

Setelah mendonorkan darah, pantau kadar gula darah dan makan makanan kaya zat besi selama 24 minggu.

Selain itu, kita harus melakukan hal-hal berikut setelah donor darah:

- Jika lengan terasa sakit, konsumsi asetaminofen. Untuk menghindari memar, pertahankan perban  setidaknya selama empat jam.

- Hindari segala jenis aktivitas berat selama 24 jam setelah donasi.

- Tingkatkan asupan cairan (minum) setelah mendonorkan darah

Baca Juga: Mengenal Alergi Gula, Ketika Reaksi Tubuh Menolak yang Serba Manis

Baca Juga: Studi : Covid-19 Dapat Menyebabkan Otak Menua Hingga 10 Tahun

Kesimpulannya, jika diabetes terkendali, seharusnya tidak menghentikan kita dari mendonorkan darah dan kita dapat menyumbangkan darah setiap 56 hari atau menyumbangkan trombosit setiap 7 hari. Pastikan saja kita menjalankan diet sehat dan berolahraga setiap hari. (*)

#bijakGGL #berantasstunting #hadapicorona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Pilihan

Penyakit apa yg tidak boleh donor darah?

Selain golongan orang yang tadi dijelaskan, ada juga beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah, yaitu: Sedang mengidap kanker. . Mengidap penyakit paru-paru parah. Mengidap infeksi HIV, AIDS atau Penyakit Menular Seksual (PMS).

Apakah diabetes bisa disembuhkan secara total?

Meskipun diabetes tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat ditangani dan dikontrol. Artinya, penderita bisa mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kadar normal sehingga tidak menyebabkan komplikasi (penyakit lanjutan yang lebih berat dari penyakit awal).

Apa manfaat dari donor darah?

Selain membantu membakar kalori, manfaat donor darah bagi pendonor adalah dapat menurunkan risiko terjadinya kanker. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya zat besi yang berlebih dalam tubuh saat melakukan donor darah. Donor darah secara teratur diketahui dapat menurunkan kekentalan darah.

Apa syarat donor darah?

1. Lakukan Donor Darah, Jika: Sehat jasmani dan rohani. Berusia 17 hingga 60 tahun, dan sampai 65 tahun bagi pendoron yang sudah rutin mendonorkan darahnya sampai akhirnya berhenti karena pertimbangan dokter. Berat badan minimal 45 kg. Tekanan darah normal (Sistole 100-180 dan Diastole 70-100).

Apa yang terjadi jika donor darah?

Efek samping donor darah adalah pusing atau sakit kepala ringan, pendarahan di area tusuk, memar dan nyeri serta merasa lemas atau kelelahan. Setelah donor darah Anda disarankan untuk minum lebih banyak, menghindari aktivitas fisik yang berat, dan perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi.

Apakah donor darah bisa memutihkan kulit?

Mencerahkan kulit Tak hanya membantu menurunkan berat badan bagi perempuan saja, donor darah bisa memberikan dampak positif bagi kulit yaitu kulit menjadi lebih cerah.