Apakah kb susuk bisa bikin gemuk

VIVA – Alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, kini semakin beragam. Tak hanya IUD, suntik dan pil, saat inijuga tersedia alat kontrasepsi berupa susuk atau implan.

Implan atau dikenal sebagai KB susuk, sudah ada sejak beberapa tahun silam. Banyak masyarakat Tanah Air, khususnya di pedesaan, menggunakannya sebagai alat untuk menjalani program keluarga berencana.

Implan ini bekerja dengan cara melepas hormon ke dalam tubuh. Hormon tersebut bernama Levonogestrel (LNG) yang merupakan turunan hormon progestin.

"Tiap merek implan memiliki kadar hormon berbeda, yang menentukan kadar bertahannya di dalam tubuh. Bisa tiga sampai lima tahun, lalu ditarik kembali untuk diganti yang baru," ujar Spesialis Kandungan RS Evasari, dr. Ridwan Mahmuddin, SpOG, kepada VIVA, Senin 22 Januari 2018.

Menurut Ridwan, cara kerja dari implan sangat mirip dengan KB suntik. Bedanya, jangka waktu KB suntik harus tiga bulan. Sementara, implan bisa dalam jangka panjang.

"Sekali pasang, bisa bertahun-tahun tanpa kontrol. Efek sampingnya cukup menganggu seperti mengacaukan siklus menstruasi karena bisa mens tiga bulan sekali serta membuat retensi cairan yang membuat wanita cepat gemuk," terangnya.

Dilanjutkannya, implan terdiri dari berbagai merek. Implan sendiri berbentuk batang kecil pendek yang bisa terdiri dari satu hingga lima batang. Nantinya, dimasukkan ke dalam lengan bagian atas melalui proses sayatan kecil sekitar 0,5 cm.

KB merupakan kontrasepsi yang berfungsi untuk mencegah kehamilan, KB di Indonesia sendiri sudah memiliki berbagai macam jenis. Ada yang dipengaruhi oleh hormon dan ada juga KB yang bisa dilakukan melalui cara KB alami dengan menyusui. Berbagai macam jenis KB itu bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi bunda. Namun untuk bunda ketahui, beberapa KB yang dilakukan dengan cara memasukkan hormon seperti KB suntik, pil KB, dan lainnya itu akan memberikan efek samping pada bunda. Hanya KB yang alami saja yang tidak memberikan efek. Oleh karena itu kali ini kami akan membahas mengenai apakah KB susuk bikin kurus supaya bunda bisa tahu bagaimana efek samping dari salah satu jenis KB ini. Berikut ini informasi yang bisa Anda baca.

Apa itu KB Susuk?

Selain KB yang umum digunakan di Indonesia seperti misalnya KB suntik, pil KB, atau mungkin beberapa jenis kb IUD. Ada juga yang namanya KB susuk. Di dalam dunia medis, KB susuk ini disebut sebagai KB implan. KB susuk ini bisa mencegah kehamilan bunda dengan cara memasukkan tabung kecil sebesar korek api yang fleksibel yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. KB susuk ini diimplan ke dalam kulit lengan seorang wanita, jika dipsang dengan benar maka KB susuk ini  bisa bertahan selama 3 tahun bahkan 5 tahun sesuai dengan anjuran dokter. Namun jika sudah melewati masanya, KB susuk ini tak akan bisa mencegah kehamilan lagi sehingga harus pergi ke dokter untuk memperbarui KB susuk lagi.

Benarkah KB Susuk Bikin Kurus?

Seperti yang kita tahu, apapun jenis KB yang mencegah kehamilan dengan cara mempengaruhi hormon akan memberikan efek samping kepada penggunanya. Jika bunda tak ingin mendapatkan efek samping maka bunda harus tahu bagaimana cara menunda kehamilan secara alami tanpa menggunakan KB. Yang sering menjadi pertanyaan adalah apa KB ini memang bisa membuat wanita menjadi kurus? Harus kita ketahui bunda jika KB susuk ini memang membawa beberapa efek samping bagi penggunanya,  seperti berikut ini:

  1. Darah haid yang intensitasnya menjadi lebih banyak atau bahkan lebih sedikit
  2. Rasa pusing pada kepala
  3. Siklus haid yang jadi tidak lancar
  4. Keluar flek darah bahkan saat tidak haid
  5. Rasa sakit pada bekas sayatan implan
  6. Jerawat pada wajah, nyeri pada payudara
  7. Depresi
  8. Bisa menambah berat badan ataupun mengurangi berat badan bunda.

Susuk KB ini memang benar bisa membuat berat badan bertambah, namun ada juga kasus yang mengatakan jika berat badan jadi semakin kurus setelah menggunakan KB ini. Jadi jawabannya adalah belum pasti jika bunda mengalami penurunan berat badan setelah penggunaan KB susuk karena bisa juga ibu menjadi gemuk.

Penyebab

1. Efek hormon yang terkandung di dalam KB susuk

Mungkin bunda akan bertanya mengapa tidak pasti jika bunda bisa mengalami penurunan berat badan? Baik, akan kami jelaskan pada poin yang ini. Seperti yang sudah dibahas di atas jika salah satu efek dari penggunaan KB ini adalah kenaikan atau penurunan berat badan. Kenaikan dan juga penurunan berat badan yang bunda alami ini terjadi karena efek dari hormon untuk mencegah kehamilan yang terkandung di dalam alat KB susuk ini dan juga bisa terjadi akibat pengaruh lainnya. Namun kebanyakan pengguna yang menggunakan KB susuk menyatakan jika mereka mengalami kenaikan berat badan bahkan sebanyak 7 kg dan membuat mereka memutuskan untuk berhenti menggunakannya.

2. Efek samping KB susuk

Menurut penelitian yang dilakukan memang efek samping untuk berat badan pada pengguna KB susuk ini sangatlah beragam. Sekitar 10% dari pengguna memang mengalami penurunan berat badan pada tahun pertama, tapi ada juga 10% lainnya yang malah mengalami lonjakan berat badan hingga sampai 7 kg. Jadi bisa dikatakan belum pasti bahwa KB susuk itu membuat wanita menjadi kurus karena efeknya bervariasi sekali.

3. Gangguan pada penyerapan makanan

Kurus pada saat penggunaan KB susuk tidak juga melulu akibat pengaruh dari KB susuk sendiri karena sudah kami bahas di atas efek samping KB susuk itu sangat beragam. Bisa jadi bersamaan dengan penggunaan KB susuk itu ibu ternyata mengalami gangguan pada penyerapan makanan sehingga tubuh jadi kurus. Gangguan ini disebut sebagai malbsorbsi dengan gejala seperti diare, kembung, seperti anemia, dan tinja berbau busuk.

4. Pola hidup yang tak sehat

Kurus itu juga bisa menyebabkan ibu menjadi kurus. Seperti misalnya kurang olahraga, kurang minum air putih, merokok, minum alkohol, hal itu bisa menjadi penyebab kurusnya ketika bersamaan menggunakan susuk KB. Namun jika ibu sudah menjalani pola hidup yang sehat dan menghindari semua bahan berbahaya ini, tapi tubuh tetap kurus maka bisa mencoba melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan Anda.

5. Stress 

Stress ini juga bisa menyebabkan tubuh menjadi kurus ya bunda, stress ini akan mempengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh. Bisa saja bunda tak menjadi nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan yang signifikan karena terlalu berpikir dengan berat. Ada beberapa faktor yang berpengaruh ketika KB susu menyebabkan resiko depresi dan stres.

Bahaya KB Susuk

  1. Banyak efek samping

Jika bunda tidak mau mendapatkan efek samping maka sebaiknya bunda tahu jenis kb yang tidak bikin gemuk karena KB yang diberikan hormon pasti akan membuat efek samping menjadi gemuk atau kurus. Bahaya dari KB susuk ini adalah karena efek sampingnya bagi tubuh seperti yang sudah kita bahas di poin kedua tadi. Selain itu pada area dimana dokter memasangkan implan atau susuk mungkin akan terasa nyeri, perih, dan bahkan bengkak.

  1. Resiko kanker

Penggunaan KB susuk ini harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat dan juga pengawasan yang baik. Karena menurut beberapa kasus, KB susuk ini bisa meningkatkan resiko kanker. Oleh karena itu jika mau tidak mengalami resiko ini ketika menggunakan KB susuk harus selalu melakukan pengawasan disertai dengan pola hidup yang sehat.

  1. Kista ovarium

Bahaya yang ketiga adalah bisa menyebabkan Kista ovarium, menggunakan KB jenis ini Anda bisa beresiko mengalami kista ovarium berukuran sekitar 10 cm. Walau biasanya kista jenis ini tidak perlu untuk diambil karena bisanya kista jenis ini akan mengalami regenerasi dalam waktu dekat. Tetap saja kista sekecil apapun harus ditangani.

  1. Kehamilan ektopik

Salah satu penyebab kehamilan ektopik adalah karena penggunaan KB susuk. Pengguna KB susuk lebih beresiko untuk mengalami kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan yang bisa membahayakan karena tuba fallopi bisa pecah. Hal ini bisa terjadi karena kemungkinan tubuh tidak memblok hormon sehingga sel telur tetap matang sempurna. Saat sel telur bertemu dengan sel sperma maka terjadilah kehamilan ektopik tersebut.

Cara Mencegah

  1. Lakukan pemeriksaan

Untuk mencengah bahaya yang sudah kita sebutkan diatas sebaiknya bunda rutin melakukan pemeriksaan. Dan ketika sudah habis masanya maka bisa segera ke dokter untuk menggantinya, karena selain tidak berefek lagi untuk mencegah kehamilan mungkin akan menimbulkan beberapa bahaya. Jika mengalami kenaikan berat badan dan penurunan yang ekstrim segera periksakan ke dokter.

  1. Pola hidup yang sehat

Menggunakan KB ini harus disertai dengan pola hidup yang sehat ya bunda. Jangan sampai lupa makan-makanan yang sehat seperti sayur dan buah, selain itu juga rajin berolahraga, dan istirahat dengan cukup. Konsumsi berbagai jenis daging dan bahan makanan yang mengandung lemak tinggi memang harus dibatasi. Ibu juga harus melakukan olahraga secara rutin agar tubuh tetap sehat.

Itu dia bunda informasi lengkap mengenai KB susuk bikin kurus, sekarang sudah jelas bukan jika ternyata itu belum tentu karena efek sampingnya sangat bervariasi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk bunda!

KB apa yg bisa bikin kurus?

IUD atau Intra Uterine Device, yang juga dikenal sebagai KB spiral, adalah salah satu alat kontrasepsi yang tidak bikin gemuk.

Apa efek samping memakai KB susuk?

Penggunaan KB impan atau KB susuk mungkin untuk menimbulkan efek samping. Efek samping dari pemasangan KB ini meliputi nyeri dan bengkak pada kulit di sekitar implan ditanam, pola menstruasi yang tidak teratur, perubahan suasana hati, kenaikan berat badan, nyeri payudara, jerawat, nyeri perut, dan sakit kepala.

Apa ciri ciri tidak cocok KB implan?

Ciri Tidak Cocok Pakai KB Implan Memiliki riwayat penggumpalan darah, serangan jantung, atau stroke. Mempunyai riwayat tumor hati atau penyakit hati lainnya. Terdiagnosis kanker payudara atau memiliki riwayat kanker payudara. Mengalami perdarahan genital yang tidak normal.

Apakah efek KB implan bisa menurunkan berat badan?

Hasilnya lebih sedikit pengguna implan mengalami penurunan berat badan dalam 6 bulan setelah melahirkan. Namun, perbedaan penurunan berat badan antara kedua kelompok tidak signifikan secara statistik. Ini membuktikan bahwa implan hormonal tidak menyebabkan penambahan berat badan.