Apakah boleh makan mie setiap hari

Sebagian anak sulit makan, pilih-pilih makanan, tidak mau makan sehingga orangtua merasa stress dan takut anak menjadi kekurangan nutrisi. Namun sebagian orangtua lain merasa takut saat anak terlalu banyak makan yang menyebabkan anak menjadi obesitas.

Bahaya makan mie setiap hari

Anak Anda hanya ingin makan jika pakai mie dan itu hampir setiap hari. Mengenai pertanyaan Anda, Apakah berbahaya makan mie setiap hari ? Berbahaya terutama mie dalam kemasan yang tinggi akan garam dan pengawet.

Apa akibat makan mie setiap hari ?

Beberapa akibat makan mie setiap hari yang dapat terjadi pada anak antara lain :

  • Membuat anak menjadi obesitas.
  • Memicu penyakit diabetes, sindroma metabolik, gangguan hormonal dan penyakit jantung.
  • Meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).

Adakah jenis mie yang aman dikonsumsi setiap hari ?

Jenis mie yang aman dikonsumsi setiap hari adalah mie buatan sendiri, mie instan tanpa bumbu atau mengurangi bumbu yang ada, menambahkan berbagai jenis makanan bergizi lain ke dalam campuran mie seperti sayur.

Apapun yang berlebihan memang tidak baik termasuk mengkonsumsi mie instan apalagi pada anak. Jadi kurangi konsumsi mie terutama mie instan, berikan anak makanan bergizi, selalu pantau kondisi anak, berat badan, tinggi badan, perkembangan motorik dan sensorik di dokter anak.

MIE instan memang menjadi makanan penyelamat, terutama bagi anak-anak kostan di akhir bulan. Mengonsumsi mie instan memang akan memberikan seseorang rasa kenyang setara dengan makan nasi.

Tapi, boleh kah mie instan dikonsumsi tiap hari? Ahli gizi klinik dr. Cindiawaty Josito mengatakan, mie merupakan sumber karbohidrat, sehingga aman dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat.

Tetapi perlu dibatasi kadar garam yang terkandung dalam bumbu mie instan. Apabila dikonsumsi secara berlebih-lebihan jadi pemicu segala penyakit.

"Bakmi atau mie itu merupakan sumber karbohidrat mau dikonsumsi setiap hari silahkan, yang perlu diperhatikan ialah kandungan garamnya," ujar dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi, MARS, MS, Sp.GK dokter spesialis gizi di Jakarta.

"Jadi kalau kita konsumsi setiap hari dan itu kandungan garamnya dikonsumsi berlebihan jadi sumber penyakit. Bakmi itu sumber karbo jadi dikonsumsi berlebihan tidak," jelasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sehubungan dengan itu, menurutnya mengonsumsi karbohidrat seperti mie instan harus dibarengi dengan sumber makanan lainnya. Seperti kandungan protein, sayur dan lainnya, untuk melengkapi sumber gizi.

"Enggak apa-apa asal tidak berlebihan karena kita butuh karbo. Kalau kita konsumsi karbo berlebihan, tanpa dikonsumsi sayur dan buah jadi tidak balance untuk kesehatan. Boleh dikonsumsi tapi harus ditemani sumber lainnya," imbuh dr Cindiawaty.

Sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Kesehatan asupan gula garam dan lemak sesuai dengan rekomendasi maksimum, yaitu gula sebanyak 50 gram per hari (4 sdm), garam sebanyak 2 gram (sdt), dan lemak sebanyak 67 gram (5 sdm).

Bahaya Terlalu Sering Makan Mie Instan – Siapa sih yang tidak tahu mie instan di zaman sekarang ini. Mie instan merupakan makanan yang sudah umum bagi penduduk tanah air kita khususnya di kalangan anak muda karena harganya yang relatif murah dan mudah untuk dimasak.

Setiap bulan sebagian besar dari kita pasti ada yang menyetok mie instan untuk makanan darurat apabila sedang tidak ada makanan di rumah atau malas untuk memasak dan mie instan menjadi makanan lokal Indonesia ketika sedang berada jauh dari tanah air atau sedang pergi berlibur ke luar negeri.

Akan tetapi dibalik rasanya yang enak, mie instan yang banyak digemari banyak kalangan pastinya banyak juga yang masih belum mengetahui dan bertanya-tanya apa benar mie instan itu berbahaya bagi kesehatan tubuh kita? maka dari itu kita akan membahasnya pada artikel berikut ini.

Table of Contents

  • Pengertian Mie
  • Pengertian Mie Instan
  • Bahaya Terlalu Sering Makan Mie Instan
    • 1. Gangguan pencernaan
    • 2. Tekanan darah tinggi
    • 3. Penyakit jantung
    • 4. Gangguan ginjal
  • Bahan-Bahan untuk Membuat Mie
    • 1. Tepung Terigu
    • 2. Telur
    • 3. Garam
    • 4. Minyak
    • 5. Air
    • 6. Tepung tapioka
  • Buku Tentang Mie
    • 1. Perencanaan Usaha Mie Basah
    • 2. Mi & Pasta Favorit
    • 3. Step by Step 25 Resep Serba Pasta ala Sisca Soewitomo

Pengertian Mie

Unsplash.com/Jie Wang

Mie merupakan makanan yang paling digemari masyarakat khususnya di Indonesia. Bahan dasar mie sendiri ialah tepung terigu, maka dari itu mie dapat digunakan sebagai sumber makanan pokok karena mie mengandung karbohidrat cukup tinggi sama halnya dengan nasi.

Produk mie yang beredar di Indonesia mempunyai jenis dan kadar air yang berbeda di setiap jenisnya, seperti mie mentah, mie basah, mie kering, mie goreng, mie instan. Mie basah sendiri ialah mie mentah yang sebelum diedarkan mempunyai proses perebusan dengan air mendidih, dengan kadar air sekitar 35% dan setelah direbus maka kadar airnya akan meningkat menjadi 52%.

Ternyata kandungan air yang terdapat di dalam mie adalah salah satu faktor yang paling penting. Semakin tinggi kandungan airnya maka akan cepat expired atau kadaluarsa. Semakin banyak air yang diberi di dalam adonan mie basah maka mie yang dihasilkan pun akan menjadi lembek dan membuat mie tidak enak untuk dikonsumsi, namun sebaliknya jika semakin sedikit air yang ditambahkan di dalam adonan mie, maka mie yang dihasilkannya pun akan menjadi keras dan dapat mempersulit dalam proses pencetakan.

Pengertian Mie Instan

Cara pembuatan mie instan cukup mudah yaitu dengan merebus dan menipiskannya setelah matang selanjutnya itu campurkan dengan bumbu, minyak dan bahan pelengkap yang disediakan dalam kemasan.

Akan tetapi mie instan tidak hanya dapat disajikan dengan cara yang biasa karena beberapa orang ada yang melakukan percobaan dan inovasi dengan menggunakan bahan tertentu hingga menjadi sesuatu yang baru seperti menggunakan keju, susu dan bahan-bahan lainnya yang tidak dapat disebutkan keseluruhannya.

Mie instan sudah memasuki kebiasaan masyarakat Indonesia sejak tahun 1968. Awalnya, belum banyak yang memproduksi mie instan sehingga masyarakat belum mengetahui keberadaan makanan tersebut serta variasi rasa yang belum sebanyak seperti di masa sekarang ini.

Seiring berjalannya waktu berkat adanya kemajuan teknologi dan tingginya minat konsumen terhadap mie instan membawa perubahan besar pada industri produksi mie instan mulai dari desain kemasan, cara penyajian, rasa, dan juga kualitas produknya.

Persaingan dalam menghasilkan produk mie instan yang terbaik pada masing-masing merek juga memengaruhi konsumennya dalam memilih mie apa yang terbaik untuk selera mereka sehingga menimbulkan berbagai perdebatan tentang makanan ini. Indonesia bahkan pernah menempati peringkat atas produksi mie instan terbanyak setelah Tiongkok dan Korea Selatan.

Mie instan juga dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan untuk usaha kuliner seperti warung mie instan yang memberikan jasanya untuk memasak sesuai dengan keinginan pembelinya.

Tidak sedikit penghasilan yang didapatkan dari bisnis tersebut karena modal yang dikeluarkan minim tapi keuntungan yang dihasilkan cukup besar. Bagi orang-orang yang ingin memulai merintis usaha dan bingung dengan usaha apa yang ingin dilakukan, bisnis ini bisa jadi masuk dalam daftar pilihan kalian karena kebanyakan usaha kuliner merupakan salah satu bisnis yang mudah untuk memikat pelanggan.

Berdasarkan pertanyaan apakah mie instan baik atau tidak untuk dikonsumsi, pertama kali yang dapat kita lihat yaitu dari komposisi yang terkandung di dalamnya. Banyak mitos yang beredar tentang mie instan seperti contoh “katanya” mie instan itu mengandung lilin karena mudah terbakar oleh nyala api lalu mie instan mengandung karet makanya tekstur mie instan bisa tetap kenyal dan sebagainya.

Sebenarnya rumor yang disebutkan tadi kenyataannya tidak benar ya Grameds. Mie instan mengandung tepung terigu dan minyak nabati yang menyebabkan tekstur mie instan ketika setelah dimasak akan menjadi kenyal serta kandungan air pada mie instan sangat sedikit akibat proses penggorengan dan cooling box pada saat memproduksi mie instan, itu sebabnya kenapa mie instan mudah terbakar jika dibakar dengan api.

Jika kalian masih belum percaya dengan kenyataannya seharusnya kalian akan lebih percaya ketika suatu produk telah mendapatkan pengakuan dari lembaga yang terpercaya seperti BPOM.

BPOM atau singkatan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan merupakan lembaga di Indonesia yang bertugas dalam mengawasi dan memastikan obat-obatan, makanan dan produk serupa supaya aman untuk dikonsumsi oleh khalayak umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga mie instan tidak mengandung zat berbahaya lainnya bagi tubuh.

Pada umumnya, mie instan mengandung zat-zat seperti bahan pengawet dan pewarna sintetis yang dapat dinetralisir tubuh apabila tidak dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Mie instan juga mengandung MSG (Monosodium Glutamat) sehingga jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan tubuh menerima terlalu banyak zat garam yang dapat memicu berbagai penyakit.

Mie instan juga hanya mengandung karbohidrat dan lemak jahat sehingga jika dikonsumsi tanpa makanan penyeimbang hanya akan menyebabkan kurangnya gizi yang diperlukan tubuh kita seperti protein, zat besi, vitamin, zat mikro dan makro lainnya.

Meskipun tidak memiliki kandungan yang membahayakan, tetap ada resiko jika mengonsumsi mi instan secara berlebihan, apalagi tidak disertai asupan gizi harian yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bahaya Terlalu Sering Makan Mie Instan

1. Gangguan pencernaan

Mie instan merupakan salah satu jenis makanan yang tidak mudah untuk dicerna di tubuh sehingga dapat membuat sistem kerja yang ada di dalam saluran cerna menjadi lebih berat dan apabila dikonsumsi terlalu sering maka bisa menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Ih, ngeri yaa Grameds.

2. Tekanan darah tinggi

Di dalam satu kemasan mie instan mempunyai kandungan sekitar 860 mg natrium yang dimiliki garam atau natrium cukup tinggi. Jumlah natrium tersebut padahal belum ditambah dengan kandungan natrium yang dikonsumsi makanan lainnya pada hari yang sama, padahal asupan harian natrium itu tidak boleh lebih dari 2.000-2.400 atau setara dengan 5-6 gram garam. Jika dikonsumsi terlalu banyak makan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

3. Penyakit jantung

Mie instan menggunakan MSG atau monosodium glutamat supaya rasanya menjadi lebih gurih. Karena, kandungan MSG yang cukup tinggi di dalam satu porsi mie instan maka akan memicu penyakit jantung. Maka dari itu, mie instan ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi, gagal jantung, penggunaan obat diuretik, dan beberapa jenis obat antidepresan.

4. Gangguan ginjal

Terganggunya fungsi ginjal bisa menyebabkan penumpukan natrium dan cairan yang ada di dalam tubuh. Hal tersebut bisa memicu terjadinya pembengkakan pada kaki dan penumpukan cairan yang ada di sekitar jantung dan paru-paru

Hal lain yang harus diperhatikan Grameds yaitu ada mie instan yang dikemas menggunakan bahan sterofoam yang mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA).

Bahan BPA ini ternyata bisa mengganggu cara kerja hormon dan mempengaruhi perkembangan otak pada bayi dan anak-anak. Sementara itu, untuk orang dewasa, kandungan tersebut bisa meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan kanker. Ngeri ya, Grameds.

Bahan-Bahan untuk Membuat Mie

https://unsplash.com/Miles%20Burke

1. Tepung Terigu

Tepung terigu adalah salah satu tepung yang paling mudah didapatkan. Tepung terigu juga bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis makanan, maka dari itu tepung terigu disebut tepung serbaguna.

Tepung terigu merupakan tepung yang terbuat dari endosperma biji gandum Triticum aestivum L dan Triticum compactum Host atau bisa juga campuran keduanya ditambahkan dengan Fe, Zn, Vitamin B1, Vitamin B2 dan Asam folat sebagai fortifikasinya.

Tak heran jika tepung terigu mengandung karbohidrat, serat, vitamin dan mineral yang berasal dari gandum. Tepung terigu juga mempunyai bentuk serbuk, bau yang normal, dan berwarna putih khasnya tepung terigu. Kandungan gluten yang terdapat di tepung terigu juga lebih banyak dibandingkan jenis tepung lainnya.

2. Telur

Telur adalah sumber protein hewani yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Telur yang baik yaitu telur yang mempunyai bau khas telur dan pastinya tidak ada bau busuk dan sebagainya. Telur juga mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, karena telur mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan di dalam tubuh. Telur juga dibedakan menjadi tiga menurut ukurannya, yaitu kecil (dibawah 50 gram), sedang (50 sampai 60 gram) dan besar (lebih dari 60 gram).

3. Garam

Garam mengandung yodium, NaCl minimal 94%, air 7%, kadmium maksimal 0,5 mg/kg, timbal maksimal 10 mg/kg, raksa maksimal 0,1 mg/kg, cemaran arsen maksimal 0,1 mg/kg dan kalium lodate minimal 30 mg/kg. 11 Garam harus berbentuk padat supaya bisa langsung dikonsumsi oleh masyarakat.

4. Minyak

Minyak goreng sawit merupakan bahan pangan dengan komposisi utamanya adalah trigliserida yang berasal dari minyak sawit tanpa perubahan kimiawi, pendinginan, proses hidrogenasi dan pastinya sudah melewati proses pemurnian. Syarat untuk menjadi minyak goreng harus terdapat penambahan vitamin A.

5. Air

Air adalah sumber yang terdapat dari alam dan berasal dari sumber mata air, baik dari atas maupun dari bawah permukaan tanah, kecuali air laut. Rumus kimia air adalah H2O yang dimana tidak mempunyai warna, aroma, dan rasa.

Air juga mempunyai fungsi bagi tubuh yang tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Kualitas air yang bagus harus melewati banyak tahapan supaya dapat dikonsumsi dengan baik, yaitu mikrobiologi, fisika, kimia dan radioaktif supaya tidak berbahaya untuk kesehatan tubuh.

6. Tepung tapioka

Tepung tapioka merupakan sebagian besar kandungannya mempunyai karbohidrat karena terbuat dari singkong. Ciri utama tepung tapioka yaitu berwarna putih bersih maka dari itu orang-orang mengiranya tepung tapioka adalah tepung sagu. Padahal tepung tapioka mempunyai tekstur yang cenderung lebih lembut dan licin, biasanya tepung tapioka dijadikan pengental makanan.

Tepung tapioka yang diekstrak oleh singkong mempunyai karakteristik tidak manis, tidak larut dalam air dingin, membentuk gel dalam air panas. Pembuatan tepung tapioka sebagai berikut:

  1. Mengupas dan mencuci singkong hingga bersih.
  2. Lalu memotongnya hingga menjadi tipis-tipis.
  3. Setelah itu dijemur atau dikeringkan di potong tipis-tipis hingga benar-benar kering.
  4. Terakhir singkong yang sudah kering akan digiling sampai halus.

Maka dari itu, mengkonsumsi mie instan tidak membahayakan tubuh secara signifikan akan tetapi juga tetap perlu diatur jumlah makannya seperti mengkonsumsi mie instan maksimal sekali dalam sehari atau hanya 3 kali dalam seminggu serta tetap menyeimbangkannya dengan makanan lain seperti sayuran, telur, ikan, jamur, dan lain-lain yang dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan tubuh kalian.

Sekarang kebanyakan perusahaan produsen mie instan juga memberikan cara penyajian pada gambar kemasan yang berguna sebagai anjuran yang baik untuk mengkonsumsi mie instan tetapi tetapi memikirkan kesehatan kita.

Beberapa pengembang usaha mie instan saat ini sedang mencoba membuat mie instan yang lebih sehat dan menggunakan bahan-bahan yang lebih alami dan bernutrisi seperti penggunaan saripati bayam, menambahan kandungan vitamin dan zat penting lainnya yang membantu melengkapi nutrisi harian konsumen dengan harapan agar mie instan yang mereka produksi dapat dimakan setiap saat tanpa mengkhawatirkan bahaya yang terkandung di dalamnya.

Buku Tentang Mie

1. Perencanaan Usaha Mie Basah

Siapa sih orang yang tidak mau menjadi pengusaha? apalagi jika Grameds hobi masak dan pengen bisa dijadikan usaha? Buku perencanaan usaha mie basah ini cocok untuk Grameds karena buku ini memberikan petunjuk kepada pembacanya tentang usaha mie basah, dengan pembahasan yang dikhususkan untuk pembuatan mie basah, dimulai dari pembuatan mie basah, peralatannya apa saja, perlengkapan yang diperlukan, cara pembuatannya, saran penunjang produksinya, penerapan sanitasi dan kehigienisan pada pembuatan mie basah, jadinya Grameds tidak usah pusing mencari tahu di sosial media tinggal buka aja tanpa menghabiskan kuota juga. Yuk segera dapatkan dan langsung jadi cuan!

2. Mi & Pasta Favorit

Ternyata mie dan pasta sama-sama mempunyai kesamaan yaitu makanan utama yang disajikan dengan pelengkap tambahan. Mie dan pasta pun mempunyai beraneka jenis, namun ada beberapa jenis yang bentuk dan bahan pembuatannya sama.

Dua jenis makan ini sebagian dibuat dalam bentuk kering, supaya bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama. Mie merupakan makanan yang berasal dari china atau tiongkok. Terbuat dari adonan yang berbentuk tipis dan panjang yang sudah digulungkan, dikeringkan dan dimasak dalam air mendidih.

Pasta merupakan makan khas Italia yang diproduksi dalam bentuk kering. Pasta terbuat dari tepung terigu semolina, varietas durum. Tepung tersebut kemudian dicampurkan ke dalam air dan ditambah dengan telur.

Karena protein gluten yang terkandung di dalamnya cukup tinggi maka adonan pasta akan menjadi kenyal dan elastis. Adonan tersebut kemudian dibentuk dan dikeringkan. Buku ini cocok banget untuk Grameds yang suka dengan mi dan pasta apalagi buatan sendiri. Buku ini menyajikan 22 resep mi dan pasta favorit yang wajib dicoba. Yuk segera dapatkan bukunya di gramedia.com!

3. Step by Step 25 Resep Serba Pasta ala Sisca Soewitomo

Siapa tidak kenal Sisca Soewitomo? Pakar kuliner Nusantara ini telah malang melintang di dunia kuliner sejak usia belia. Lebih dari 100 acara demo masak sudah dilakukannya di samping juga pernah membawakan program memasak kuliner Nusantara di salah satu stasiun televisi swasta sejak 1997 hingga 2008. Dan tetap berlanjut dengan stasiun TV lainnya hingga sekarang. Karyanya berupa buku masak juga telah diterbitkan sebanyak lebih dari 100 judul yang sebagian besar masuk dalam kategori buku masak best seller.

Buku ini berisi 25 resep serba pasta yang digemari banyak orang. Dengan cita rasa Indonesia, Oriental, dan Barat. Dilengkapi dengan foto step by step yang semakin memudahkan untuk dipraktikkan. Yuk, segera dapatkan!

Meski begitu, Grameds juga harus mencukupi kebutuhan nutrisi yang ada di dalam tubuh dengan cara mengonsumsi makanan yang bernutrisi serta menjaga kesehatan tubuh dengan cara berolahraga secara rutin dan pastinya tidak merokok. Jika, Grameds sudah terlanjur sering memakan mie instan, ada baiknya mulai sekarang untuk mengurangi konsumsi supaya terhindar dari bahaya mie instan untuk kesehatan tubuh.

Apa resiko makan mie setiap hari?

Mengonsumsi mi instan dalam jumlah porsi yang banyak dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala. Hal ini disebabkan oleh kandungan garam serta MSG yang terkandung dalam mie instan. Mengonsumsi MSG secara berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala dari yang terbilang ringan hingga yang cukup parah.

Berapa kali makan mie yang baik?

Batas makan mi instan dalam seminggu berapa kali? Dikutip dari The Straits Times, Profesor dari Harvard dan ahli diet Mount Elizabeth Hospital, Seow Vi Vien menjelaskan batas makan mi instan dalam seminggu adalah satu sampai dua kali. Sebab, mi instan memang memiliki banyak kalori namun tidak memiliki banyak nutrisi.

Apa manfaat makan mie setiap hari?

Sumber energi tubuh Mie instan mengandung karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi. Hal ini membuat makanan ini mampu memberikan energi untuk tubuh. Energi ini bisa dipakai untuk menjalanan aktivitas sehari-hari. Kamu hanya perlu menambahkan asupan nutrisi yang lain untuk menyempurnakannya.

Apakah mie bisa dimakan tiap hari?

Namun ahli gizi mengingatkan agar mie instan tidak dikonsumsi tiap hari. Mie instan tergolong makanan rekreasional yang seharusnya dimakan sekali-sekali saja untuk kesenangan. Seperti halnya makanan ultra proses lain, mie instan tinggi kandungan sodium, lemak jenuh, hingga bahan pengawet.