Apa yang terjadi jika organ pencernaan manusia terganggu

Rabu, 13 April 2022 | 17:30 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 17:10 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 16:40 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 16:10 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 15:40 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 15:38 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 14:40 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 14:10 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 13:53 WIB

Rabu, 13 April 2022 | 08:25 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 20:00 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 19:23 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 18:53 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 17:38 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 17:18 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 17:13 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 16:58 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 16:38 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 16:23 WIB

Selasa, 12 April 2022 | 16:19 WIB


Page 2


Page 3

Halodoc, Jakarta – Gangguan pencernaan merupakan kondisi yang terjadi karena adanya masalah pada salah satu organ pada sistem pencernaan. Sebelumnya perlu diketahui, sistem pencernaan manusia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, serta anus. 

Semantara dalam proses mencerna makanan, ada beberapa organ yang terlibat yaitu pankreas, organ hati, dan kantung empedu. Namun, organ-organ tersebut tidak dilewati oleh makanan alias berada di luar saluran pencernaan. 

Secara umum, sistem pencernaan berfungsi untuk menerima dan mencerna makanan yang kemudian diubah menjadi nutrisi untuk diserap tubuh. Nutrisi yang diserap kemudian akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Selain itu, sistem pencernaan juga bertugas memisahkan dan membuang bagian makanan yang tidak dibutuhkan dan tidak bisa dicerna oleh tubuh. Gangguan pencernaan yang terjadi bisa sangat menyulitkan dan sebaiknya tidak diabaikan. 

Baca juga: Ini 5 Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan

Ada banyak penyebab gangguan pencernaan bisa terjadi. Mulai dari pola makan yang salah, gaya hidup tidak sehat, hingga tanda penyakit tertentu. Pada gangguan pencernaan yang ringan, gejala yang muncul biasanya akan hilang dengan sendirinya atau setelah mengonsumsi obat. 

Sementara gangguan pencernaan yang parah harus sangat diwaspadai. Sebab, kondisi ini bisa menyebabkan masalah permanen pada sistem pencernaan, salah satunya munculnya jaringan parut esofagus. 

Gangguan pencernaan bisa terjadi pada siapa saja, dan kapan saja. Ada 5 gejala yang sering menjadi ciri-ciri gangguan pencernaan. 

  1. Rasa tidak nyaman pada area perut. Kondisi ini sering menyebabkan rasa tidak nyaman dan membuat perut terasa sangat penuh atau berat.

  2. Sering bersendawa, terutama saat makan atau setelah selesai makan. Sendawa yang terjadi umumnya terasa tidak wajar dan bisa sangat mengganggu. 

  3. Terasa aliran makanan kembali ke kerongkongan. Gangguan pencernaan bisa ditandai dengan makanan atau minuman yang sudah dikonsumsi kembali dari perut ke kerongkongan. 

  4. Perut kembung, hal ini juga sering disertai dengan nyeri perut atau perasaan penuh pada bagian tersebut. 

  5. Mual dan muntah. Hal ini juga sering menjadi gejala bahwa kamu mengalami gangguan pada sistem pencernaan. 

Gangguan Pencernaan yang Harus Diwaspadai 

Meski tidak melulu berbahaya dan memicu penyakit serius, tapi gangguan pencernaan sebaiknya tidak diabaikan. Ada beberapa jenis gangguan pencernaan yang sebaiknya diwaspadai, yaitu :

Makanan berlemak yang masuk ke dalam tubuh membutuhkan waktu lebih lama serta lebih sulit untuk dicerna. Lemak membutuhkan asam empedu untuk dapat dicerna oleh usus, kemudian asam empedu ini diserap kembali kedalam pembuluh darah dan kembali ke kantung empedu. Jika asam empedu ini tidak terserap kembali ke dalam pembuluh darah, maka asam empedu ini tetap berada dalam usus, dan berujung diare.

Baca juga: Begini 4 Cara Cegah Gangguan Pencernaan

Konstipasi adalah kondisi yang berlawanan dengan diare. Konstipasi menyebabkan seseorang kesulitan untuk buang air besar. Hal ini umumnya terjadi karena kurang asupan makanan berserat dan kurang minum. 

Naiknya asam lambung alias GERD biasanya disebabkan oleh kebiasaan langsung tidur setelah makan bisa menyebabkan makanan, termasuk asam dari lambung naik ke tenggorokan. Kalau sudah begitu, kamu mungkin akan merasa tidak nyaman dan muncul gangguan pencernaan. 

Baca juga: Perlu Tahu 7 Gangguan Pencernaan dari yang Ringan Sampai Berat

Nyeri ulu hati sebenarnya merupakan salah satu gejala dari berbagai masalah pencernaan. Namun, hal ini harus diwaspadai, apalagi jika terjadi secara tidak wajar. Pasalnya, selain tanda adanya gangguan pencernaan, nyeri ulu hati juga bisa menjadi gejala penyakit jantung. 

Nah, bila kamu mengalami ciri-ciri gangguan pencernaan di atas, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Selain itu, gangguan pencernaan bisa menghambat penyerapan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Akibatnya, tubuh Anda mungkin menjadi rentan terhadap penyakit atau tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Simak informasi berikut untuk mengetahui berbagai penyakit yang paling sering menyerang sistem pencernaan manusia.

Penyakit pada sistem pencernaan manusia

Gangguan pada sistem pencernaan juga dikenal sebagai penyakit gastrointestinal. Pasalnya, berbagai penyakit pada sistem ini dapat menyerang lambung (gastro) serta saluran pencernaan yang terdiri dari usus (intestinal), rektum, hingga anus.

Berikut sejumlah penyakit yang paling sering menyerang sistem pencernaan.

1. Diare

Diare adalah gangguan pencernaan yang diakibatkan oleh banyak faktor. Beberapa penyebab diare yang paling umum di antaranya keracunan makanan (kontaminasi bakteri), alergi makanan tertentu, atau makan pada saat yang tidak tepat.

Anda dikatakan mengalami diare apabila buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam sehari dengan tekstur feses yang encer. Gejala diare juga dapat disertai dengan:

  • rasa ingin segera BAB,
  • mual dan/atau muntah,
  • sakit perut melilit, atau
  • perut terasa tidak nyaman.

Diare dapat menyerang segala kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Penyakit ini sebenarnya sangat umum dan mudah diobati. Namun, diare parah yang tidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal, terutama pada anak-anak.

Diare yang parah dapat mengakibatkan demam, turunnya berat badan, hingga feses berdarah. Jika Anda tidak mendapatkan asupan cairan selama diare, buang air besar terus-menerus juga dapat membuat Anda mengalami dehidrasi dan kehilangan nutrisi.

2. Sembelit (konstipasi)

Frekuensi buang air besar setiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa buang air besar setiap hari atau sekali dalam seminggu. Anda bisa dikatakan mengalami sembelit (konstipasi) apabila frekuensi BAB tiba-tiba lebih jarang atau lebih sulit dari biasanya.

Sembelit adalah penyakit pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh perubahan pola makan atau asupan nutrisi. Faktor-faktor yang kerap menjadi penyebabnya antara lain:

  • terlalu banyak minum susu,
  • kekurangan asupan serat,
  • kekurangan asupan air,
  • kurang aktif bergerak,
  • sedang mengonsumsi obat antasida yang mengandung kalsium atau aluminium, atau
  • sedang stres.

Sembelit bukan termasuk gangguan sistem pencernaan yang serius, tapi kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Anda bisa mencegah dan mengatasi sembelit dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat, minum air, dan berolahraga.

3. GERD (Gastroesophageal reflux disease)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit pada sistem pencernaan yang ditandai dengan naiknya asam lambung naik menuju kerongkongan. Jika tidak ditangani, asam lambung yang naik dapat menyebabkan iritasi pada lapisan dalam kerongkongan.

Gejala umum GERD meliputi:

  • rasa terbakar pada dada (heartburn) terutama pada malam hari atau setelah makan,
  • kesulitan menelan,
  • nyeri dada,
  • perasaan seperti ada yang mengganjal dalam kerongkongan, dan
  • keluarnya makanan atau cairan asam saat sendawa.

Pada bagian dasar kerongkongan, terdapat otot-otot berbentuk cincin yang berfungsi mencegah naiknya makanan kembali ke atas. Jika otot ini melemah, makanan dan asam lambung bisa bergerak naik menuju kerongkongan dan menyebabkan heartburn.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko timbulnya GERD yakni obesitas, kehamilan, hernia, dan terhambatnya pengosongan lambung. Gangguan pencernaan ini juga bisa dipicu oleh kebiasaan merokok, makan dalam porsi besar, dan konsumsi aspirin.

4. Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan penyakit infeksi pada sistem pencernaan yang menyerang lambung dan usus. Penyakit ini dikenal juga sebagai flu perut atau muntaber. Semua orang dapat mengalaminya, tapi anak berusia di bawah lima tahun biasanya lebih rentan.

Gejala utama gastroenteritis di antaranya:

  • diare,
  • demam,
  • mual atau muntah,
  • sakit perut,
  • sakit kepala, dan
  • berkurangnya nafsu makan.

Penyebab utama flu perut adalah infeksi rotavirus dan norovirus. Selain itu, penyakit pada sistem pencernaan yang satu ini juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit giardia, serta zat kimia beracun yang terdapat dalam jenis jamur tertentu.

Sebagian besar kasus muntaber yang disebabkan oleh virus tidaklah berbahaya. Anda bahkan bisa pulih dalam beberapa hari hanya dengan beristirahat, makan makanan yang lembut, dan minum banyak air untuk mengganti cairan yang hilang.