Apa yang menyebabkan gigi berlubang sakit

Gigi berlubang umumnya diawali oleh adanya plak pada mulut. Plak berasal dari sisa makanan yang mengandung gula, seperti roti, sereal, susu, minuman ringan, buah, kue, atau permen, yang kemudian diubah oleh bakteri alami dalam mulut menjadi asam. Kombinasi antara bakteri, asam, sisa makanan yang ada di mulut, dan air liur, akan membentuk plak yang melekat pada gigi. Asam yang terdapat dalam plak secara perlahan mengikis lapisan-lapisan gigi, hingga membentuk lubang pada gigi. Bakteri yang menjadi penyebab gigi berlubang adalah streptococcus mutans dan lactobacillus

Selain itu, gigi berlubang juga dapat dipicu oleh beberapa faktor lain, seperti:

  1. Kebersihan Mulut yang Buruk

Tidak menggosok gigi secara teratur, terlebih dengan teknik yang kurang tepat, dapat menyebabkan sisa-sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi. Hal ini akan menyebabkan plak terbentuk dengan cepat. Akhirnya, tahap awal kerusakan gigi akan terjadi. Oleh karena itu, dianjurkan sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

  1. Penimbunan Plak

Plak gigi adalah lapisan lengket bening yang melapisi gigi. Plak terbentuk akibat sisa makanan yang tertinggal karena pembersihan yang kurang baik. Lama-lama, plak akan mengeras menjadi karang gigi. Nah, karang gigi tersebut akan sulit dibersihkan bila hanya dengan menggosok gigi. Penimbunan plak ini menyebabkan meningkatnya jumlah bakteri yang dapat menghilangkan mineral pada lapisan enamel gigi yang keras. Akhirnya, terbentuklah lubang. Begitu area enamel telah terkikis, asam dan bakteri bisa mencapai lapisan gigi selanjutnya (dentin). Lapisan tersebut lebih lembut dari enamel dan kurang tahan terhadap asam.

  1. Kurang Asupan Fluoride

Fluoride merupakan mineral yang terbentuk secara alami. Kandungan ini membantu mencegah gigi berlubang. Jika asupan fluoride kurang, maka kerusakan gigi dapat mudah terbentuk. Karena manfaat tersebut, fluoride sering ditemukan di dalam pasta gigi dan obat kumur.

  1. Terlalu Banyak Makan Makanan Manis

Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, misalnya susu, es krim, kue, buah kering, cereal, permen, atau minuman bersoda, cenderung lebih mudah menyebabkan kerusakan pada gigi. Makanan dan minuman mengandung gula tersebut dapat menurunkan pH plak gigi dengan cepat. Akibatnya, lapisan enamel gigi lama-kelamaan akan terkikis

  1. Mulut Kering

Kondisi mulut yang kering saat kandungan air liurnya sedikit dapat meningkatkan risiko kerusakan pada gigi. Kandungan di dalam air liur dapat membantu mencegah kerusakan gigi. Caranya, dengan membersihkan makanan dan plak dari gigi. Selain itu, zat yang ditemukan di dalam air liur juga bisa memerangi asam yang diproduksi oleh bakteri.

  1. Faktor Usia

Orang yang sudah lanjut usia umumnya mengalami turunnya gusi atau resesi gusi. Kondisi ini memungkinkan bakteri penyebab pembusukan di rongga mulut bersentuhan dengan akar gigi. Hal ini disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang menempel pada bagian akar gigi dan akan lebih sulit dibersihkan. Akhirnya, penumpukan bakteri di area tersebut sangat mungkin terjadi.

  1. Karies akibat Susu

Sering kali ibu membiarkan anaknya tertidur dengan botol dot yang masih menempel di mulutnya. Jika dibiarkan, maka kebiasaan ini dapat merusak gigi si kecil yang baru tumbuh. Gula di dalam susu dapat menempel pada permukaan gigi bayi dalam waktu yang lama, terlebih saat tidur di malam hari. Gula tersebut kemudian diubah menjadi asam oleh bakteri. Bila terpapar terlalu lama, dapat menyebabkan gigi berlubang.

  1. Tidak membersihkan gigi dengan benang

Faktanya, rutin menyikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan gigi. Anda perlu melanjutkannya dengan menggunakan benang gigi (flossing). Plak penyebab gigi berlubang paling banyak menumpuk di sela-sela gigi. Nah, benang gigi efektif membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat gigi. Perhatikan juga cara Anda flossing. Masukkan benang ke sela gigi dan gesekkan secara hati-hati. Menarik dan menggesek benang terlalu keras malah dapat melukai gusi.

  1. Lokasi gigi

Penyebab kemunculan lubang yang mungkin tidak Anda pernah sangka adalah lokasi gigi. Dalam banyak kasus, lubang lebih sering terbentuk pada gigi bagian belakang, yaitu geraham dan premolar. Gigi bagian belakang memiliki banyak alur dan celah sehingga sering kali sisa makanan tersangkut di sana. Di samping itu, area gigi belakang juga cenderung lebih sulit dijangkau oleh sikat gigi. Meski Anda rajin menyikat gigi setiap hari, belum tentu bagian belakang gigi ini tersikat dengan bersih. Agar seluruh pelosok gigi Anda terjamin bersih, rajinlah kontrol ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan karang gigi secara rutin. Biasanya dokter menganjurkan pembersihan plak dan karang gigi dengan metode scaling setiap 6 bulan sekali. Prosedur ini efektif membersihkan plak penyebab gigi berlubang hingga ke bagian gigi yang sulit dijangkau sikat gigi.

  1. Penyakit Tertentu

Orang yang memiliki kondisi seperti GERD juga berisiko mengalami gigi berlubang. Hal ini disebabkan oleh asam lambung yang sering mengalir naik ke kerongkongan sampai mulut. Asam tersebut lama-kelamaan akan mengikis permukaan gigi. Akibatnya, dapat menimbulkan rasa sensitif dan terbentuknya lubang pada gigi. Pada kerusakan gigi tahap awal, biasanya tidak ada gejala apa pun. Namun, saat kerusakan gigi semakin parah, akan timbul berbagai gejala.

Bagaimana cara menghilangkan rasa sakit gigi yang berlubang?

Cara Menghilangkan Sakit Gigi pada Gigi Berlubang.
Filling atau Tambal Gigi. Cara menghilangkan sakit gigi berlubang yang pertama adalah tambal gigi atau filling. ... .
Penggunaan Fluoride. ... .
3. Cahaya Neon. ... .
Prosedur Crown. ... .
Perawatan Saluran Akar. ... .
6. Cabut Gigi. ... .
Berkumur Air Garam. ... .
Kunyah Bawang Putih Mentah..

Apa yg ada di dalam gigi berlubang?

Gigi berlubang berawal dari plak yang menempel di gigi. Plak gigi berasal dari sisa makanan yang mengandung gula dan pati. Jika tidak dibersihkan, plak ini akan diubah menjadi asam oleh bakteri alami di dalam mulut. Asam yang dihasilkan dari plak kemudian secara perlahan mengikis lapisan terluar gigi.