Apa yang dimaksud dengan kalimat perintah dalam kebahasaan teks laporan percobaan

Penjelasan mengenai teks laporan percobaan mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah, dan contoh terbaru yang benarnya secara lengkap. Untuk bisa memahami sebuah pembelajaran saat di sekolah, tentu akan ada berbagai percobaan yang dilakukan dan percobaan yang biasanya dilakukan sering disebut dengan istilah eksperimen. Percobaan biasanya dilakukan dengan melakukan pengamatan atau penelitian dan melakukan tedeksi terhadap penyebab sebuah gejala.

Sesuai melakukan percobaan, tentu harus ada hasis yang disetorkan dalam bentuk teks dan teks hasil percobaan sering disebut dengan teks laporan percobaan. Untuk membuat sebuah teks laporan tentu tidak bisa sembarangan, karena perlu memenuhi berbagai kaidah penulisan yang benar dan pembuatan teks yang baik haruslah dipelajari dengan benar.

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Laporan adalah pemberian informasi dari hasil penelitian atau pengamatan yang dilaksanakan dan tujuan dilakukannya percobaan untuk mengatahu suatu hal yang sifatnya penting. Laporan biasanya dibuat dalam bentuk tulisan dan didalamnya menjelaskan sebuah hasil dari kegiatan pengamatan atau penelitian yang dilakukan secara langsung.

Pengertian teks laporan percobaan sering juga disebut dengan teks klasifikasi, karena teks ini didalamnya berisikan berbagai klasifikasi berdasarkan suatu kriteria. Teks ini selalu membahas menjelaskan berbagai hal yang sifatnya umum, sehingga teks ini bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Ciri-Ciri Teks Laporan Percobaan

  • Percobaan dilakukan secara ilmiah
  • Melakukan pelaporan hasil percobaan
  • Berawal dari penyampaian tujuan percobaan
  • Membutuhkan peralatan dan bahan untuk percobaan
  • Ada prosedur pelaksanaan percobaan
  • Hasil percobaan dicatat dengan teliti
  • Simpulah hasil percobaan
  • Memiliki struktur teks merupakan ciri-ciri teks laporan percobaan.

Struktur Teks Laporan Percobaan

Untuk melakukan penulisan judul pada suatu teks, tentu tahap awal yang harus dikerjakan adalah membuat judul yang tepat. Dengan judul maka suatu teks akan lebih menarik minat pembaca dan judul juga bisa dipakai untuk penentuan topik. Judul juga bisa diambl dari topik yang akan dibahas, jadi judul merupakan inti dari sebuah topik.

Teks laporan percobaan haruslah memiliki tujuan yang jelas, agar laporan bisa tersusun dengan baik. Dalam sebuah rencana kegiatan, tentu tujuan harus disampaikan dengan tulisan yang baik dan tujuan berlaku untuk mempermudah berbagai proses lainnya. Tujuan masuk dalam struktur teks laporan suatu percobaan atau eksperimen suatu topik tertentu.

Untuk melakukan sebuah eksperimen, pastilah membutuhkan alat dan bahan yang sesuai dengan kebutuhan. Bahan dan alat yang dipakai dalam setiap percobaan pastilah berbeda, karena tergantung dari percobaan apa yang akan dilakukan. Semakin ekstrem sebuah percobaan, maka akan semakin banyak alat dan bahan yang dibutuhkan.

Dalam sebuah kegiatan percobaan, tentu ada langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan dan langkah kegiatan haruslah ditulis dengan bertahap, agar penulisan struktur teks laporan percobaan tersusun dengan rapih. Laporan percobaan yang dituliskan dengan langkah yang teratur, akan mudah dipahami oleh pembaca laporan dan laporan akan bermanfaat bagi orang banyak.

Pada bagian hasil percobaan, akan berisi mengenai jabaran hasil percobaan yang telah dilakukan dan hasil percobaan bisa bersifat bagus atau tidak. Hasil percobaan harus dituangkan pada teks dengan sangat tersusun. Sehingga mudah dipahami pembaca teks dan hasil percobaan yang sukses, akan membuat penulis merasa bangga.

Teks laporan percobaan pasti diakhiri dengan kesimpulan yang diperoleh penulis dari hasil percobaan dan kesimpulan biasanya ditulis dengan singkat serta padat. Simpulan yang bertele-tele akan membuat simpulan menjadi tidak esklusif dan semakin singkat sebuah kesimpulan, maka akan semakin mudah dipahami para pembaca teks tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Sinonim merupakan pilihan kata yang memiliki bentu yang beda, namun memiliki arti yang sama dan sinonim juga sering disebut sebagai pilihan kata yang memiliki persamaan makna. Untuk pembuatan teks laporan percobaan, tentu seringkali ditemukan penggunaan sinonim dan kebanyakan sinonim di pakai dalam tahap langkah-langkah suatu percobaan.

Antonim merupakan suatu hubungan semantik yang terbentuk dari dua buah satuan ujaran yang memiliki makna untuk menyatakan suatu kebalikan atau pertentangan. Antonim juga sering disebut dengan lawan kata. Untuk menyusun sebuah kaidah teks laporan percobaan, tentu membutuhkan antonim didalamnya dan kebanyakan ditemukan dalam langkah-langkah percobaan.

  1. Menggunakan Kata Bilangan

Dalam beberapa jenis teks, tentu seringkali ditemukan penggunaan kata bilangan dan salah satu teks yang sering memakai kata bilangan adalah teks laporan percobaan. Kata bilangan biasanya terlihat dari penjabaran alat dan bahan yang dipakai untuk percobaan. Dengan kata bilangan, maka teks ini menjadi lebih menarik.

Kalimat perintah memang seringkali ditemukan dalam berbagai jenis teks, karena kalimat perintah sifatnya sangat umum dan dalam penyusunan suatu teks, tentu akan ditemukan kalimat perintah. Contoh kalimat perintah yang sering muncul di dalam teks ini seperti tuangkan, siapkan, campurkan, tambahkan dan berbagai contoh lainnya.

Hampir dalam semua jenis teks, kata hubung ditemukan dan penggunaannya sama untuk menghubungkan kata dengan kata atau kalimat dengan kalimat. Contoh kata hubung yang ditemukan dalam teks laporan percobaan seperti tetapi, sehingga, jika, ketika, dan, saat dan contoh kata hubung lainnya. Dalam teks ini sudah pasti ada kata hubung yang dipakai.

Contoh Teks Laporan Percobaan

  1. Judul : Membuat Nasi Goreng

Nasi goreng adalah salah satu makanan khas Indonesia yang sudah ada sejak jaman dulu dan pembuatan nasi goreng terbilang sangat mudah. Namun membuat nasi goreng yang enak bukanlah perkara mudah, karena diperlukan racikan bumbu yang pas dan nasi goreng yang nikmat biasanya akan membuat penikmatnya menjadi ketagihan.

  • Bahan dan Alat
  • 1 siung bawang merah
  • 1 lembar bawang daun
  • 1 butir telur ayam
  • 1 sendok kecil garam
  • 1 piring nasi putih dalam keadaan dingin
  • 1 buah sosis ayam
  • 1 bungkus bumbu penyedap atau masako
  • 1 buah katel
  • 1 buah kompor gas
  • 2 sendok minyak goreng
  • 1 kecap manis
  • Langkah-langkah kegiatan
  • Iris tipis bawang merah dan bawang daun
  • Nyalakan kompor gas yang sudah dipasang katel, kemudian masukan minya goreng
  • Setelah minyak panas, masukan irisan bawang merah dan putih
  • Masukan telur ayam dan irisan sosis
  • Aduk rata semua bumbu yang dimasukan
  • Setelah merata, masukan nasi putih dan aduk sampai merata
  • Kemudian masukan garam, masako dan kecap manis
  • Aduk semuanya sampai merata dan nasi gorengpun siap disajikan
  • Hasil Percobaan

Hasil percobaan pembuatan nasi goreng berhasil dan rasanya sangat nikmat. Nasi goreng yang dihasilkan sangat layak untuk dijual dan bisa dijual dengan harga tinggi. Percobaan seperti ini bisa dilakukan di rumah, karena berbagai bahannya mudah ditemukan dan cara pengerjaannya terbilang simpel.

Pelajaran membuat masakan sederhana adalah sebuah hal yang sangat penting, karena dengan biaya yang sedikit bisa menghasilkan makanan yang lezat dan cara pembuatannya bisa dipraktekan di rumah. Kegiatan ini juga bisa dilakukan untuk menjalankan bisnis nasi goreng.

Itulah ulasan lengkap mengenai teks laporan percobaan dan semoga semua bahasannya memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ciri-Ciri Kalimat Perintah dan Contoh Kalimat Perintah – Dalam kehidupan yang setiap hari kita jalani pasti tidak lepas dari yang namanya berkomunikasi dengan orang lain, mengapa begitu? Hal ini dikarenakan dengan berkomunikasi kita akan semakin dekat dengan orang lain. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi sangat penti dan perlu untuk dimiliki oleh setiap orang karena komunikasi yang baik akan bermanfaat dalam kehidupan yang kita jalani. Untuk terbiasa berkomunikasi dengan baik kepada orang lain, maka kita perlu mengenal kalimat.

Saat ini, pasti sudah banyak orang yang mulai mengetahui tentang kalimat. Ya, benar sebuah kalimat yang terkumpul dari berbagai macam jenis dan bentuk kata. Kalimat ini sangat berguna dalam kegiatan berkomunikasi karena penggunaan kalimat yang tepat akan menghasilkan suatu komunikasi yang baik. Apabila komunikasi sudah terjalin dengan baik, maka hubungan individu dengan individu lainnya atau individu dengan dengan kelompok akan berjalan dengan harmonis. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mengetahui dan mempelajari kalimat agar bisa menjaga kualitas berkomunikasi.

Pada dasarnya, kalimat itu sendiri memiliki beberapa jenis dan biasanya setiap jenis kalimat dibedakan melalui intonasi atau nada ketika berbicara dengan lawan bicara. Maka dari itu, intonasi atau nada bicara perlu diperhatikan dengan baik agar ketika berkomunikasi tidak terjadi kesalahpahaman. Jenis kalimat memang dapat dibedakan melalui nada bicara ketika berkomunikasi dengan lawan bicara, tetapi dalam hal tulis menulis, jenis kalimat dibedakan melalui tanda baca yang biasanya diberikan pada akhir kalimat. Jadi, bisa dikatakan bahwa setiap tanda baca dan intonasi atau nada berbicara sangat menentukan jenis kalimat apa yang sedang digunakan.

Kalimat itu sendiri biasanya digunakan sesuai situasi atau keadaan yang sedang terjadi, baik keadaan yang sedang terjadi secara langsung atau keadaan yang terjadi dalam hal tulis menulis, seperti menulis paragraf, cerita, dan sebagainya. Dalam hal tulis menulis terutama pada sebuah cerita, penulisan kalimat sangat berperan penting dalam membangun suasana cerita, sehingga bagi penulis cerita sudah seharusnya mahir dalam menentukan jenis kalimat yang akan ditulisnya. Semakin mahir menentukan jenis kalimat yang akan ditulis, maka cerita yang dibuat akan semakin menarik, sehingga perlahan-lahan banyak orang yang membacanya.

Pada dasarnya, jenis kalimat yang sering diketahui banyak adalah kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita. Nah, di dalam artikel ini akan dibahas tentang kalimat perintah. Kalimat perintah biasanya digunakan untuk memerintah, memberi arahan, dan lain-lain. Kalimat perintah itu sendiri merupakan kalimat yang dapat dilihat melalui tanda baca dan intonasi nada ketika berbicara.

Dengan demikian, sudah seharusnya untuk kita agar terbiasa menggunakan kalimat perintah, baik dalam hal tulis menulis atau ketika berkomunikasi dengan orang lain secara langsung. Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang kalimat perintah, kamu bisa simak ulasan tentang kalimat perintah di bawah ini. Jadi, selamat membaca.

Pengertian Kalimat Perintah

Kalimat perintah itu sendiri jika diartikan secara sederhana adalah suatu kalimat yang didalamnya terkandung makna memerintah atau memberi perintah. Oleh karena itu, ketika seseorang sedang mengucapkan kalimat perintah (dilihat dari nada bicara), maka orang yang diberi perintah harus melakukan sesuatu yang sama dengan apa yang diperintahkan oleh pemberi perintah.

Kalimat perintah yang biasa kita gunakan, baik dalam hal tulis menulis atau dalam hal berkomunikasi secara langsung sering disebut dengan sebutan kalimat imperatif. Meskipun kalimat perintah atau kalimat imperatif ketika digunakan lebih sering memakai nada bicara yang tinggi, tetapi beberapa orang menggunakan kalimat perintah dengan nada bicara yang rendah atau halus.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat perintah adalah kalimat yang mengandung intonasi dan makna perintah atau larangan. Selain itu, makna imperatif di dalam KBBI adalah bentuk perintah untuk kalimat atau verba yang menyatakan larangan atau keharsan melaksanakan perbuatan. Dikarenakan kalimat perintah dengan imperatif memiliki arti atau makna yang sama, maka kalimat perintah bisa juga disebut dengan kalimat imperatif.

Penggunaan kalimat perintah atau kalimat imperatif yang digunakan dalam berkomunikasi secara langsung berbeda dengan penggunaan kalimat perintah yang digunakan atau ditulis melalui sebuah teks, seperti paragraf, cerita, dan lain-lain. Kalimat perintah yang ditulis melalui teks, di akhir kalimat diberi tanda seru (!).

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, penggunaan kalimat bukan hanya digunakan melalui lisan atau dalam bentuk tulisan saja, tetapi juga digunakan lewat pesan singkat atau chat. Kalimat perintah dalam bentuk pesan singkat ini biasanya digunakan melalui handphone. Jadi, apakah kamu sudah menggunakan kalimat perintah dalam pesan singkat?

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tanda baca yang digunakan ketika menulis kalimat perintah adalah tanda seru (!). Sementara itu, ketika menerapkan atau menggunakan kalimat perintah saat berkomunikasi biasanya ditandai dengan intonasi atau nada bicara yang sedikit tinggi dan terkadang dengan nada bicara yang rendah.

Ciri-Ciri Kalimat Perintah

Setelah membahas pengertian kalimat perintah, kali ini yang akan kita bahas adalah ciri-ciri kalimat perintah. Pengenalan ciri-ciri kalimat perintah ini diharapkan akan memudahkan pembaca dalam memahami kalimat perintah. Berikut ini ciri-ciri dari kalimat perintah.

1. Nada Ucapan yang Akan Disampaikan

Nada atau intonasi bicara yang digunakan merupakan salah satu ciri bahwa seseorang sedang mengucapkan kalimat perintah. Penggunaan nada atau intonasi biasanya dilakukan ketika seseorang sedang melakukan komunikasi dengan orang lain, seperti di kantor, di rumah, di sekolah, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus pandai memerhatikan nada bicara seseorang ketika melakukan komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Selain itu, ketika ingin menggunakan kalimat perintah atau memberi perintah kita juga harus bisa menggunakan intonasi yang tepat. Dalam hal ini, intonasi kalimat perintah jika diucapkan akan berintonasi naik pada bagian awal dan intonasinya akan turun pada bagian akhir kalimat. Jadi, sudah seharusnya bagi setiap orang untuk memahami cara mendengar kalimat perintah dan cara berbicara dengan menggunakan kalimat perintah agar tidak terjadi kesalahpahaman.

2. Menggunakan Inversi atau struktur kalimat P-S

Ciri berikutnya dari kalimat perintah adalah menggunakan inversi atau struktur kalimat Predikat (P) – Subjek (S). Meskipun kalimat perintah lebih sering menggunakan pola kalimat P – S, tetapi sebagian kalimat perintah tidak menggunakan pola kalimat seperti itu. Penggunaan pola kalimat perintah seperti ini biasanya hanya terjadi pada saat menulis suatu hal atau dalam dunia menulis saja.

Hanya sebagian orang saja yang menggunakan kalimat perintah atau memberi perintah yang menggunakan struktur kalimat inversi atau P – S. Meskipun tidak menggunakan pola kalimat P – S, tetapi suatu perintah tetap bisa disampaikan dan diterima dengan baik.

3. Menggunakan Imbuhan –lah atau –kan

Ciri ketiga dari kalimat perintah adalah menggunakan imbuhan –lah atau –kan. Imbuhan –lah atau –kan ini bukan hanya digunakan pada dalam hal tulis menulis saja, tetapi juga digunakan oleh banyak orang ketika memberikan perintah dengan menggunakan kalimat perintah secara lisan. Namun, beberapa orang sudah terbiasa menggunakan kalimat perintah melalui lisan tanpa menggunakan imbuhan –lah atau –kan, tetapi perintah yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima perintah.

4. Menggunakan Kata Perintah

Namanya saja kalimat perintah, jadi sudah hal yang wajar menggunakan kata perintah. Kata perintah ini sudah menjadi hal yang umum untuk digunakan dalam kalimat perintah, baik itu secara lisan atau secata teks atau tulisan. Kata-kata perintah yang biasa digunakan ketika menggunakan kalimat perintah, seperti tolong, mohon, jangan, segera, dan lain-lain. Sama halnya dengan penggunaan imbuhan –lah atau –kan, tak semua orang menggunakan kata perintah, baik dalam penulsian kalimat perintah atau dalam pengucapan kalimat perintah.

5. Menggunakan Tanda Seru (!) Pada Akhir Kalimat

Untuk ciri yang satu ini hanya terjadi pada teks saja dan tidak terjadi dalam pengucapan. Hal ini dikarenakan ciri kalimat perintah yang terakhir adalah menggunakan tanda seru (!) di akhir kalimat. Penggunaan tanda seru (!) sering kita temukan pada sebuah cerita atau paragraf yang ada di beberapa soal. Adanya tanda seru (!) di akhir kalimat berarti kalimat itu merupakan kalimat perintah. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, biasanya penggunaan tanda seru (!) yang digunakan di dalam pesan singkat berarti sedang marah terhadap suatu hal.

Itulah ciri-ciri yang ada pada kalimat perintah. Meskipun ciri-ciri tersebut tak selamanya digunakan, tetapi sebuah kalimat perintah tetap bisa terjadi. Selain itu, perintah yang diberikan tetap bisa tersampaikan, sehingga penerima perintah dapat melakukan suatu hal yang diperintahkan dengan optimal.

Fungsi Kalimat Perintah

Kalimat perintah yang kita kenal ini ternyata memiliki beberapa fungsi yang perlu kamu ketahui. Dengan mengetahui fungsi-fungsi kalimat perintah, maka kita bisa menggunakan kalimat perintah sesuai dengan tempat dan kepada siapa kita akan menggunakan kalimat perintah. Fungsi kalimat perintah sebagai berikut.

1. Untuk Memberi Komando

Fungsi kalimat perintah yang kesatu adalah digunakan untuk memberi komando. Biasanya pada fungsi ini, kalimat perintah sering digunakan dalam dunia militer atau ketika perang yang di mana pimpinan akan memberi komando yang sudah sesuai dengan strategi yang dirancang. Dengan adanya perintah komando, maka prajurit yang diberi perintah harus melakukan sesuatu hal yang sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan. Fungsi kalimat perintah untuk memberi perintah memiliki beberapa contoh, di antaranya.

a. Segeralah pergi ke arah barat dan kita serang musuh !

b. Tetap bertahan pada posisi masing-masing!

c. Bersiaplah untuk menembak!

2. Untuk Memberi Perintah

Fungsi kedua dari kalimat perintah adalah untuk memberi perintah. Jika, fungsi pertama kalimat perintah (memberi komando) biasa digunakan dalam dunia militer, maka lain halnya dengan fungsi kedua (memberi perintah) yang umumnya digunakan di sekolah, di rumah, bahkan di kantor. Jika, dilihat secara sekilas fungsi kalimat perintah (memberi komando) dan (memberi perintah) hampir sama yang membedakan hanya tempat penggunaan dan siapa yang menggunakan saja. Berikut ini beberapa contoh fungsi kalimat perintah untuk memberi perintah.

a. Mohon, jangan berisik!

b. Segera kerjakan tugas yang sudah saya berikan!

c. Jangan lupa mengerjakan PR di rumah!

3. Untuk Memberikan Tuntutan

Fungsi ketiga dari kalimat perintah atau kalimat imperatif adalah untuk memberikan tuntutan. Fungsi kalimat perintah yang satu ini biasanya digunakan untuk menuntut suatu hal. Oleh karena itu, kita sering melihat fungsi kalimat perintah ini dalam dunia hukum yang di mana hakim akan memberikan tuntutan sesuai hasil dari persidangan. Selain itu, kalimat perintah yang berfungsi untuk memberikan tuntutan juga bisa terjadi kepada penagih utang yang sedang menagih hutang. Contoh fungsi kalimat perintah untuk memberikan tuntutan, yaitu:

a. Dakwaan yang diberikan selama 4 tahun penjara!

b. Bayarlah hutang Anda hari ini!

4. Untuk Memberi Larangan

Fungsi kalimat perintah keempat adalah untuk memberi larangan. Pada umumnya kita pasti pernah dilarang oleh orang tua untuk melakukan beberapa hal yang dapat membahayakan diri. Ketika orang tua melarang kita untuk melakukan hal yang membahayakan itulah, maka kalimat perintah muncul. Akan tetapi, fungsi kalimat perintah atau imperatif yang digunakan untuk memberi larangan juga bisa terjadi di lingkungan sekolah. Berikut ini beberapa fungsi kalimat perintah untuk memberi larangan.

a. Jangan, mengambil buah di rumah itu!

b. Jangan, menjadi anak yang malas!

c. Jangan keseringan begadang!

5. Untuk Memberi Ajakan

Fungsi kalimat perintah kelima adalah untuk memberi ajakan. Dalam beberapa hal, suatu ajakan merupakan sebuah perintah yang harus dijalankan. Biasanya kalimat perintah yang berfungsi untuk memberi ajakan demi kebaikan bersama. Singkatnya, suatu hal yang diperintahkan harus dilakukan agar tidak merugikan orang lain, sehingga sesama manusia tidak terjadi kesalahpahaman.

a. Ayo, kita patuhi PPKM dari pemerintah!

b. Segera nikmati hidangan yang telah kami sajikan!

c. Ayo, jangan menjadi pribadi yang malas!

6. Untuk Memberikan Pembiaran

Fungsi keenam dari kalimat perintah adalah untuk memberikan pembiaran. Fungsi kalimat yang satu ini biasanya digunakan kepada seseorang yang memberi perintah kepada orang lain dalam bentuk hal yang membiarkan. Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh dari fungsi kalimat perintah untuk memberikan pembiaran.

a. Biarkan dia menenangkan dirinya!

b. Biarlah mereka berekspresi sesuka hati!

Jenis-Jenis Kalimat Perintah

Setelah membahas pengertian kalimat perintah, hingga fungsi kalimat perintah, rasanya kurang lengkap, jika tidak membahas jenis-jenis kalimat perintah. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa jenis kalimat perintah beserta contohnya.

1. Kalimat Perintah Biasa

Kalimat perintah biasa adalah kalimat perintah yang isinya berupa perintah yang langsung diucapkan. Oleh sebab itu, kalimat perintah ini sering kita temukan pada percakapan sehari-hari.

a. Segera berangkat sekolah!

b. Rapikan tempat tidur sebelum mandi!

c. Saya tugas kamu pukul 10.00!

d. Kerjakan PR, sekarang!

2. Kalimat Perintah Ajakan

Kalimat perintah ajakan adalah kalimat perintah yang berisi sebuah ajakan kepada seseorang dengan tujuan mengerjakan sesuatu.

a. Ayo, temani ibu belanja di pasar!

b. Ayo, jangan lupa pakai masker!

c. Mari kita jalani hidup yang damai!

3. Kalimat Perintah Larangan

Kalimat perintah larangan adalah kalimat perintah yang isinya berupa larangan untuk mengerjakan suatu hal.

a. Jangan, lupa mengerjakan PR!

b. Jangan, pernah mencuri!

c. Jangan, membenci orang lain!

d. Jangan, buang sampah di sungai!

4. Kalimat Perintah Sindiran

Kalimat perintah sindiran adalah kalimat perintah yang didalamnya terkandung unsur menyindir kepada seseorang.

a. Aduh, pensilnya jatuh sangat jauh (memiliki maksud untuk minta diambilkan)

b. Ruangan ini terasa panas (memiliki maksud segera dinyalakan penyejuk ruangan)

5. Kalimat Perintah Mempersilakan

Kalimat perintah mempersilahkan adalah kalimat perintang yang mengandung unsur mempersilakan.

a. Silakan isi tempat duduk yang ada di bagian depan

b. Silakan mengantre sesuai nomor urut

6. Kalimat Perintah Saran

Kalimat perintah saran adalah kalimat perintah yang berisi tentang saran-saran yang akan diberikan kepada seseorang.

a. Sebaiknya, segera kerjakan PR kamu!

b. Seharusnya, kamu mengantre terlebih dahulu!

c. Seharusnya, sepatu yang digunakan berwarna hitam

7. Kalimat Perintah Informasi

Kalimat perintah informasi adalah kalimat perintah yang isinya dalam bentuk informasi.

a. Pakailah helm saat berkendara!

b. Jadilah anak yang baik!

8. Kalimat Perintah Permintaan

Kalimat permintaan adalah kalimat perintah yang berisi sebuah permintaan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu.

a. Tolong berikan kue ini kepada dia!

b. Mohon taati rambu lalu lintas yang ada!

c. Mohon dikerjakan tugas yang sudah diberikan!

Kesimpulan

Kalimat perintah ini sering disebut juga sebagai kalimat imperatif berfungsi untuk memberikan perintah kepada orang lain agar dapat melakukan sesuatu yang diperintahkan. Pemberi perintah harus memahami prosedur-prosedur sebelum memberikan perintah agar perintah yang diberikan dapat dikerjakan dengan maksimal. Sementara itu, penggunaan kalimat perintah pada tulisan atau teks biasanya akan diberi tanda seru (!) pada akhir kalimat.

Sumber: Dari berbagai macam sumber



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien