Apa yang dimaksud dengan e-learning apa saja model model e-learning jelaskan?

Dalam dunia pendidikan, manfaat e-learning adalah cukup banyak. Manfaat e-learning dalam jurnal “Penggunaan E-Learning sebagai Media Pembelajaran” yang diterbitkan Universitas Jember oleh Wiwin Hartanto:

1. Fleksibilitas tempat dan waktu, jika pembelajaran konvensional di kelasmengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu, maka e-learningmemberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untukmengakses pelajaran.

2. Independent learning, e-learning memberikan kesempatan bagi pembelajaruntuk memegang kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Jika ia mengalami kesulitan, ia bisa mengulang-ulang lagi sampai ia merasa mampu memahami.

3. Biaya, banyak biaya yang bisa dihemat dari cara pembelajaran dengan e-learning. Secara finansial, biaya yang bisa dihemat, antara lain biaya transportasi ke tempat belajar dan akomodasi selama belajar, biaya administrasi pengelolaan, penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar.

4. Fleksibilitas kecepatan pembelajaran, e-learning dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing siswa. Apabila siswa belum mengerti danmemahami modul tertentu, maka ia dapat mengulanginya lagi sampai ia paham.

5. Standarisasi pengajaran, pealajaran e-learning selalu memiliki kualitas sama setiap kali diakses dan tidak tergantung suasana hati pengajar.

6. Efektifitas pengajaran, penyampaian pelajaran e-learning dapat berupasimulasi dan kasus-kasus, menggunakan bentuk permainan dan menerapkan teknologi animasi canggih.

7. Kecepatan distribusi, e-learningdapat dengan cepat menjangkau ke seluruh penjuru, tim desain hanya perlu mempersiapkan bahan pelajaran secepatnyadan menginstal hasilnya di server pusat e-learning.

8. Ketersediaan On-Demand, e-learning dapat diakses sewaktu-waktu.

9. Otomatisasi proses administrasi,e-learning menggunakan suatu Learning Management System (LMS) yang berfungsi sebagai platform pelajaran-pelajaran e-learning. LMS berfungsi pula menyimpan data-data pelajar,pelajaran, dan proses pembelajaran yang berlangsung.

Dunia pendidikan mengalami perkembangan yang begitu pesat selaras perubahan zaman dan kemajuan iptek. Salah satu yang bisa terlihat adalah munculnya banyak metode dan model pembelajaran terbaru.

Salah satu model pembelajaran yang cukup menyita banyak perhatian adalah e-learning. Seperti apa model pembelajaran yang dianggap sebagai perwujudan 21st century learning?  Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, maka dalam kesempatan kali ini, Esai Edukasi sebagai blog pendidikan sahabat para guru dan orang tua akan mengulas lengkap perihal model pembelajaran e-learning.

Pengertian E-Learning 

Mengenal E-learning

E-learning adalah sebuah model pembelajaran dimana siswa dan guru menggunakan bantuan internet dan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.

Dalam model pembelajaran ini, siswa mempelajari materi yang didapat melalui website, blog, video, bahkan sosial media. Dalam perkembangannya, e-learning dipadukan dengan LMS atau Learning Management System yang membantu siswa untuk mendapatkan materi, berdiskusi dengan sesama murid lainnya, mengunggah hasil kerja dan saling mengomentari jawaban.

Ada beberapa karakteristik e-learning, antara lain :

  1. Proses belajar bersifat mandiri, dimana siswa bisa mempelajari materi dimana saja dan kapan saja.
  2. Penyampaian materi melalui teknologi internet, CD atau penyimpanan awan (cloud).
  3. Penggunaan LMS sehingga siswa dapat langsung mengetahui progress dan nilai dari karya yang diunggah serta dapat saling mengomentari produk / karya masing-masing.
  4. Sumber belajar adalah tidak terbatas karena menggunakan jaringan internet dan konten pembelajaran dapat berupa teks, foto, infografis, audio, hingga video.

Model pembelajaran e-learning sendiri juga sangat erat kaitannya dengan flipped classroom. Apabila Anda tertarik mempelajari lebih lanjut, silahkan baca 3 artikel kami yang lain dimana cukup banyak menuai respon dari insan pendidik lainnya :


Selain flipped classroom, hakikat dari e-learning adalah suatu terobosan untuk mengintegrasikan dunia kerja di masa depan dengan sistem pendidikan. Jangan sampai nantinya para lulusan tergagap-gagap dengan kemajuan teknologi yang makin hari makin pesat.

Kelebihan E-Learning



kelebihan e-learning

Model pembelajaran e-learning sangat digemari oleh masyarakat yang sudah maju dan akrab dengan teknologi. Hal ini karena mereka merasa proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Hal itu memang merupakan salah satu tujuan dari e-learning, yakni adanya perubahan paradigma bahwa belajar tidak hanya di dalam ruangan kelas saja.

Beberapa kelebihan lain dari e-learning antara lain :


  1. Siswa bisa belajar di mana saja.
  2. Siswa bisa belajar kapan saja.
  3. Internet memudahkan siswa untuk mengakses berbagai sumber pengetahuan.
  4. Lebih ramah lingkungan karena paperless.
  5. Tugas bisa diunduh dan diunggah dimanapun.
  6. Siswa bisa saling melihat progress masing-masing.
  7. Memungkinkan terjadinya diskusi dan saling memamerkan karya / proyek / produk.
  8. Efisien karena di kelas guru hanya fokus pada hal yang tidak dimengerti siswa.

E-learning adalah sebuah model pembelajaran dimana siswa dan guru menggunakan bantuan internet dan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.

Dampak Negatif E-Learning


Kekurangan pembelajaran online

Memang pada dasarnya ada banyak sekali kelebihan dari e-learning. Namun pertanyaannya, apakah kita sudah siap dengan model pembelajaran mandiri seperti itu?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum latah dan kemudian secara ngawur mempraktikan e-learning demi gaya-gayaan dan agar terlihat keren. Beberapa dampak negatif dari e-learning antara lain :

Materi yang tidak disiapkan dengan baik akan membuat siswa bingung.

  1. Siswa yang tidak terbiasa memiliki tanggung jawab akan menyepelekan waktu yang diberikan. Alih-alih mempelajari di rumah, bisa-bisa materi yang diunggah akan sia-sia karena tak pernah dilihat.
  2. Guru harus paham bagaimana memoderatori sebuah subyek di LMS. Ini diperlukan sumber daya yang mumpuni bukan hanya yang bisa menyalakan komputer atau membuka facebook.
  3. Penilaian harus terstandarisasi dan konsisten karena siswa akan dengan mudah melihat progress masing-masing. Guru yang terbiasa menilai secara subyektif akan terlihat belangnya.
  4. Ini yang terpenting, fasilitas internet harus sudah bisa diakses dengan baik. Jika belum atau masih jelek akan lebih bijak untuk menggunakan model pembelajaran yang lain.


Itulah sekelumit bahasan mengenai e-learning beserta pengertian dan kelebihannya. Seperti yang sudah kita lihat, tidak ada satupun model pembelajaran yang bisa dikatakan tanpa cela. Melihat kondisi pendidikan di Indonesia, perlu adanya pembaharuan di sana-sini terlebih untuk mempersiapkan diri menyongsong era Industri 4.0, digitalisasi dan perdagangan bebas.

Bagi para pelajar dan mahasiswa, e-learning adalah suatu istilah yang sudah sangat familiar tentunya. Bagaimana tidak, sejak COVID-19 merebak, e-learning jadi salah satu pembelajaran jarak jauh yang banyak digunakan oleh berbagai sekolah dan kampus.

Bahkan pemerintah sendiri mendukung hadirnya e-learning sebagai sebuah bentuk layanan pendidikan di era teknologi 4.0. Untuk itu, yuk langsung kita bahas bersama apa itu e-learning dalam artikel berikut!

Apa itu e-learning?

E-learning adalah metode pembelajaran non konvensional di mana murid serta guru menggunakan alat elektronik seperti laptop dan komputer dalam pelaksanaannya.

Model e-learning tidak hanya dapat diterapkan pada pendidikan formal saja, tetapi juga non formal seperti di lembaga bimbingan belajar atau tempat kursus. Model e-learning yang mengandalkan internet ini dapat berupa kursus online, sekolah online atau seminar online.

Selain itu, e-learning adalah model pembelajaran yang fleksibel dengan memanfaatkan format materi berbentuk pdf, video streaming atau audio.

Komponen pembentuk e-learning

E-learning adalah model pembelajaran yang terstruktur dengan beberapa komponen pembentuk sebagai berikut.

1. Infrastruktur e-learning

Infrastruktur e-learning adalah seluruh fasilitas yang melingkupi proses pembelajaran seperti internet, laptop atau komputer, audio, multimedia, dan lain-lain.

2. Konten e-learning

Konten atau bahan pembelajaran dalam model e-learning adalah media berbasis teks, audio atau audio-visual. Manfaat e-learning dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan beragam jenis konten tersebut.

3. Sistem dan aplikasi e-learning

Sistem dan aplikasi e-learning adalah hal yang penting karena ia berfungsi sebagai media dalam pembelajaran virtual. Aplikasi e-learning dapat disediakan oleh pihak ketiga atau pihak penyelenggara proses pembelajaran seperti sekolah atau lembaga pelatihan.

4. Pengguna e-learning

Komponen yang juga tak kalah penting dalam e-learning adalah pengguna yang ingin meng-upgrade kemampuannya di bidang tertentu.

Baca juga: Ini Dia 5 Aplikasi Belajar Gratis Terbaik bagi Anak Sekolah

Manfaat e-learning

Setelah mempelajari pengertian e-learning, maka selanjutnya kamu juga perlu mengetahui beberapa manfaat e-learning, Sob.

1. Mengakomodasi mobilitas tinggi

Pertama, manfaat e-learning adalah memudahkan kamu bergabung kelas, pertemuan, maupun webinar di mana saja. Sehingga ini sangat membantu bagi kamu yang punya mobilitas tinggi.

2. Efisiensi biaya

Salah satu fungsi e-learning adalah mengurangi dana yang dianggarkan untuk pendidikan. Dengan adanya sistem pembelajaran online, kamu dapat memangkas biaya transportasi, uang jajan, dan beberapa biaya lain yang mungkin perlu dikeluarkan saat pembelajaran konvensional.

3. Tanpa batas ruang

Pernahkah kamu ingin bergabung pada suatu forum belajar tetapi terkendala lokasi yang jauh? Nah, kamu tidak akan menemukan hambatan semacam ini jika memilih model  e-learning sebagai alternatif kegiatan pembelajaran.

Standarisasi pengajaran

Selain beberapa manfaat e-learning di atas, model e-learning juga memungkinkan adanya standarisasi pengajaran, yang artinya setiap materi pembelajaran telah diseragamkan dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa pada tiap tingkatan.

Kelebihan dan kekurangan e-learning

Kelebihan dan kekurangan e-learning berikut ini dapat kamu jadikan pertimbangan dalam penggunaan e-learning saat proses pembelajaran.

Kelebihan model e-learning:

  • Kelebihan e-learning adalah kemampuan moderasi yang menjembatani siswa dan guru dalam pembelajaran.
  • Berbeda dengan pembelajaran konvensional, salah satu fungsi e-learning adalah memudahkan siswa saat ingin mengulang materi.
  • Dengan menggunakan bantuan teknologi, tidak berarti pembelajaran e-learning tidak terstruktur. Pembelajaran e-learning tetap berpatok pada struktur dan kurikulum yang berlaku.
  • Kefleksibelan e-learning dapat mengakomodasi diskusi dan forum belajar di manapun serta kapanpun.
  • Fungsi  e-learning adalah membuat siswa lebih aktif, baik dengan lebih mudahnya materi direview atau dengan fitur-fitur menarik yang membuat siswa lebih betah belajar.

Kekurangan model e-learning adalah:

  • Siswa tidak mendapatkan interaksi yang intens dengan guru layaknya pembelajaran konvensional.
  • Proses belajar akan lebih berfokus pada melatih, bukan mendidik, karena guru tidak dapat menanamkan nilai dan norma secara efektif.
  • Aspek akademik dan sosial lebih diabaikan serta lebih berfokus pada aspek komersial.
  • E-learning membutuhkan motivasi tinggi, sehingga siswa dengan motivasi rendah cenderung tidak akan bersemangat dan lebih cepat menghadapi kegagalan.

Baca juga: Cara Membuat Server Bimbingan Belajar Online

Rekomendasi aplikasi e-learning

Platform e-learning dapat berupa website atau aplikasi. Beberapa aplikasi tersebut menggratiskan sejumlah fiturnya dan membutuhkan pembayaran apabila kamu ingin mengakses fitur lengkapnya. Apa saja platform e-learning yang bisa kamu manfaatkan? Berikut rekomendasinya.

1. Zenius

Dirilis pada 2004 silam, Zenius menyediakan berbagai materi pembelajaran dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Zenius memiliki fitur berupa simulasi try out dan simulasi UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

2. Ruangguru

Ruangguru adalah salah satu aplikasi e-learning yang menawarkan beragam layanan mulai dari bimbingan belajar online hingga bimbingan privat. Ruangguru juga menyediakan try out serta berbagai simulasi ujian online dengan berbagai pilihan harga.

3. Quipper

Quipper adalah alternatif e-learning yang patut dipertimbangkan. Quipper memiliki fitur kelas online di mana siswa akan belajar materi baru dari pertanyaan-pertanyaan yang disertai jawaban. Bedanya dengan Zenius dan Ruangguru, guru dapat memantau perkembangan siswa dari aplikasi e-learning ini.

Contoh situs e-learning

Berikut beberapa situs e-learning yang dapat kamu gunakan dalam proses pembelajaran online, Sob.

1. FutureLearn 

FutureLearn adalah website e-learning yang berbasis di Britania Raya dan dirilis pada tahun 2012. Platform pembelajaran ini dimiliki oleh The Open University dan SEEK Ltd. Kamu dapat belajar bahasa asing dan berbagai skill lain di sini.

2. W3school.com

Jika kamu tertarik untuk belajar di bidang IT, maka W3school.com menyediakan pelajaran web, CSS, Bootstrap, jQuery dan lainnya.

3. Coursera

Selain aplikasi e-learning seperti Quipper dan Zenius, situs web Coursera juga patut dijadikan pertimbangan karena mereka menyediakan banyak kelas gratis yang dapat kamu akses. Layanan berbayar diterapkan jika kamu ingin mendapatkan sertifikat dari kelas tersebut.

Baca juga: 10+ Dampak Positif & Negatif Internet yang Wajib Anda Ketahui

Apa yang harus disiapkan?

Nah, tentunya sebelum memulai pembelajaran online kamu harus menyiapkan beberapa hal dulu dong Sob, seperti di bawah ini.

1. Perangkat dan akses internet

Hal pertama yang perlu kamu siapkan sebelum melaksanakan e-learning adalah perangkat dan akses internet, karena memang model pembelajaran ini berbasis online. Pastikan koneksi internetmu lancar dan perangkat telah mendukung.

2. Platform e-learning

Platform e-learning juga penting untuk dipersiapkan. Jika kamu membeli layanan berbayar, selesaikan urusan pembayaran sehingga kamu dapat mengakses aplikasi e-learning secepatnya.

3. Metode pembelajaran online

Metode pembelajaran online pada umumnya dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar siswa. Walaupun kamu memanfaatkan platform e-learning, tetapi usahakan kamu memiliki guru atau moderator dalam proses belajar.

Cara menggunakan e-learning

Apakah kamu sudah benar-benar paham tentang apa itu e-learning? Jika sudah, berikut adalah cara menggunakan e-learning yang penting untuk disimak.

  • Tentukan situs web atau aplikasi yang akan kamu gunakan untuk belajar.
  • Lakukan registrasi dan masukkan data diri seperti nama lengkap dan email.
  • Jika harus mengirimkan kode OTP atau email konfirmasi, jangan lupa gunakan email aktif dan periksalah emailmu setelah melakukan pendaftaran.
  • Setelah itu kamu akan diminta untuk memilih ingin menggunakan layanan berbayar atau gratis. Sesuaikan biaya tersebut dengan anggaran danamu, ya!
  • Jika kamu memilih layanan berbayar, kamu akan mendapatkan fitur e-learning secara menyeluruh. Selamat belajar!

Nah itulah penjelasan mengenai e-learning, metode pembelajaran jarak jauh yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga ke daerah terpencil. Hadirnya e-learning semakin menguatkan bahwa waktu dan jarak bukanlah batasan ataupun penghalang untuk menikmati kualitas pendidikan yang sama dengan di kota besar.

Dalam rangka mendukung program belajar jarak jauh, Jagoan Hosting menyediakan beragam aplikasi sekolah yang siap memenuhi kebutuhan aktivitas akademik sekolah maupun para siswa. Yuk cek sekarang dan dapatkan penawaran menariknya!