Apa perbedaan antara perubahan primer dan perubahan sekunder pada masa pubertas

60 detik + 5 menit= ......... detik

-150 + 250 = (-5) × (-25)

vina membeli 12per1per2kg gula pasir gula pasir tersebut akan dibungkus dalam kantong kantong plastik kecil setiap kantong plastik berisi 1per4 kg ber … apa banyak kantong plastik yg dibutuhkan vina​

tolong ya kak mau dikumpul pake cara​

tolong jawab yg bener ya plisss hari ini di kumpul​

tolong bantu buat kan puisi 8 bait tema islami​

kalimat yang mengandung gagasan utama di sebut kalimat​

Kegiatan 2A. Jawablah beberapa pertanyaan berikut ini!1.Apakah yang dimaksud iklan layanan masyarakat?2.Apa tujuan dibuat iklan layanan masyarakat?3.B … agaimana bahasa yang digunakan dalam iklan layanan masyarakat?​

Tuliskan sikap yang dapat dikembangkan dalam menghadapi perbedaan ekonomi​

2. isi dari teks eksplanasi secara umum(....)a. menganalisis teks eksplanasi b. fenomena alam dan sosialc. fungsi sosial teks eksplanasi​

Pubertas menjadi proses peralihan bagi remaja dari masa anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini, umumnya terjadi berbagai perkembangan psikologi pada masa pubertas serta perkembangan fisiologis. Salah satu faktor penentu mulainya masa pubertas adalah kondisi biologis. Secara alami, dalam masa puber terdapat peran dari kelenjar pituitary, gonad atau kelenjar seks, serta gabungan dari kedua kelenjar tersebut.

Dampak dari adanya hormon dari kedua kelenjar tersebut adalah terjadi perubahan primer dan sekunder pada tubuh. Perubahan primer merupakan perubahan yang berhubungan langsung pada organ seksual baik laki-laki maupun perempuan yang menjadi ciri- ciri pubertas pada remaja laki laki dan perempuan.

Pada laki-laki, perubahan ini ditandai dengan datangnya mimpi basah. Mimpi tersebut adalah respons yang wajar dan terjadi secara alami karena adanya perubahan hormonal. Secara ilmiah, mimpi basah disebabkan oleh munculnya mimpi erotis atau bersetubuh yang mengakibatkan seseorang orgasme saat sedang tidur. Terjadinya orgasme menyebabkan keluarnya air mani atau sperma ketika proses ejakulasi.

Sedangkan pada perempuan, perubahan primer terjadi ketika individu mengalami menstruasi atau bisa disebut juga menarche untuk pertama kalinya. Menstruasi adalah proses luruhnya endometrium atau lapisan dalam yang memiliki banyak pembuluh darah dari uterus melalui vagina. Akibatnya, keluarlah darah yang mengalir melalui lubang di leher rahim dan keluar lewat vagina. 

Terdapat pula perubahan sekunder di masa pubertas yang merupakan berbagai perubahan dan terjadi karena adanya perubahan primer secara fisik sehingga dapat diketahui lewat panca indra. Perubahan ini dapat dinilai dengan Sexual Maturity Rating (Stang & Story, 2005). Berikut adalah perubahan sekunder pada laki-laki dan perempuan menurut Sarlito (2009) dalam Hidayat, Machmudah, dan Bintanah (2013):

Perubahan sekunder laki-laki, di antaranya:

  1. Tumbuh jakun. Hal ini terjadi karena tulang rawan di sekitar tempat pertumbuhan laring sehingga bentuknya menonjol ke depan tenggorokan seperti ada benjolan.
  2. Tumbuh rambut-rambut di beberapa area. Wajah, ketiak, dan sekitar kemaluan adalah tiga tempat tumbuhnya rambut halus sebagai bentuk perubahan sekunder.
  3. Lengan tangan dan tungkai kaki bertambah panjang. Pertumbuhan tulang ini menyebabkan bertambahnya tinggi pada laki-laki selama masa remaja dan juga mengakibatkan kenaikan berat badan karena pertambahan massa tulang dan otot.
  4. Pundak bertambah besar dan dada membidang. Perubahan fisik ini terjadi akibat pengaruh kematangan organ-organ seks pada tubuh.
  5. Otot lebih kuat. Pada umumnya, laki-laki akan bertambah kuat seiring dengan proses pubertasnya. Perubahan ini dapat ditunjang dengan nutrisi yang baik dan olahraga yang rutin.
  6. Tulang pada wajah membesar. Perubahan ini memang wajar terjadi seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan fisik sebab hampir tidak mungkin manusia memiliki bentuk wajah yang sama 100 persen sama dari lahir.
  7. Penis dan testis membesar. Pertumbuhan ini dan pertumbuhan fisik lainnya dipengaruhi oleh hormon testosteron pada laki-laki. Volume testis dapat membesar hingga 500 persen saat sedang di masa pubertas.
  8. Suara lebih berat. Pada umumnya, laki-laki yang sudah pubertas ditandai dengan perubahan suara menjadi lebih besar dan bulat.

Perubahan sekunder perempuan, di antaranya:

  1. Lengan tangan dan tungkai kaki bertambah panjang. Sama seperti laki-laki, secara fisik perempuan pun mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Namun, pada umumnya tidak akan sebesar laki-laki.
  2. Perkembangan pada payudara. Payudara berkembang ketika terjadi pelepasan hormon estrogen dan progesteron saat pubertas. Proses perkembangan ini dapat menyebabkan perempuan merasa tidak nyaman.
  3. Muncul rambut halus pada tubuh. Pada perempuan, rambut halus dapat tumbuh di daerah sekitar ketiak dan vagina. Rambut ini menjadi tanda fungsi reproduksi sudah mulai ada.
  4. Pinggul melebar. Berbeda dengan laki-laki, bagian tubuh yang cenderung membesar adalah sekitar pinggul. Biasanya, proses ini disertai juga dengan jaringan lemak tubuh meningkat.
  5. Tulang-tulang wajah membesar. Perubahan ini pada perempuan memiliki konsep yang sama dengan laki-laki. 
  6. Keringat tubuh bertambah banyak. Perubahan hormon ketika pubertas dapat menyebabkan kelenjar keringat bekerja lebih aktif dari masa sebelum pubertas. Akibatnya, beberapa bagian tubuh seperti ketiak akan mengeluarkan keringat yang cukup banyak.
  7. Kulit dan rambut mulai berminyak. Masih berkaitan dengan keringat, pada masa pubertas keringat yang muncul biasanya disertai dengan lemak. Hal ini menyebabkan tubuh terasa berminyak.

Remaja harus dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki masa pubertas sebab masa ini umumnya tidak mudah untuk dilalui. Peran orangtua, keluarga, serta lingkungan sangat penting agar individu yang pubertas tidak menjadi masa yang menakutkan dan membingungkan.

Ada dua jenis perubahan yang terkadi ketika seorang manusia tumbuh dewasa yaitu perubahan primer dan sekunder. Di mana perubahan primer dan sekunder pada laki-laki berbeda dengan perubahan primer dan sekunder pada perempuan. Penyebab adanya perubahan primer dan sekunder pada laki-laki/perempuan dikarenan hormon dalam tubuh laki-laki bebeda dengan hormon pada tubuh perempuan.

Perubahan primer adalah ciri primer yang terjadi pada masa pubertas yang dialami laki-laki atau perempuan. Ciri primer pada laki-laki adalah diproduksinya sel sperma oleh testis, sementara ciri primer pada perempuan adalah telah diproduksinya sel telur oleh ovarium. Ciri perubahan primer merupakan tanda awal seseorang memasuki masa pubertas yang ditandai matangnya organ reproduksi.

Perubahan sekunder adalah perubahan yang menyertai perubahan primer berupa perubahan fisik dan psikis. Ada perubahan sekunder yang sama-sama dialami oleh laki-laki dan perempuan. Beberapa perubahan sekunder yang sama-sama terjadi pada laki-laki dan perempuan adalah bau badan lebih menyengat, tumbuh rambut pada bagian-bagian tubuh tertentu, dan muncul jerawat.

Selai beberapa perubahan yang sama-sama terjadi pada laki-laki dan perempuan, ada juga perubahan sekunder yang hanya terjadi pada laki-laki atau hanya terjadi pada perempuan. Apa saja perubahan primer dan sekunder pada laki-laki? Apa saja perubahan primer dan sekunder pada perempuan/wanita? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Baca Juga: Bentuk Interaksi Makhluk Hidup

Perubahan Primer dan Sekunder pada Laki-Laki (Pria)

Perubahan primer dan sekunder pada laki-laki dipengaruhi oleh hormon testosteron yaitu hormon yang bereparan dalam pembentukan sel sperma. Perubahan primer ditandai dengan adanya ciri primer pertumbuhan pada laki-laki yaitu sel sperma yang sudah mulai diproduksi oleh testis. Sementara perubahan sekunder yang terjadi pada laki-laki antara lain meliputi tumbuhnya kumis/jenggot, suara lebih berat, tumbuh jakun, serta dada menjadi lebih bidang.

Perubahan primer pada laki–laki:

  • Organ reproduksi sudah mampu menghasilkan sperma
  • Mengalami mimpi basah yaitu peristiwa keluarnya sperma saat seorang pria tidur

Perubahan sekunder pada laki–laki:

  • Tumbuh kumis dan jenggot pada wajah
  • Jakun mulai tampak membesar
  • Suara lebih berat dan besar
  • Tumbuh rambut di beberapa area tubuh tertentu seperti di ketiak, kaki, dada, dan sekitar organ kelamin
  • Bahu semakin bidang dan lebar
  • Muncul jerawat pada wajah
  • Tubuh yang lebih cepat tinggi dan juga membesar
  • Otot tubuh mulai terbentuk

Baca Juga: Ciri – Ciri Makhluk Hidup

Perubahan Primer dan Sekunder pada Perempuan

Perubahan yang terjadi pada masa pubertas perempuan berbeda dengan laki-laki. Masa pubertas yang dialami oleh perempuan biasanya lebih cepat dibandingkan dengan laki-laki. Atau dengan kata lain, perempuan akan mengalami tanda-tanda dewasa lebih cepat dari laki-laki seumurannya.

Perkembangan pada perempuan dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini berfungsi untuk mematangkan sel telur (ovum) dan mengatur perkembangan sekunder pada perempuan saat masuk usia dewasa.

Perubahan primer pada perempuan adalah sudah diproduksinya sel telur oleh ovarium. Jika sel telur tidak dibuahi oleh sperma maka perempuan tersebut akan mengalami menstruasi. Jika sel telur dibuahi oleh sel sperma maka akan terjadi kehamilan.

Sementara perubahan sekunder yang mengiringi perubahan primer adalah payudara membesar, panggul melebar, suara menjadi merdu, dan kulit menjadi lebih halus.

Perubahan primer pada perempuan:

  • Organ reproduksi mengalami ovulasi atau dapat menghasilkan ovum (sel telur)
  • Mengalami haid/menstruasi

Perubahan sekunder pada perempuan:

  • Panggul lebih lebar
  • Payudara mulai membesar
  • Suara lebih nyaring dan lembut
  • Tumbuh beberapa rambut di area tertentu seperti ketiak, kaki, dan organ kelamin
  • Muncul jerawat
  • Kulit nampak lebih halus

Baca Juga: Perkembangbiakan Generatif Tumbuhan

Waktu Terjadinya Perubahan Primer dan Sekunder pada Laki-Laki & Perempuan

Manusia mengalami pertumbuhan seiring dengan bertambahnya usia. Laki-laki dan perempuan akan mengalami perbedaan pertumbuhan pada tubuhnya ketika memasuki usia dewasa yang disebut masa pubertas. Di masa pubertas inilah perubahan primer dan perubahan sekunder akan terjadi atau dialami seseorang.

Anak laki-laki mengalami pubertas pada usia antara 11–16 tahun, sedangkan perempuan masuk usia pubertas pada usia antara 10–15 tahun. Masa pubertas dapat nampak pada sifat dan psikis/mental pada laki-laki dan perempuan.

Beberapa sifat akan muncul di masa pubertas seperti mulai tertarik pada lawan jenis, mudah marah/emosi, dan mampu mengungkapkan pendapat serta keinginan diri sendiri. Pada masa pubertas umumnya ada keinginan mencari identitas diri dengan menunjukkan sifat tidak mau diatur, merasa cukup dewasa/mandiri, dan senang untuk mencoba hal-hal baru.

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Perubahan Primer dan Sekunder pada Laki-Laki/Perempuan

Perhatikan ciri-ciri pubertas berikut!1) Mangalami menstruasi2) Kulit menjadi lebih halus3) Dada membidang4) Suara menjadi berat

5) Pinggul membesar